Jumat, 9 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Hari Tani 2022, Solidaritas Perempuan Kinasih: Kembali ke Pola Pertanian Lestari

Jumat, 23 September 2022
A A
Buruh tani untuk Hari Buruh Sedunia 2024. Foto Wanaoka.com

Buruh tani untuk Hari Buruh Sedunia 2024. Foto Wanaoka.com

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Menyambut Hari Tani Nasional ke-62 tahun yang diperingati setiap tanggal 24 September, Solidaritas Perempuan Kinasih bersama perempuan petani lestari Kelompok Tani Karisma Kulonprogo, Yogyakarta, menggaungkan kembali ke pola pertanian lestari.

Pola pertanian lestari memiliki tujuan dan semangat untuk kembali pada tradisi bertani yang sesungguhnya, yaitu mengolah segala sesuatu yang berkaitan dengan pertanian secara alami, berdasarkan pada tradisi nenek moyang, bukan industri. Membuat nutrisi sendiri dengan bahan-bahan dari alam sekitar, menentukan siklus tanam, jenis benih, dan masa panen berdasakan kondisi alam dan tanah. Bahkan menentukan harga sendiri tanpa tergantung pada standar harga di pasar.

Baca Juga: Farid Purna Bakti: Atasi Persoalan Lingkungan dan Energi dengan Teknologi Bahtera Nabi Nuh

“Dengan demikian petani tidak dihadapkan pada soal merugi akibat mahalnya biaya produksi, gagal panen karena hama yang menggila, tanah yang makin keras dan gersang bahkan menciptakan pasar sendiri sehingga leluasa dalam menentukan harga. Petani juga masih bisa menyimpan hasil pertaniannya untuk konsumsi, pembenihan, dan pemenuhan pasar. Inilah sistem pertanian lestari, alami, sehingga sekali dayung ada dua hal yang tepenuhi, yaitu keluarga dan sekitarnya,” kata Sana Ullaili, Ketua Badan Eksekutif Komunitas Solidaritas Perempuan Kinasih, Jumat, 23 September 2022.

Dikatakannya, untuk bisa kembali ke pola pertanian lestari tidak mudah. Karena akan berhadapan dengan sistem pertanian yang sudah dibangun saat ini dan iklim sudah mengalami perubahan.

“Perlu dilakukan secara bersama dan berkelompok melalui organisasi. Membangun dan memperkuat kelompok, organisasi penting dilakukan karena akan terbangun pemahaman, kesadaran untuk melakukan gerakan bersama agar bisa kembali ke sistim pertanian lestari dan masyarakat, pemerintah dan anak muda mendukung bahkan terlibat di dalamnya,” ujar Sana Ullaili kepada Wanaloka.com.

Menanam padi. Foto Wanaloka.com.
Menanam padi. Foto Wanaloka.com.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Hari Tani Nasionalkelestarian lingkunganKelompok Tani Karisma KulonprogoKulonprogoperubahan iklimpetanipola pertanian lestariSolidaritas Perempuan KinasihYogyakarta

Editor

Next Post
Ilustrasi tenaga listrik energi surya. Foto mrganso/pixabay.com

Tren Energi Terbarukan, India akan Kurangi Impor Batu Bara Indonesia

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media