Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mengintip Dua Planet Gas Raksasa Jupiter dan Saturnus dari Langit Kupang

Jupiter dan Saturnus adalah planet terbesar di tata surya. Keduanya tersusun dari partikel gas.

Minggu, 5 November 2023
A A
Ilustrasi Jupiter dan Saturnus (bercincin), dua planet terbesar di tata surya. Foto Tumisu/pixabay.com.

Ilustrasi Jupiter dan Saturnus (bercincin), dua planet terbesar di tata surya. Foto Tumisu/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Jupiter dan Saturnus, duo planet terbesar di tata surya tengah menjadi ajang pengamatan para penikmat dan pembelajar astronomi dalam program “Pengamatan Virtual Langit Malam (PVLM)” bertema “Jelajahi Dua Raksasa: Mengintip Keindahan Jupiter dan Saturnus” pada 14 Oktober 2023 lalu. Mereka mengintip dari dua lokasi berbeda, yakni Observatorium Bosscha di Lembang serta Universitas Nusa Cendana di Kupang.

Kedua planet itu tersusun dari gas. Material gas penyusun planet menyebabkan permukaan planet selalu bergejolak sehingga memunculkan pola gelap terang pada permukaan tersebut. Satu titik dengan titik lain pada permukaan planet yang sama bisa saja memiliki kecepatan, sudut, dan arah rotasi yang berbeda.

Saturnus merupakan planet gas raksasa yang diameternya setara dengan 9 kali diameter Bumi, dengan volume 760 kali volume Bumi, serta massa 95 kali massa Bumi. Meskipun lebih besar dari Bumi, Saturnus hanya memerlukan waktu 10,5 jam untuk berotasi. Rotasi yang sangat cepat menyebabkan struktur Saturnus lebih kompak di Khatulistiwa sehingga bentuknya bukan bola sempurna.

Baca Juga: Ada Rumah Tangga yang Tidak Perlu Izin Sedot Air Tanah

Saturnus memiliki struktur cincin yang paling jelas terlihat dari Bumi di antara planet- planet gas lain. Sebab materialnya tersusun dari es yang dapat memantulkan cahaya matahari. Cincin Saturnus juga memiliki pola gelap terang yang disebabkan perbedaan kerapatan es. Faktanya, cincin Saturnus memiliki bentangan yang sangat luas dengan ketebalan hanya 10 meter saja.

“Misalkan planet Saturnus dikecilkan hingga seukuran 1 meter, cincinnya juga kita kecilkan dengan skala pengecilan yang sama, tebal cincinnya akan lebih tipis daripada silet,” ujar peneliti Observatorium Bosscha, Dhimaz G. Ramadhan.

Menurut data terbaru, Saturnus memiliki 146 satelit dengan satelit terbesar bernama Titan. Dhimaz dan peneliti Observatorium Bosscha lainnya, Muhammad Yusuf menggambarkan Titan sebagai satelit dengan atmosfer yang cukup tebal serta terdapat sungai dan danau metana cair. Di permukaannya ada batuan serta aktivitas vulkanik yang melontarkan lava es.

Baca Juga: Melestarikan Badak Sumatera Lewat Program Bayi Tabung

Kemudian pengamatan dialihkan pada Jupiter, planet gas raksasa dengan diameter 11 kali diameter bumi serta volume 1.300 kali volume bumi. Jupiter memiliki waktu rotasi yang lebih cepat dibandingkan Saturnus, yaitu hanya sekitar 8,5 jam. Fitur gelap terang khas planet gas terlihat paling jelas di Jupiter.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: fenomena auroraGalilean Moonsgas hidrogenJupiterObservatorium BosschaSaturnusThe Great Red Spot

Editor

Next Post
Kerjasama laboratorium bersama antara ITB dan CSU. Foto itb.ac.id.

Indonesia dan Cina Bangun Laboratorium Teknologi Bahan Energi Baru dan Metalurgi

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media