Minggu, 19 April 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Gempadewa Tolak Pengukuran Lahan Tahap 2 di Wadas

Pengukuran lahan tahap II untuk penambangan andesit tetap dilakukan. Dan warga Wadas yang menolak tetap menolak dengan menggelar aksi tutup mulut.

Jumat, 15 Juli 2022
A A
Warga Wadas menggelar aksi tutup mulut menolak pengukuran tahap II untuk penambangan andesit, 14 Juli 2022. Foto: Dok. Gempadewa.

Warga Wadas menggelar aksi tutup mulut menolak pengukuran tahap II untuk penambangan andesit, 14 Juli 2022. Foto: Dok. Gempadewa.

Share on FacebookShare on Twitter

Sementara bertopi besek adalah simbol tradisi perempuan Wadas yang akan hilang karena bambu sebagai bahan baku membuat besek akan punah akibat tambang. Bibit tanaman yang dibawa adalah simbol konsistensi mereka menjaga alam. Sedangkan uang yang ditempelkan di bagian muka ini adalah simbol bahwa alam sebagai karunia Allah SWT itu tidak bisa diganti dengan uang.

“Kami tidak silau dengan uang ganti rugi miliaran rupiah sehingga tega merusak alam,” ujar Sulimah, salah satu warga yang ikut aksi.

Warga Wadas juga menuntut kekerasan terhadap warga Wadas pada 23 April 2021 dan 8 Februari 2022 diadili. Serta mendesak Gubernur Jawa Tengah menghentikan segala bentuk pengukuran dan berdialog dengan masyarakat Wadas.

Baca Juga: Gempa Hari Ini, Guncangan Dirasakan hingga Skala III MMI di Kota Jayapura

“Kami minta Presiden Joko Widodo segera menyelesaikan kasus di Wadas,” imbuh Sulimah.

Sesampai di halaman Balai Desa Wadas, enam perwakilan warga meletakkan bibit pohon di halaman sebagai simbol alam Wadas harus lestari. Sedangkan poster-poster yang mereka bawa ditinggal di sana dengan harapan pemerintah membacanya.

Warga Wadas melakukan aksi tutuup mulut menolak pengukuran lahan sambil membawa bibit tanaman, 14 Juli 2022. Foto Dok. Gempadewa.
Warga Wadas melakukan aksi tutuup mulut menolak pengukuran lahan sambil membawa bibit tanaman, 14 Juli 2022. Foto Dok. Gempadewa.

Sementara terhadap warga Wadas yang tetap menolak pengukuran untuk penambangan, Andri Kristanto menyatakan tidak akan memaksa.

“Sampai sekarang tidak kami sentuh. Itu hak mereka. Kami hargai kebebasan mereka. Kalua belum siap, kami nggak akan mengukur,” kata Andri.

Sedangkan Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah, Trsino Raharjo berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan hukum terhadap warga Wadas yang tetap menolak penambangan. Meskipun pemerintah nanti tetap memaksakan diri melakukan penambangan di sana.

“Jangan sampai masyarakat yang menolak melepas tanahnya, dipaksa. Biarkan saja. Konsinyasi juga tak baik dilakukan. Kami akan melakukan pendampingan warga yang tetap ingin mempertahankan lingkungannya,” papar Trisno. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Bendungan BenerDesa WadasGempadewapenambangan andesitPSNwarga Wadas

Editor

Next Post
Pusat Perdagangan Batu Permata dan Kerajinan Pasar Inpres Kebun Sayur Balikpapan. Foto maritim.go.id.

Pasar Kebun Sayur yang Tak Menjual Sayur

Discussion about this post

TERKINI

  • Ketebalan 'salju abadi' Pegunungan Jayawijaya, Papua tinggal 4 meter pada 2024. Foto Dok. BMKG.Salju Abadi Puncak Jaya akan Hilang, Kurangi Pemakaian Bahan Bakar Fosil
    In IPTEK
    Sabtu, 18 April 2026
  • Hari Hemofilia Sedunia. Foto satheeshsankaran/pixabay.com.Hemofilia, Penyakit Bangsawan Britania Raya yang Ditemukan Saat Anak Usai Sunat di Indonesia
    In Rehat
    Jumat, 17 April 2026
  • Komisi III DPR RI menggelar RDPU dengan petani Pino Raya. Foto Istimewa.Petani Pino Raya Ditembak dan Jadi Tersangka, DPR Janjikan Rapat Dengar Pendapat
    In News
    Jumat, 17 April 2026
  • Idea serahkan sengketa informasi terkait dokumen perizinan pendirian objek wisata di kawasan karst Gunungsewu di Gunungkidul, 14 April 2026. Foto KSKG.Dokumen Izin Wisata di Karst Gunungsewu Tertutup, Idea Serahkan Sengketa Informasi
    In News
    Selasa, 14 April 2026
  • Dokter menjelaskan kondisi paru-paru peserta ACF melalui hasil foto rontgen yang muncul hanya sesaat setelah melakukan rontgen. Foto Pusat Kedokteran Tropis UGM.Jemput Bola Eliminasi TBC Targetkan 3.000 Warga di Gunungkidul
    In News
    Senin, 13 April 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media