Senin, 28 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Fahmy Radhi: Pendidikan Vokasi Solusi Inovasi Teknologi Pengembangan EBT

Sumber energi terbarukan di Indonesia melimpah, tapi minim teknologi penerapannya. Apa solusinya?

Kamis, 30 Maret 2023
A A
Pakar Ekonomi Energi UGM, Dr. Fahmy Radhi, MBA. Foto deb.sv.ugm.ac.id.

Pakar Ekonomi Energi UGM, Dr. Fahmy Radhi, MBA. Foto deb.sv.ugm.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045, Presiden Joko Widodo menekankan Indonesia penting memiliki sumber energi murah untuk menopang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Poin ini dinilai pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi perlu ditekankan mengingat konsumsi energi dalam negeri yang tinggi dari sumber energi yang belum sustainable.

Fahmy menduga yang dimaksud Jokowi bukanlah energi murah. Melainkan energi tersedia dan terjangkau yang mengarah pada energi baru terbarukan (EBT), bukan energi fosil.

“Alasannya, energi fosil selain energi kotor, juga ketersediannya sudah semakin habis dan tidak bisa diperbaharui (unrenewable),” kata Fahmi di Kampus UGM, Rabu, 29 Maret 2023.

Baca Juga: Melongok Desa Wisata Kopi Jungak Besutan Mahasiswa Unair

Ia berpendapat untuk mencapai ketersediaan EBT, Indonesia sesungguhnya memiliki resources yang berlimpah. Seperti biothermal, biomass, biofuel, tenaga surya, tenaga angin, micro hydro, energi gelombang laut, energi pasang surut, fuel cell, energi sampah, dan energi nuklir.

“Persoalannya, Indonesia tidak memiliki teknologi untuk mengembangkan EBT, sebagaimana yang telah dilakukan Pertamina selama ini,” kata Fahmy.

Pertamina sudah mengembangkan biodiesel meski hanya sampai B-35. Sedangkan untuk mencapai B-100, Pertamina harus bekerja sama dengan investor asing pemilik teknologi.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: energi baru terbarukanEnergi fosilFahmy Radhipendidikan vokasiRencana Pembangunan Jangka Panjang Nasionalteknologi EBT

Editor

Next Post
Ilustrasi energi terbarukan. Foto pixel2013 /pixabay.com

Tren Dunia Beralih dari Energi Fosil ke EBT, Bagaimana dengan Indonesia?

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media