Selasa, 1 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Gelombang Rossby Ekuatorial, Pemicu Hujan Ekstrem di Padang dan Jayapura

Temuan ini diharapkan dapat mendukung penguatan sistem peringatan dini serta mitigasi bencana hidrometeorologi di wilayah Indonesia.

Sabtu, 21 Februari 2026
A A
Gelombang Rossby Ekuatorial. Foto BRIN.

Gelombang Rossby Ekuatorial. Foto BRIN.

Share on FacebookShare on Twitter

Namun peningkatan tertinggi justru terjadi ketika beberapa mekanisme atmosfer aktif secara bersamaan, seperti ER waves, MJO, Kelvin, dan sirkulasi meridional. Kemudian membentuk konvergensi terfokus di wilayah pesisir dan diperkuat topografi.

Baca juga: Bioplastik Berbahan Pati Singkong dan Gelatin Cangkang Telur Ayam Kampung

Sementara di Kota Jayapura, peningkatan peluang hujan ekstrem paling kuat terjadi ketika Gelombang Rossby Ekuatorial berinteraksi dengan sirkulasi meridional. Kombinasi tersebut menjadi lebih signifikan ketika turut melibatkan gelombang Mixed Rossby-Gravity (MRG) yang membantu memfokuskan konvergensi di sekitar ekuator dan memperkuat akumulasi uap air di utara Papua.

Sementara perbedaan karakteristik kedua kota tercermin dalam pola waktu kejadian hujan ekstrem. Di Padang, puncak hujan ekstrem umumnya terjadi pada sore hingga malam hari, sejalan dengan pengaruh pemanasan siang dan penguatan orografis.

Sebaliknya, di Jayapura, puncak hujan ekstrem lebih dominan terjadi pada dini hari yang mencerminkan peran proses laut dan propagasi sistem konvektif yang dipengaruhi gelombang atmosfer.

Studi ini menegaskan bahwa untuk memahami dan meningkatkan kemampuan prediksi kejadian hujan ekstrem di Indonesia, diperlukan pendekatan yang melihat interaksi antar proses atmosfer secara terpadu. Bukan hanya satu faktor secara terpisah.

“Temuan ini diharapkan dapat mendukung penguatan sistem peringatan dini serta mitigasi bencana hidrometeorologi di wilayah Indonesia yang rentan terhadap variabilitas iklim tropis,” harap Fadli dalam siaran tertulis, Jumat, 20 Februari 2026. [WLC02]

Sumber: BRIN

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Gelombang Rossby EkuatorialHujan EkstremIklim TropisPRIA BRIN

Editor

Next Post
Ilustrasi daerah kepulauan di Indonesia. Foto Walhi.

Kritik Walhi, RUU Daerah Kepulauan Hanya Memperkuat Posisi Pemda 

Discussion about this post

TERKINI

  • Karhutla di lahan gambut. Foto Dok. Walhi.Ribuan Titik Api di Lahan Gambut dan Konsesi, Walhi: Bukti Negara Gagal Memaksa Korporasi Bertanggung Jawab
    In Lingkungan
    Senin, 31 Agustus 2026
  • Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra utara, 31 Agustus 2026 pukul 11.19. Foto Dok. Magma Indonesia.Gunung Sinabung Berstatus Siaga, PVMBG: Dimungkinkan Terjadi Erupsi Lebih Besar
    In Bencana
    Senin, 31 Agustus 2026
  • Upaya pemadaman karhutla di Kalimantan, 23 agustus 2026. Foto Dok. BNPB.Karhutla Kalimantan, Legislator: Warga Lokal Tak Bisa Terus Disalahkan, Cabut Izin Korporasi yang Terlibat
    In News
    Senin, 24 Agustus 2026
  • Penanganan karhutla di Lampung Timur, 21 Agustus 2026. Foto Dok. BNPB.Karhutla Berulang Bukan Fenomena Iklim, Walhi: Akibat Negara Salah Urus Tak Sampai Akar Masalah
    In Lingkungan
    Senin, 24 Agustus 2026
  • Titik-titik api karhutla di Pulau Kalimantan. Foto Istimewa.Hukuman Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan: Cabut Izin dan Pulihkan Lingkungan!
    In News
    Minggu, 23 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media