Sabtu, 30 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Indonesia Terus Kembangkan Teknologi Alat Peringatan Dini Tsunami

Minggu, 24 April 2022
A A
Utusan Khusus PBB untuk Pengurangan Risiko Bencana Mami Mizutori bersama Kepala BMKG ) Dwikorita Karnawati, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati melihat fasilitas sistem peringatan dini di Serangan, Denpasar, Bali, pada Sabtu, 23 April 2022. Foto BNPB.

Utusan Khusus PBB untuk Pengurangan Risiko Bencana Mami Mizutori bersama Kepala BMKG ) Dwikorita Karnawati, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati melihat fasilitas sistem peringatan dini di Serangan, Denpasar, Bali, pada Sabtu, 23 April 2022. Foto BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Indonesia termasuk kawasan rawan gempa bumi dan tsunami. Dalam upaya memitigasi potensi bencana alam itu, pemerintah terus mengembangkan inovasi teknologi sistem peringatan dini bencana, seperti sistem peringatan dini tsunami atau tsunami early warning system (TEWS).

Dalam Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) yang akan digelar di Provinsi Bali pada Mei 2022, Indonesia akan memperkenalkan berbagai inovasi teknologi dalam pengurangan risiko bencana, salah satunya TEWS.

Pemerintah Indonesia melalui Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkenalkan sistem peringatan dini yang melibatkan peran aktif masyarakat.

Baca Juga: Kepala BNPB Terima Utusan Khusus PBB Bahas Persiapan GPDRR 2022

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengungkapkan, saat ini Indonesia memiliki sembilan sistem peringatan dini tsunami atau tsunami early warning system (TEWS).

Ke sembilan sistem peringatan dini tsunami (TEWS) dioperasikan oleh pemerintah daerah setempat. Salah satunya di Provinsi Bali menjadi back-up system untuk Indonesia Tsunami Early Warning System (INA-TEWS).

“Sampai saat ini kita terus kembangkam teknologi untuk alat peringatan dini tsunami sehingga kita siap menghadapi berbagai ancaman bencana dengan zero victim,” kata Dwikorita Karnawati.

Baca Juga: Manusia Tinggal Punya Waktu 7 Tahun Lagi untuk Menjaga Bumi

Utusan Khusus PBB untuk Pengurangan Risiko Bencana Mami Mizutori mengungkapkan, fasilitas sirine menjadi bagian dari sistem peringatan dini tsunami, seperti yang ada di kawasan Serangan, Denpasar, Provinsi Bali. Di kawasan tersebut juga terdapat fasilitas tempat evakuasi sementara (TES) dan rambu yang mengarahkan ke arah evakuasi.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: bencana alamBMKGBNPBGPDRR 2022Kepala BMKG Dwikorita KarnawatiMami Mizutorimitigasi bencanaSistem peringatan dini tsunamiTEWSUtusan Khusus PBB

Editor

Next Post
Letusan Gunung Anak Krakatau, Minggu malam, 24 April 2022, pukul 20.20 WIB. Foto tangkap layar magma.esdm.go.id

Aktivitas Meningkat, Status Gunung Anak Krakatau Siaga

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media