Selasa, 7 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Hari Tani 2022, Solidaritas Perempuan Kinasih: Kembali ke Pola Pertanian Lestari

Jumat, 23 September 2022
A A
Buruh tani untuk Hari Buruh Sedunia 2024. Foto Wanaoka.com

Buruh tani untuk Hari Buruh Sedunia 2024. Foto Wanaoka.com

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Menyambut Hari Tani Nasional ke-62 tahun yang diperingati setiap tanggal 24 September, Solidaritas Perempuan Kinasih bersama perempuan petani lestari Kelompok Tani Karisma Kulonprogo, Yogyakarta, menggaungkan kembali ke pola pertanian lestari.

Pola pertanian lestari memiliki tujuan dan semangat untuk kembali pada tradisi bertani yang sesungguhnya, yaitu mengolah segala sesuatu yang berkaitan dengan pertanian secara alami, berdasarkan pada tradisi nenek moyang, bukan industri. Membuat nutrisi sendiri dengan bahan-bahan dari alam sekitar, menentukan siklus tanam, jenis benih, dan masa panen berdasakan kondisi alam dan tanah. Bahkan menentukan harga sendiri tanpa tergantung pada standar harga di pasar.

Baca Juga: Farid Purna Bakti: Atasi Persoalan Lingkungan dan Energi dengan Teknologi Bahtera Nabi Nuh

“Dengan demikian petani tidak dihadapkan pada soal merugi akibat mahalnya biaya produksi, gagal panen karena hama yang menggila, tanah yang makin keras dan gersang bahkan menciptakan pasar sendiri sehingga leluasa dalam menentukan harga. Petani juga masih bisa menyimpan hasil pertaniannya untuk konsumsi, pembenihan, dan pemenuhan pasar. Inilah sistem pertanian lestari, alami, sehingga sekali dayung ada dua hal yang tepenuhi, yaitu keluarga dan sekitarnya,” kata Sana Ullaili, Ketua Badan Eksekutif Komunitas Solidaritas Perempuan Kinasih, Jumat, 23 September 2022.

Dikatakannya, untuk bisa kembali ke pola pertanian lestari tidak mudah. Karena akan berhadapan dengan sistem pertanian yang sudah dibangun saat ini dan iklim sudah mengalami perubahan.

“Perlu dilakukan secara bersama dan berkelompok melalui organisasi. Membangun dan memperkuat kelompok, organisasi penting dilakukan karena akan terbangun pemahaman, kesadaran untuk melakukan gerakan bersama agar bisa kembali ke sistim pertanian lestari dan masyarakat, pemerintah dan anak muda mendukung bahkan terlibat di dalamnya,” ujar Sana Ullaili kepada Wanaloka.com.

Menanam padi. Foto Wanaloka.com.
Menanam padi. Foto Wanaloka.com.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Hari Tani Nasionalkelestarian lingkunganKelompok Tani Karisma KulonprogoKulonprogoperubahan iklimpetanipola pertanian lestariSolidaritas Perempuan KinasihYogyakarta

Editor

Next Post
Ilustrasi tenaga listrik energi surya. Foto mrganso/pixabay.com

Tren Energi Terbarukan, India akan Kurangi Impor Batu Bara Indonesia

Discussion about this post

TERKINI

  • Penambangan nikel. Foto djkn.kemenkeu.go.id.Walhi: Kemiskinan Indonesia Naik Akibat Ekonomi Dibangun di Atas Kerusakan Lingkungan
    In News
    Minggu, 28 Juni 2026
  • Ilustrasi forest healing. Foto Pexels/Pixabay.com.Healing Forest Tak Bisa Sembarangan, Apa Syaratnya?
    In Traveling
    Minggu, 28 Juni 2026
  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Rob mengepung rumah nelayan di pesisir utara Jawa Tengah. Foto Iven Sumardiyantoro/peneliti independen.Pembangunan Abaikan Krisis Iklim Mengancam Hak Generasi Anak-anak Pesisir
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media