Jumat, 30 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Gempadewa Tolak Pengukuran Lahan Tahap 2 di Wadas

Pengukuran lahan tahap II untuk penambangan andesit tetap dilakukan. Dan warga Wadas yang menolak tetap menolak dengan menggelar aksi tutup mulut.

Jumat, 15 Juli 2022
A A
Warga Wadas menggelar aksi tutup mulut menolak pengukuran tahap II untuk penambangan andesit, 14 Juli 2022. Foto: Dok. Gempadewa.

Warga Wadas menggelar aksi tutup mulut menolak pengukuran tahap II untuk penambangan andesit, 14 Juli 2022. Foto: Dok. Gempadewa.

Share on FacebookShare on Twitter

Sementara bertopi besek adalah simbol tradisi perempuan Wadas yang akan hilang karena bambu sebagai bahan baku membuat besek akan punah akibat tambang. Bibit tanaman yang dibawa adalah simbol konsistensi mereka menjaga alam. Sedangkan uang yang ditempelkan di bagian muka ini adalah simbol bahwa alam sebagai karunia Allah SWT itu tidak bisa diganti dengan uang.

“Kami tidak silau dengan uang ganti rugi miliaran rupiah sehingga tega merusak alam,” ujar Sulimah, salah satu warga yang ikut aksi.

Warga Wadas juga menuntut kekerasan terhadap warga Wadas pada 23 April 2021 dan 8 Februari 2022 diadili. Serta mendesak Gubernur Jawa Tengah menghentikan segala bentuk pengukuran dan berdialog dengan masyarakat Wadas.

Baca Juga: Gempa Hari Ini, Guncangan Dirasakan hingga Skala III MMI di Kota Jayapura

“Kami minta Presiden Joko Widodo segera menyelesaikan kasus di Wadas,” imbuh Sulimah.

Sesampai di halaman Balai Desa Wadas, enam perwakilan warga meletakkan bibit pohon di halaman sebagai simbol alam Wadas harus lestari. Sedangkan poster-poster yang mereka bawa ditinggal di sana dengan harapan pemerintah membacanya.

Warga Wadas melakukan aksi tutuup mulut menolak pengukuran lahan sambil membawa bibit tanaman, 14 Juli 2022. Foto Dok. Gempadewa.
Warga Wadas melakukan aksi tutuup mulut menolak pengukuran lahan sambil membawa bibit tanaman, 14 Juli 2022. Foto Dok. Gempadewa.

Sementara terhadap warga Wadas yang tetap menolak pengukuran untuk penambangan, Andri Kristanto menyatakan tidak akan memaksa.

“Sampai sekarang tidak kami sentuh. Itu hak mereka. Kami hargai kebebasan mereka. Kalua belum siap, kami nggak akan mengukur,” kata Andri.

Sedangkan Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah, Trsino Raharjo berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan hukum terhadap warga Wadas yang tetap menolak penambangan. Meskipun pemerintah nanti tetap memaksakan diri melakukan penambangan di sana.

“Jangan sampai masyarakat yang menolak melepas tanahnya, dipaksa. Biarkan saja. Konsinyasi juga tak baik dilakukan. Kami akan melakukan pendampingan warga yang tetap ingin mempertahankan lingkungannya,” papar Trisno. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Bendungan BenerDesa WadasGempadewapenambangan andesitPSNwarga Wadas

Editor

Next Post
Pusat Perdagangan Batu Permata dan Kerajinan Pasar Inpres Kebun Sayur Balikpapan. Foto maritim.go.id.

Pasar Kebun Sayur yang Tak Menjual Sayur

Discussion about this post

TERKINI

  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Foto Greenpeace Indonesia.Dua Tahun Rezim Prabowo, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk ‘Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah’
    In News
    Selasa, 20 Oktober 2026
  • Bencana Sumatra. Foto Walhi.Tidak Tetapkan Bencana Sumatra Sebagai Bencana Nasional, Prabowo Digugat
    In News
    Senin, 19 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media