Selasa, 10 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Foto Jurnalis Regina Safri Tularkan Virus Peduli Alam di 16 Kota

Rabu, 26 Juni 2024
A A
Fotografer Regina Safri (tengah) bersama Andi Ari Setiadi dari Gueari Galeri (kiri) dan Ketua PFI Jogja Andre Fitri Atmoko dalam Pameran Fotografi bertajuk "HOPE",26 Juni 2024. Foto PFI Jogja.

Fotografer Regina Safri (tengah) bersama Andi Ari Setiadi dari Gueari Galeri (kiri) dan Ketua PFI Jogja Andre Fitri Atmoko dalam Pameran Fotografi bertajuk "HOPE",26 Juni 2024. Foto PFI Jogja.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Foto jurnalis sekaligus pegiat lingkungan, Regina Safri kembali menyambangi sejumlah daerah. Kali ini ada 16 kota yang disinggahi untuk mengkampanyekan isi buku foto ketujuhnya yang berjudul “HOPE”. Seperti buku-buku sebelumnya, yakni “Orangutan Rhyme and Blues” (2012) dan “Before it’s too Late” (2019), ia kembali mengangkat tema konservasi.

“Untuk campaign karena buku foto yang saya bawa ini adalah konservasi tentang kondisi hutan kita. Terutama hutan di Sumatera dan isinya,” ujar Rere, panggilan akrabnya dalam siaran tertulis tertanggal 26 Juni 2024.

Buku “HOPE” merupakan karya disertasinya di Magister Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia. Risetnya mengisahkan konflik satwa dengan manusia. Judul bukunya, “HOPE” pun diambil dari nama orangutan betina yang menjadi penyintas konflik satwa dengan manusia.

Baca Juga: Rina Mardiana, Informasi PSN Rempang Ecocity Tak Transparan

Adalah Hope, induk orangutan yang mengalami penyiksaan lantaran tubuhnya dipenuhi 74 butir peluru yang ditembakkan dua bocah remaja di Subulussalam, Aceh. Peristiwa yang terjadi pada 2019 itu menghebohkan hingga jagat internasional. Apalagi kedua bocah tersebut hanya diganjar hukuman mengumandangkan adzan di masjid lingkungannya.

Nama Hope disematkan sebagai doa dan harapan agar orangutan itu bisa bertahan hidup, Kembali pulih dan mendapatkan kesempatan hidup lebih baik lagi.

Roadshow digelar di Aceh, Bali, Bandung, Bekasi, Bogor, Cirebon, Jakarta, Kuningan, Lampung, Malang, Medan, Purwokerto, Solo, hingga Surabaya. Yogyakarta adalah persinggahan ke-9.

Baca Juga: Api Abadi Tanjung Api dan Mata Air Panas One Pute di Sulawesi Tengah Mengandung Hidrogen Alami

“Besok saya langsung ke Solo, Malang, dan Bali untuk menyelesaikan misi saya,” kata Rere.

Di Yogyakarta, mantan fotografer jurnalistik di Kantor Berita Antara (2005-2016) ini menggelar diskusi buku fotonya dengan Andi Ari Setiadi dari Gueari Galeri sebagai pembicara dan Wawan H Prabowo sebagai moderator, Rabu, 26 Juni 2024 malam.

Bekerja sama dengan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Yogyakarta, ia juga menggelar pameran fotografi yang dilangsungkan hingga 5 Juli 2024 di Dhongso Mie Ayam Bakso di Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.

Baca Juga: Fahrul Muzaqqi, Ormas yang Terima Konsesi Tambang akan Punya Utang Politik

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: konservasi alamorangutan Hopepeduli alamPFI JogjaRegina Safri

Editor

Next Post
Elang jawa di hutan Wanagama, Gunungkidul. Foto Wanaloka.com.

Kata Guru Besar IPB University Soal Konservasi Raptor, Dugong dan Kelelawar

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi rumah adat Sumatra Barat. Foto IndrabinYusuf/pixabay.com.Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.Diet Karnivora Tidak Aman, Ini Risikonya
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi kelelawar di pepohonan. Foto ignartonosbg/pixabay.com.Pakar Ingatkan, Virus Nipah Berpotensi Menular Antarmanusia
    In Rehat
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, 6 Februari 2026. Foto BPBD Tegal.Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Dua Ribu Lebih Warga Mengungsi
    In Bencana
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Ilustrasi manusia terdampak cuaca panas ekstrem. Foto Franz26/pixabay.com.Dampak Cuaca Ekstrem, Suhu, Banjir dan Longsor Meningkat 16 Tahun Terakhir
    In News
    Jumat, 6 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media