Senin, 18 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Green Design, Kontribusi Dunia Fashion agar Ramah Lingkungan

Dunia fashion adalah salah satu penyumbang pencemaran lingkungan. Di sisi lain, juga punya kontribusi bagi lingkungan. Bagaimana caranya?

Senin, 11 April 2022
A A
Ilustrasi fashion ramah lingkungan. Foto PublicDomainPictures/pixabay.com.

Ilustrasi fashion ramah lingkungan. Foto PublicDomainPictures/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Desain yang baik adalah desain yang inovatif, yang membuat produk berguna, estetis, dapat dipahami, jujur, tidak mencolok ataupun berlebihan, awet, konsisten dan teliti pada tiap detailnya. Serta ramah lingkungan dan menunjukkan upaya desain yang minimal.

Kedua, satu hal yang krusial dalam memberikan rekomendasi green design adalah dengan mengetahui siklus produk dalam fashion. Siklus ini menyediakan tolak ukur kuantitatif untuk menilai dampak lingkungan dari suatu bahan atau produk.

Baca Juga: Walhi: Krisis Iklim dan Penangkapan Ikan Terukur Sebabkan Jumlah Nelayan Turun

“Dengan diketahuinya siklus produk fashion, desainer dapat mempertimbangkan setiap tahap dalam proses fashion tersebut, termasuk tahap pembongkaran kembali untuk didaur ulang seratnya,”

Ketiga, konsep selanjutnya adalah dengan menggunakan buzz marketing, yakni menjadikan influencer sebagai bagian dari pola pemasaran mulut ke mulut yang dinilai lebih berkelanjutan dan hijau. Gaya dan pernyataan yang disukai oleh pengikut influencer ini akan diadopsi dan diunggah ulang oleh pengikut, sehingga informasi akan tersebar luas dalam waktu cepat.

Keempat, perlu diadakan edukasi untuk mendorong kebiasaan sustainable melalui strategi pemasaran. Pabrik juga dapat sedikit demi sedikit melakukan dematerialisasi yang etis secara sosial, salah satunya dengan menggunakan eco-material.

“Hal paling mudah yang dapat dilakukan individu adalah lebih peduli jejak karbon dan jejak ekologis, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya. [WLC02]

Sumber: itb.ac.id

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: fashiongreen designgreen marketingGreta ThunbergITBmilestonePencemaran lingkungan

Editor

Next Post
Wakil Ketua Baleg Willy Aditya dan Ketua DPR Puan Maharani. Foto dpr.go.id.

RUU TPKS Sah Menjadi UU, Puan: Hadiah Hari Kartini

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi kualitas udara di kota besar yang memburuk. Foto Yamu_Jay/Pixabay.com.Walhi: Pantauan Kualitas Udara Lima Kota Besar Indonesia Memburuk
    In News
    Rabu, 13 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Bergadder/Pixabay.com.Mengenal Hantavirus, Penyakit Zoonosis dengan Rantai Penularan Utama dari Tikus
    In Rehat
    Rabu, 13 Mei 2026
  • Mengapati dan mendokumentasikan letusan Gunung Sakurajima di Jepang pada 2013 dari jauh. Foto Dok. Mirzam Abdurrachman.Erupsi Dukono, Pentingnya Pemahaman Risiko dan Peringatan Dini yang Mudah Dipahami
    In Rehat
    Selasa, 12 Mei 2026
  • Salah satu jenis anggrek Merapi. Foto Dok. TNG Merapi.Anggrek Merapi, Beraroma Wangi dan Mampu Bertahan Saat Erupsi
    In Rehat
    Selasa, 12 Mei 2026
  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media