Senin, 9 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Gamahumat akan Diuji Coba untuk Memperbaiki Kesuburan Tanah di Lahan Bekas Tambang

Selasa, 29 April 2025
A A
Tim peneliti Gamahumat dari Universitas Gadjah Mada bersama perwakilan Kementerian ESDM dan PT. Bukit Asam melaksanakan panen raya padi di persawahan Bimomartani, Ngemplak, Sleman, 24 April 2025. Foto Dok. UGM.

Tim peneliti Gamahumat dari Universitas Gadjah Mada bersama perwakilan Kementerian ESDM dan PT. Bukit Asam melaksanakan panen raya padi di persawahan Bimomartani, Ngemplak, Sleman, 24 April 2025. Foto Dok. UGM.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Gamahumat merupakan pembenah tanah atau stabilisator tanah yang terdiri atas senyawa berupa asam humat dan asam fulvat yang berasal dari ekstraksi batu bara dengan kalori rendah. Pemberian humat di lahan pertanian diharapkan mampu meningkatkan penyimpanan pupuk yang diberikan pada tanaman sehingga penggunaan pupuk lebih efisien.

Sementara tanaman memerlukan kondisi tanah kaya unsur hara dan mineral supaya dapat tumbuh dengan baik. Saat tanaman dipanen, tidak jarang kondisi tanah rusak dan tidak dapat digunakan kembali.

Kondisi inilah yang dipikirkan Tim Peneliti Gamahumat. Bahwa inovasi Gamahumat diharapkan dapat memperbaiki tanah sehingga dapat mempertahankan kandungan pada tanah dan suplemen yang diberikan pada tumbuhan baik tanaman ataupun nutrisi lainnya.

Baca juga: Akademisi dan LBH se-Jawa Ajukan Permohonan Informasi Publik Soal Pengelolaan PLTU ke KLH

Anggota Tim Peneliti Gamahumat Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Himawan Tri Bayu Murti Petrus menuturkan, pihaknya sedang mengujicobakan Gamahumat di beberapa jenis tanah berbeda, seperti tanah kapur dan tanah vulkanik serta jenis komoditas berbeda seperti buah-buahan.

“Tim juga berencana untuk menggunakannya di lahan bekas tambang sehingga tanah yang sudah rusak dapat diperbaiki sekaligus menjadi lahan penghijauan,” kata Himawan.

Sebelumnya, Tim Peneliti Gamahumat UGM bersama perwakilan Kementerian ESDM dan PT. Bukit Asam melaksanakan panen raya padi di persawahan Bimomartani, Ngemplak, Sleman, Kamis, 24 April 2025. Panen tersebut sekaligus untuk mengetahui efektifitas penggunaan Gamahumat dan nanosilika yang diinovasi. Juga memperkenalkan inovasi Gamahumat kepada perwakilan masyarakat, pemerintah dan industri.

Baca juga: Bencana Karhutla 244 Hari, Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2025 Digelar

Guru Besar Departemen Geologi UGM Prof. Ferian Anggara, selaku Ketua Tim Peneliti Gamahumat memaparkan pemberian humat pada tanah yang ditanami komoditas pertanian dapat menjaga kondisi dan struktur tanah. Ketika kondisi tanah lebih baik, pupuk dapat tersimpan di tanah lebih awet sehingga penggunaanya dapat dikurangi.

“Senyawa humat ini dapat mengikat nitrogen yang ada pada kandungan pupuk,” jelas dia.

Panen kali ini merupakan kali kedua Gamahumat diujicobakan pada padi di wilayah Bimomartani. Hasil uji coba sebelumnya sudah dipanen pada Oktober 2024. Hasil panen sebelumnya menunjukkan penggunaan Gamahumat dapat mendekati layaknya produktivitas padi yang sepenuhnya menggunakan NPK dan urea.

Baca juga: Bukan Lagi PSN, Pemerintah Seharusnya Hentikan Proyek Rempang Eco City

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: ekstraksi batu baraGamahumatlahan bekas tambanglahan penghijauan

Editor

Next Post
Semburan lumpur panas muncul di Kabupaten Mandailing Natal, 25 April 2025. Foto BPBD Mandailing Natal.

Ada 15 Titik Semburan Lumpur Panas Muncul di Mandailing Natal

Discussion about this post

TERKINI

  • Kaoem Telapak desak pemerintah usut tuntas dugaan pembalakan liar dan pencucian kayu Merbau di Nabire, Papua Tengah. Foto Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pembalakan di Nabire
    In News
    Rabu, 4 November 2026
  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media