Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Hati-hati, Minum Es Teh Jumbo Tak Hanya Bikin Perut Kembung

Kebanyakan minum es teh manis tak hanya bikin perut kembung, melainkan ada risiko kesehatan lainnya. Apa saja itu?

Selasa, 11 Januari 2022
A A
Ilustrasi es teh. Foto javallma/pixabay.com.

Ilustrasi es teh. Foto javallma/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Minum es teh manis saat cuaca panas tentu menyegarkan. Tapi kalau yang diminum es teh manis dalam plastik porsi jumbo seperti dalam tayangan Tik Tok video klip Noah “Yang Terdalam” versi parodi, tak hanya hanya bikin perut kembung. Melainkan ada ancaman risiko kesehatan lainnya. Apa saja risikonya?

“Kandungan tanin dan polifenol dalam teh dapat menghambat penyerapan zat besi pada makanan. Akibatnya, meningkatkan risiko anemia,” kata ahli gizi Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Asyari Mia Lestari yang dilansir dari laman uns.ac.id, Senin, 10 Januari 2022.

Sedangkan satu bungkus es teh jumbo diperkirakan Mia berisi 2-3 liter yang mengandung 12-18 sendok makan gula atau setara 120-180 gram. Takaran tersebut dinilai melebihi ajuran asupan gula yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 41 Tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang. Padahal batasan konsumsi gula tidak boleh lebih dari 50 gram atau setara empat sendok makan sehari.

“Jadi es teh jumbo itu dapat meningkatkan risiko obesitas dan penyakit diabetes melitus karena kandungan gula yang tinggi,” imbuh Mia.

Baca Juga: Ekstrak Lengkuas, Pembasmi Nyamuk Demam Berdarah yang Ramah Lingkungan

Agar risiko obesitas dan diabetes melitus tidak meningkat, ia merekomendasikan campuran bahan tambahan pangan (BTP) sebagai pemanis dalam es teh jumbo. Namun tidak semua BTP bisa dicampurkan ke dalam es teh jumbo. Lantaran BTP terdiri dari pemanis alami dan buatan yang tidak bisa dikonsumsi sebagian orang.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: anemiaAsyari Mia Lestaridiabetes milituses tehgulajumboobesitasPedoman Gizi SeimbangRumah Sakit Universitas Sebelas Maret

Editor

Next Post
Ilustrasi pertambangan. Foto keesstes/pixabay.com.

Jokowi Cabut Izin Tambang, Jatam: Perusahaan Penyebab Kejahatan Lingkungan Tak Tersentuh

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media