Jumat, 16 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ernan Rustiadi: Indonesia Tak Impor Beras, Bukan Berarti Pangan Aman

Karbohidrat jadi kebutuhan terbanyak masyarakat Indonesia, terutama beras dan gandum. Apa persoalan dan solusinya?

Sabtu, 20 Agustus 2022
A A
Kepala LPPM IPB University, Dr. Ernan Rustiadi. Foto @ErnanRustiadi/Twitter

Kepala LPPM IPB University, Dr. Ernan Rustiadi. Foto @ErnanRustiadi/Twitter

Share on FacebookShare on Twitter

“Luasan hutan hanya tersisa 12 persen. Juga rentan terdampak bencana akibat cuaca ekstrem sehingga dapat menjadi ancaman gagal panen,” jelas Ernan.

Meski demikian, Indonesia masih dibilang beruntung. Selama 2,5 tahun ini berhasil tidak impor beras. Namun tidak boleh juga dibilang sangat aman, terutama ketahanan pangan masih ditunjang oleh impor gandum yang sangat besar. Apalagi situasi saat ini tidak menguntungkan bagi dunia akibat krisis Rusia-Ukraina yang memicu masalah kerawanan pangan.

Baca Juga: Kata Pakar Soal Kisruh Harga Kedelai: Pemerintah Tak Konsisten Wujudkan Swasembada Kedelai

“Jadi harus ada upaya mitigasi mencegah kerawanan pangan di sisi demand (permintaan) dan supply (ketersediaan),” imbuh Ernan.

Supply harus dijaga agar kerentanan Pulau Jawa tidak memberikan dampak yang mengganggu produksi pangan dan menimbulkan kerawanan pangan. Begitu pula perhatian terhadap masalah tata kelola dan persoalan lingkungan sehingga lahan-lahan di Pulau Jawa tidak terlalu dieksploitasi.

“Salah satu kuncinya dengan menjaga hulu-hulu sungai,” ucap Ernan.

Lantaran bencana yang umumnya bersifat hidrologis terjadi di wilayah sungai. Bulan-bulan terjadinya cuaca ekstrim harus diantisipasi. Juga melakukan mitigasi di hulu sungai melalui pendekatan infrastruktur maupun lingkungan. [WLC02]

Sumber: ipb.ac.id

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Cuaca Ekstremgagal panenimpor berasimpor gandumIPB Universitykarbohidratkerawanan pangankomoditas pangankrisis panganLPPM IPB University

Editor

Next Post
Gunung Ibu kembali meletus pada Minggu, 21 Agustus 2022. Foto tangkap layar magma.esdm.go.id.

Gunung Ibu Kembali Erupsi, Ini Gunung Api Terbanyak Meletus hingga Agustus 2022

Discussion about this post

TERKINI

  • Gedung KPK | kpk.go.id.OTT KPK di BNPB, Kepala BNPB Langsung Diganti
    In News
    Kamis, 15 Oktober 2026
  • Dampak karhutla, wilayah Kota Palembang, Provinsi Sumatra Selatan, diselimuti kabut asap pada Kamis, 8 Oktober 2026. Foto BNPB.Respons Protes Negara Jiran Dampak Karhutla, Prabowo Perintahkan Penanganan Optimal
    In Bencana
    Selasa, 13 Oktober 2026
  • Bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, yang terjadi pada Jumat, 9 Oktober 2026. Foto BPBD Kabupaten Gayo Lues.Bencana Banjir dan Longsor Landa Aceh dan Sumatra Barat Ratusan Penduduk Mengungsi
    In Bencana
    Senin, 12 Oktober 2026
  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media