Minggu, 4 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Gunung Karangetang Siaga, Perhatikan Imbauan Badan Geologi Berikut Ini

Rabu, 8 Februari 2023
A A
Gunung Karangetang Siaga. Foto vsi.esdm.go.id.

Gunung Karangetang Siaga. Foto vsi.esdm.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Badan Geologi menaikkan status Gunung Karangetang dari Level II (Waspada) ke Level III (Siaga) sejak Rabu, 8 Februari 2023, pukul 16.00 WIB. Gunung api jenis strato ini sejak 9 Februari 2021, berstatus Waspada.

Plt Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid menyatakan, kenaikkan status Gunung Karangetang dengan ketinggian 1.784 meter di atas permukaan laut, di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, berdasarkan pengamatan dan evaluasi aktivitas selama tujuh hari terakhir.

“Gunung api Karangetang merupakan gunungapi paling aktif di Indonesia dengan seringnya mengalami kejadian erupsi hampir setiap tahun,” ujar Wafid.

Baca Juga: Satu Tahun Represi, PTUN Putuskan Tambang Andesit di Wadas Tak Berkekuatan Hukum

Selama periode tanggal 1-7 Februari 2023, aktivitas gunung tersebut meningkat. Terekam 162 kali gempa Guguran, 54 kali gempa Hembusan, 66 kali gempa Fase Banyak, 3 kali gempa Vulkanik Dangkal, 23 kali gempa Vulkanik Dalam, 3 kali gempa Tektonik Lokal, 1 kali gempa Terasa (MMI I) dan 42 kali gempa Tektonik Jauh,”  kata Muhammad Wafid dalam siaran pers Badan Geologi.

Pada Januari 2023, hasil amatan Badan Geologi, aktivitas Gunung Karangetang meliputi 71 kali gempa Guguran, 52 kali gempa Hembusan, 8 kali Tremor Non-Harmonik, 94 kali gempa Hybrid/Fase Banyak, 19 gempa Vulkanik Dangkal, 152 gempa Vulkanik Dalam, 44 kali gempa Tektonik Lokal, 10 kali gempa Terasa, dan 371 kali gempa Tektonik Jauh.

“Hasil evaluasi aktivitas vulkanik secara visual dan kegempaan menunjukan terjadi peningkatan aktivitas, dan dinilai tingkat aktivitas Gunung Karangetang dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga), terhitung mulai tanggal 8 Februari 2023 pukul 16:00 WIB. Dalam tingkat aktivitas Level III (Siaga) masyarakat, pengunjung, wisatawan, pendaki tidak diperbolehkan beraktivitas dan mendekati area dalam radius 2,5 kilometer dari kawah Utama serta 3.5 kilometer  pada sektor selatan dan tenggara,” kata Wafid.

Baca Juga: Belajar dari Gempa Turki, Dosen UGM dan IPB University Ingatkan Soal Ini

Badan Geologi mengimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai yang berhulu dari puncak gunung agar mewaspadai bahaya sekunder berupa ancaman aliran lahar.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Badan Geologigunung api paling aktifGunung KarangetangGunung Karangetang SiagaKepulauan SitaroProvinsi Sulawesi UtaraPulau Siau

Editor

Next Post
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memeluk warga korban gempa Turki di Provinsi Kahramanmaras. Foto Kantor Kepresidenan Turki.

Gempa Terbesar Sejarah Turki, Korban Tewas hampir Capai 10 Ribu

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media