Senin, 25 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kata Guru Besar IPB University Soal Konservasi Raptor, Dugong dan Kelelawar

Konservasi juga diperlukan bagi satwa liar, yakni hewan yang hidup bebas di alam dan perlu dilindungi.

Rabu, 26 Juni 2024
A A
Elang jawa di hutan Wanagama, Gunungkidul. Foto Wanaloka.com.

Elang jawa di hutan Wanagama, Gunungkidul. Foto Wanaloka.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Indonesia menjadi lintasan migrasi bagi banyak raptor. Namun, kerusakan habitat dan perburuan ilegal telah mengancam keselamatan raptor tersebut.

Menurut Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University, Prof. Syartinilia diperlukan manajemen lanskap terintegrasi yang menggunakan paradigma ekologi lanskap. Ekologi lanskap memungkinkan integrasi yang komprehensif dari struktur, fungsi, dan perubahan lanskap, dengan memperhatikan berbagai faktor yang mempengaruhi interaksi ekologis.

“Paradigma tersebut mengombinasikan struktur lanskap dengan manajemen multi-skala, menghubungkan fungsi lanskap dengan manajemen lintas-batas, manajemen yang adaptif pada perubahan, dan manajemen yang menggabungkan unsur-unsur tersebut untuk mencapai integritas lanskap yang berkelanjutan,” papar Syartinilia dalam Konferensi Pers Pra Orasi Ilmiah Guru Besar IPB University pada 5 Juni 2024.

Baca Juga: Foto Jurnalis Regina Safri Tularkan Virus Peduli Alam di 16 Kota

Berdasarkan perilaku, raptor terbagi menjadi dua kelompok. Pertama, raptor yang menetap (endemik), seperti elang jawa (Nisaetus bartelsi). Kedua, raptor yang bermigrasi seperti sikep-madu asia (Pernis ptilorhynchus).

Pada kasus elang jawa diterapkan pendekatan multi-skala untuk memahami struktur lanskap dengan fokus pada patch habitat pada skala mikro, meso dan makro. Temuan terbaru menunjukkan keberadaan patch habitat elang jawa di dataran rendah mengalami penurunan yang tidak terdeteksi sebelumnya.

“Penurunan luas habitat potensial elang jawa disebabkan degradasi hutan dan dampak perubahan iklim serta aktivitas manusia. Proyeksi tahun 2050 menunjukkan kemungkinan penurunan luas habitat potensial elang jawa yang signifikan,” ungkap Syartinilia.

Baca Juga: Rina Mardiana, Informasi PSN Rempang Ecocity Tak Transparan

Ia menyebut sikep-madu asia sebagai raptor yang bermigrasi dan memiliki peran penting sebagai indikator kesehatan ekosistem global. Perubahan iklim mengancam habitat dan jarak migrasi sikep-madu asia berdasarkan model proyeksi menunjukkan penurunan luas habitat di masa depan.

Jadi penting ada adopsi paradigma terintegrasi dalam manajemen lanskap untuk mengatasi konflik manajemen konvensional dan menjaga integritas lanskap. Konservasi habitat dan pemahaman lebih lanjut tentang perubahan lanskap menjadi bagian penting dari strategi konservasi untuk spesies raptor, baik yang endemik seperti elang jawa maupun yang bermigrasi seperti sikep-madu asia.

 Konservasi Dugong dan Kelelawar

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: dugongIPB Universitykelelawarkonservasi satwa liarraptor

Editor

Next Post
Ilustrasi bakteri. Foto qimono/pixabay.com.

Infeksi Bakteri “Pemakan Daging” di Jepang Menular Lewat Droplet dan Pernafasan

Discussion about this post

TERKINI

  • Guru Besar Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University, Prof. Edy Hartulistiyoso. Foto Dok. IPB University. IEdy Hartulistiyoso: Panas Sisa Industri Bisa Diubah Jadi Energi Listrik
    In Sosok
    Sabtu, 23 Mei 2026
  • Ikan nila, salah satu ikan invasif di perairan Indonesia. Foto distankan.bulelengkab.go.id.Sekitar 20 dari 50 Jenis Ikan Asing di Perairan Umum Indonesia Kategori Invasif
    In Lingkungan
    Sabtu, 23 Mei 2026
  • Teknologi untuk riset kualitas udara. Foto Dok. BRIN.BRIN Teliti Kualitas Udara Tiga Kota, Bandung Lampaui Batas Aman
    In Lingkungan
    Jumat, 22 Mei 2026
  • Presiden Prabowo Subianto saat akan menyampaikan pidato pada Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026, 20 Mei 2026. Foto Kris/BPMI Setpres.Cabut PP 21/2026, Potensi Kerusakan SDA Sulit Dipertanggungjawabkan
    In Lingkungan
    Jumat, 22 Mei 2026
  • Warga Makassar memprotes rencana pendirian PSEL di dekat permukiman. Foto Dok. Walhi Sulawesi Selatan.Proyek PSEL di Makassar dan Yogyakarta, Transisi Darurat Sampah ke Darurat Kesehatan
    In Lingkungan
    Kamis, 21 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media