Minggu, 23 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Gempa di Selatan Jember Magnitudo 5,0 Dipicu Aktivitas Deformasi Kerak Bumi

Kamis, 10 November 2022
A A
Pusat gempa di Selatan Jember, Jawa Timur, magnitudo 5,0 pada Kamis, 10 November 2022, pukul 00.41 WIB. Foto tangkap layar Google Earth berdasarkan koordinat episentrum gempa.

Pusat gempa di Selatan Jember, Jawa Timur, magnitudo 5,0 pada Kamis, 10 November 2022, pukul 00.41 WIB. Foto tangkap layar Google Earth berdasarkan koordinat episentrum gempa.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengabarkan terjadi gempa di Selatan Jember, Jawa Timur, dengan magnitudo 5,0. Gempa terjadi pada Kamis, 10 November 2022, pukul 00.41 WIB.

BMKG menegaskan, gempa tektonik magnitudo 5,0 berpusat di laut, tidak berpotensi tsunami. Pusat gempa berada di laut yang berjarak 333 kilometer arah Selatan Kota Jember.

“Hingga pukul 01.00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock),” kata Plt Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG, Daryono.

Berdasarkan analisis BMKG, gempa tektonik di Selatan Jember, memiliki parameter update dengan Magnitudo 4,9.

Baca Juga: Gunung Semeru Kembali Meletus, Patuhi Rekomendasi PVMBG

Pusat gempa terletak pada koordinat 11,18 derajat Lintang Selatan, 113,36 derajat Bujur Timut, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 333 kilometer arah Selatan Kota Jember, Jawa Timur, pada kedalaman 12 kilometer.

Dengan memperhatikan lokasi episentrum dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas deformasi kerak bumi di zona outer-rise.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault),” jelas Daryono.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BMKGdeformasi kerak bumigempa dangkalgempa di Selatan Jembergempa hari inigempa tektonikgempa terkiniJawa TimurKabupaten Jemberzona outer rise

Editor

Next Post
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. Foto bmkg.go.id.

Serba Serbi KTT G20, BMKG Perbarui Aplikasi InfoBMKG

Discussion about this post

TERKINI

  • Titik-titik api karhutla di Pulau Kalimantan. Foto Istimewa.Hukuman Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan: Cabut Izin dan Pulihkan Lingkungan!
    In News
    Minggu, 23 Agustus 2026
  • Pembangunan On The Rock di kawasan Pantai Watubolong di KBAK Gunungsewu di Kabupaten Gunungkidul, 8 Agustus 2026. (Foto Instimewa)Akses Dibatasi, Negara Harus Investigasi Perizinan Ekspansi Industri Wisata di Pantai Watubolong
    In News
    Minggu, 23 Agustus 2026
  • Visual pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, 20 Agustus 2026. (BNPB)Karhutla Ancaman Serius: Utamakan Penjagaan Sebelum Api Datang, Bukan Pencegahan
    In Bencana
    Sabtu, 22 Agustus 2026
  • Pekan Rakyat Lingkungan Hidup dan KNLH 2026, di Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Jumat, 21 Agustus 2026. (Tim Media PRLH 2026)Pulihkan Indonesia untuk Keadilan Ekologis: Hentikan Sumber-sumber Kerusakan!
    In News
    Jumat, 21 Agustus 2026
  • Diskusi dan pemutaran film Film dokumenter “Jejak Kolonial di Hutan Jawaˮ dalam Festival Udin 2026, 15 Agustus 2026. (Dok. Festival Udin 2026)Co-firing Biomassa dari Proyek Bioenergi Kayu di Jawa Korbankan Ekosistem Hutan dan Masyarakat
    In Lingkungan
    Selasa, 18 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media