Jumat, 29 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

GPS Collar Mitigasi Konflik Gajah Sumatera Liar di Sumatera Selatan

Senin, 15 Mei 2023
A A
Tim pemasangan GPS Collar pada gajah sumatera liar di habitatnya, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Foto ppid.m

Tim pemasangan GPS Collar pada gajah sumatera liar di habitatnya, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Foto ppid.m

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Upaya mitigasi konflik gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) liar dengan manusia di Provinsi Sumatera Selatan, kembali dilakukan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan dengan memasang Global Positioning System Collar (GPS Collar) kepada kelompok gajah sumatera liar dengan jumlah 13 ekor.

Pemasangan GPS Collar dilakukan pada ‘pimpinan’ gajah sumatera liar berkelamin betina yang diberinama Meisya dengan berusia sekitar 25 tahun dengan bobot 2,7 ton.

Langkah mitigasi konflik gajah sumatera liar dengan manusia di Sumatera Selatan ini merupakan yang ketiga kali dilakukan dalam kurun waktu 2022 hingga 2023.

Baca Juga: Mitigasi Konflik dengan Gajah, dari Konvensional hingga Teknologi

Pada tahun 2022, BKSDA Sumatera Selatan melakukan pemasangan GPS Collar terhadap dua kelompok gajah sumatera liar yakni kelompok Meilani berjumlah 34 ekor gajah, dan kelompok Meissi berjumlah 14 ekor gajah.

Kepala BKSDA Sumatera Selatan, Ujang Wisnu Barata menyebutkan, kawasan Sugihan-Simpang Heran merupakan areal habitat gajah yang memiliki luas sekitar 632 ribu hektar, merupakan koridor di kawasan hutan produksi.

“Koridor tersebut didelineasi atas dasar pertimbangan jejak kehadiran dan hasil monitoring berkala,” kata Ujang.

Pemasangan GPS Collar berhasil dilakukan pada Minggu, 14 Mei 2023 lalu.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BKSDA Sumatera SelatanGajah Sumateragajah sumatera liarGPS CollarKonservasi gajah sumateramitigasi konflik dengan gajah

Editor

Next Post
Siklon Mocha. Foto @VortixWx/twitter.com.

Dampak Siklon Mocha, Utara Indonesia Alami Kekeringan

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media