Selasa, 12 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Indonesia dan Cina Bangun Laboratorium Teknologi Bahan Energi Baru dan Metalurgi

Senin, 6 November 2023
A A
Kerjasama laboratorium bersama antara ITB dan CSU. Foto itb.ac.id.

Kerjasama laboratorium bersama antara ITB dan CSU. Foto itb.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Indonesia dan Cina bekerja sama membangun Laboratorium Bersama Teknologi Bahan Energi Baru dan Metalurgi yang disebut pertama di dunia. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan Central South University (CSU) dan GEM Co., Ltd. di Gedung Rektorat ITB, Bandung apda 6 November 2023.

Rektor ITB, Prof. Reini Wirahadikusumah mendukung terselenggaranya kerja sama antara tiga institusi di bidang teknologi daur ulang. Mengingat Indonesia dikenal kaya akan sumber daya mineral yang menguntungkan bagi industri teknologi daur ulang.

“Kerja sama ini diharapkan dapat semakin berkembang dan berkontribusi lebih bagi Tiongkok dan Indonesia,” ujar Reini.

Baca Juga: Mengintip Dua Planet Gas Raksasa Jupiter dan Saturnus dari Langit Kupang

Pembangunan laboratorium tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama antara GEM, ITB, dan CSU yang sudah direncanakan sejak 9 September 2023. Program tersebut bertujuan untuk mempromosikan pertukaran teknologi dan budaya antara Tiongkok dan Indonesia serta mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan ekonomi Indonesia.

“Ini merupakan kerja sama dengan waktu eksekusi tercepat,” kata CEO of GEM Co., Ltd., Profesor Xu Kaihua.

Kerja sama pembangunan laboratorium bersama juga dilatarbelakangi visi kedua pemimpin negara China dan Indonesia di bidang sains dan teknologi, khususnya terkait program “one belt one road”. Laboratorium tersebut akan berfokus pada penelitian mineral berharga, bahan energi terbarukan, green energy, dan mempromosikan bidang pertambangan di Indonesia.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: green energyITBlaboratorium bersamaone belt one roadsumber daya mineralteknologi daur ulang

Editor

Next Post
Hutan hujan tropis Sumatera di kawasan ekowisata Tangkahan Kabupaten Langkat, Sumatera Utara yang merupakan bagian Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Foto Dok Wanaloka.com.

KLHK Kebut Sosialisasi Bursa Karbon, Dosen UGM Ingatkan Perlu Dikawal

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Sipa/Pixabay.com.Mengenal Virus Hanta Tipe HFRS di Indonesia dan Tipe HPS di Kapal Pesiar
    In Rehat
    Senin, 11 Mei 2026
  • Tim SAR gabungan membawa kantong jenazah korban erupsi gunung api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, 10 Mei 2026. Foto Basarnas.Pendakian Gunung Dukono Ditutup April 2026, Tiga Pendaki Tewas Mei 2026
    In Traveling
    Minggu, 10 Mei 2026
  • Suasana salah satu tempat pembuangan sampah sementara di Kota Yogyakarta. Foto Dok. Forpi Kota YogyakartaKritik Walhi Yogyakarta, PSEL Menyeret Daerah Tergantung pada Pasokan Sampah
    In Lingkungan
    Sabtu, 9 Mei 2026
  • Official trailer film Pesta Babi. Foto Indonesia Baru/YouTube.SIEJ: Larangan Nobar Pesta Babi Sensor Pengungkapan Peminggiran Hak Masyarakat Adat
    In News
    Sabtu, 9 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media