Minggu, 29 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Happy Ferdiansyah, Stop Pelihara Burung Liar!

Permintaan pasar yang tinggi menyebabkan maraknya perburuan burung. Kondisi hutan yang menjadi lahan pertanian juga ancaman upaya pelestarian burung.

Selasa, 10 September 2024
A A
Dokter hewan Happy Ferdiansyah. Foto Dok. Pribadi.

Dokter hewan Happy Ferdiansyah. Foto Dok. Pribadi.

Share on FacebookShare on Twitter

Kondisi hutan yang telah menjadi lahan pertanian juga menjadi ancaman pelestarian burung. Terutama lahan pertanian yang mengedepankan komersial dan keuntungan dapat mengancam kelestarian burung.

Stop Pelihara Burung Liar

Undang-undang tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya Nomor 32 Tahun 2024 telah mengatur Perlindungan Sumber Daya Alam (SDA) dan Ekosistem. Upaya edukasi turut mendukung peraturan tersebut.

“Yang jelas ada upaya pendampingan masyarakat sekitar kawasan konservasi dari berbagai pihak yang berwenang,” tutur Happy.

Baca Juga: Bisik Serayu Festival 2024, Seniman Prihatin atas Ekosistem Budaya Sungai yang Hilang

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang Lembaga Konservasi Nomor 22 Tahun 2019 mengatur upaya konservasi di luar kawasan. Gerakan konservasi oleh lembaga konservasi seperti, pusat rehabilitasi satwa dan pusat pengamatan satwa.

“Upaya yang paling bisa dilakukan oleh individu adalah dengan stop memelihara satwa liar, khususnya burung. Semakin tinggi permintaan atau pembelian burung di pasar, semakin tinggi perburuan burung liar. Populasi burung di alam liar akan menurun,” tegas Happy. [WLC02]

Sumber: Unair

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Alas Purwoburung liarKabupaten Banyuwangilembaga konservasipelestarian burung

Editor

Next Post
Pantai Ranjung Kelayang di Belitung.Foto Dok. Kemenparekraf.

Kaya Ragam Bebatuan, Bangka Belitung Punya Potensi Geowisata

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media