Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Gamahumat, Ekstraksi Batu Bara Kalori Rendah untuk Soil Stabilizer

Penggunaan 15 persen Gamahumat dapat mengurangi pupuk 15-20 persen dari takaran normal.

Kamis, 31 Oktober 2024
A A
Inovasi hasil ekstraksi batu bara berkalori rendah menjadi Gamahumat. Foto Dok. UGM.

Inovasi hasil ekstraksi batu bara berkalori rendah menjadi Gamahumat. Foto Dok. UGM.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Batu bara kalori rendah yang tidak dapat digunakan menjadi feed coal pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dapat diinovasi menjadi Gamahumat. Gamahumat adalah senyawa humat berupa asam humat dan asam fulvat yang berasal dari ekstraksi batu bara dengan kalori rendah.

Produk inovasi tim peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) ini berfungsi sebagai pembenah tanah (soil stabilizer) yang bernilai tinggi. Produk pembenah tanah yang dikembangkan Guru Besar Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik UGM, Prof. Ferian Anggara ini diklaim mampu menjadi pendamping pupuk sehingga proporsi penggunaan pupuk dapat dikurangi.

Ia mencontohkan, dalam demplot padi yang diujicobakan di kawasan persawahan Bimomartani cukup menggunakan 15 persen NPK dan urea dari jumlah yang seharusnya. Sebanyak 15 persen Gamahumat memiliki andil 80 persen menghasilkan panen seperti full NPK-urea sehingga pupuk bisa dikurangi menjadi 15-20 persen dari takaran normal.

Baca Juga: Kisah Para Penjaga Gunung Api Jelang Erupsi hingga Banjir Pascaerupsi

“Hasil panen dapat mendekati layaknya produktivitas padi yang sepenuhnya menggunakan NPK dan urea,” kata Ferian kepada wartawan, Rabu, 30 Oktober 2024.

Ferian mengungkapkan Indonesia mempunyai sumber daya batu bara kalori rendah mencapai 30 persen. Untuk menjamin ketersediaan bahan baku, ia menggandeng PT. Bukit Asam yang memiliki batu bara peringkat rendah dan teruji untuk memproduksi Gamahumat.

Kerjasama ini telah terjalin sejak 2018 dengan pemberian research funding. Pada tahun 2023, PT. Bukit Asam memberi dana padanan dalam skema matching fund Kedaireka untuk melakukan analisis laboratorium guna mendapat proses ekstraksi yang paling optimal dan membuat prototipenya.

Baca Juga: Rangkong Badak, Baning Cokelat dan Lutung Dilepasliarkan ke Habitatnya

“Saat ini, alat tersebut mampu memproduksi 20 liter senyawa humat basah per hari dari 5 kilogram batu bara umpan,” kata Ketua Tim Peneliti Gamahumat ini.

Ia mengaku tengah melakukan penelitian Gamahumat ke level pilot project. Rencananya, tahun ini pihaknya akan melakukan fabrikasi alat di Jogja. Kemudian, tahun 2025 akan dioperasikan di Peranap, Riau, tepatnya di lokasi Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Bukit Asam yang mempunyai cadangan batu bara mencapai 600 juta ton.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: batu baraGamahumatJurusan Teknik Geologi UGMpembenah tanahProf. Ferian Anggarasoil stabilizer

Editor

Next Post
Aksi Bersih Sungai di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cipinang, Jumat, 1 November 2024. Foto PPID KLHK.

Setengah dari 8000 Ton Sampah per Hari di Jakarta Berupa Sisa Makanan

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media