Kamis, 24 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Gamahumat akan Diuji Coba untuk Memperbaiki Kesuburan Tanah di Lahan Bekas Tambang

Selasa, 29 April 2025
A A
Tim peneliti Gamahumat dari Universitas Gadjah Mada bersama perwakilan Kementerian ESDM dan PT. Bukit Asam melaksanakan panen raya padi di persawahan Bimomartani, Ngemplak, Sleman, 24 April 2025. Foto Dok. UGM.

Tim peneliti Gamahumat dari Universitas Gadjah Mada bersama perwakilan Kementerian ESDM dan PT. Bukit Asam melaksanakan panen raya padi di persawahan Bimomartani, Ngemplak, Sleman, 24 April 2025. Foto Dok. UGM.

Share on FacebookShare on Twitter

Bedanya, tim peneliti mencoba beberapa variabel untuk mengetahui kondisi mana yang lebih efektif untuk digunakan. Salah satu variabelnya adalah penggunaan Gamahumat yang ditambah dengan pemberian nanosilika.

“Nanosilika ini bisa membuat batang tumbuhan bertahan lebih kuat,” terang Ferian.

Efeknya, nutrisi di tumbuhan terdistribusi lebih efektif dan tanaman lebih kuat dalam menghadapi hama dan perubahan cuaca ekstrem.

Baca juga: Pelaku Perdagangan Cula Badak Jawa di Ujung Kulon Batal Bebas

Selain itu, Dosen Departemen Ilmu Tanah Fakultas Pertanian UGM sekaligus anggota Tim Peneliti Gamahumat, Cahyo Wulandari menyatakan bahwa kondisi tanah yang berhumat dapat menyimpan pupuk jadi lebih baik. Tingkat efisiensi tanah dalam menyimpan pupuk mencapai hingga 20-50 persen lebih baik.

“Pemberian Gamahumat juga disebut berpengaruh terhadap hasil panen,” kata dia, 28 April 2025.

Berdasarkan hasil pengamatannya, saat tanaman padi diberi pupuk NPK 100 persen serta ditambah Gamahumat dan nanosilika bisa meningkatkan jumlah bulir isi hingga 62 persen.

Baca juga: Bukan Lagi PSN, Pemerintah Seharusnya Hentikan Proyek Rempang Eco City

“Hasilnya masih perlu diteliti lebih lanjut di laboratorium. Jika ini dapat terwujud penggunaannya, biaya humat dapat ditekan dan mengurangi angka impor dari luar negeri,” imbuh dia.

Perwakilan PT Bukit Asam, Bagus Totok Purnomo mengapresiasi Gamahumat sebagai salah satu implementasi hilirisasi batu bara kalori rendah yang sedang didorong pemerintah. Perwakilan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Eko Budi Cahyono berharap hasil Gamahumat agar segera dikaji dan kemudian bisa dibawa ke kementerian untuk segera dikembangkan lebih lanjut. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: ekstraksi batu baraGamahumatlahan bekas tambanglahan penghijauan

Editor

Next Post
Semburan lumpur panas muncul di Kabupaten Mandailing Natal, 25 April 2025. Foto BPBD Mandailing Natal.

Ada 15 Titik Semburan Lumpur Panas Muncul di Mandailing Natal

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media