Selasa, 12 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Indonesia Terus Kembangkan Teknologi Alat Peringatan Dini Tsunami

Minggu, 24 April 2022
A A
Utusan Khusus PBB untuk Pengurangan Risiko Bencana Mami Mizutori bersama Kepala BMKG ) Dwikorita Karnawati, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati melihat fasilitas sistem peringatan dini di Serangan, Denpasar, Bali, pada Sabtu, 23 April 2022. Foto BNPB.

Utusan Khusus PBB untuk Pengurangan Risiko Bencana Mami Mizutori bersama Kepala BMKG ) Dwikorita Karnawati, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati melihat fasilitas sistem peringatan dini di Serangan, Denpasar, Bali, pada Sabtu, 23 April 2022. Foto BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Mami mengapresiasi fasilitas yang ada sebagai bagian dari sistem peringatan dini tsunami atau tsunami early warning system (TEWS). Menurutnya, Indonesia terus mengupayakan untuk memperbaharui alat peringatan dini tsunami.

Tentunya alat peringatan dini tidak akan efektif tanpa respons aktif masyarakat dalam menyikapi sinyal yang diberikan.

Baca Juga: Gempa Tektonik Magnitudo 4,9 di Aceh Singkil Dirasakan hingga Tapteng

“Tanpa aksi, early warning system (EWS) menjadi tidak ada gunanya. Mari bersama kita tingkatkan kesadaran global dalam merespons sinyal EWS sehingga masyarakat dapat terlindungi dari ancaman bencana,” kata Mami saat melihat fasilitas sirine di kawasan Serangan, Denpasar, Provinsi Bali pada Sabtu, 23 April 2022.

Utusan Khusus PBB untuk Pengurangan Risiko Bencana Mami Mizutori di Serangan turut dihadiri Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dan Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati.

Baca Juga: Erupsi Anak Krakatau Pagi Tadi, Tahun Ini Sudah 35 Kali Alami Letusan

Raditya Jati juga menunjukkan aplikasi inaRISK kepada Mami Mizutori. Tampak pada aplikasi tersebut, kawasan Serangan memilik potensi ancaman bahaya tsunami dengan kategori sedang hingga tinggi.

“Aplikasi ini bermanfaat untuk melihat potensi bahaya di sekitar kita,” ujar Raditya. [WLC01]  

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: bencana alamBMKGBNPBGPDRR 2022Kepala BMKG Dwikorita KarnawatiMami Mizutorimitigasi bencanaSistem peringatan dini tsunamiTEWSUtusan Khusus PBB

Editor

Next Post
Letusan Gunung Anak Krakatau, Minggu malam, 24 April 2022, pukul 20.20 WIB. Foto tangkap layar magma.esdm.go.id

Aktivitas Meningkat, Status Gunung Anak Krakatau Siaga

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Sipa/Pixabay.com.Mengenal Virus Hanta Tipe HFRS di Indonesia dan Tipe HPS di Kapal Pesiar
    In Rehat
    Senin, 11 Mei 2026
  • Tim SAR gabungan membawa kantong jenazah korban erupsi gunung api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, 10 Mei 2026. Foto Basarnas.Pendakian Gunung Dukono Ditutup April 2026, Tiga Pendaki Tewas Mei 2026
    In Traveling
    Minggu, 10 Mei 2026
  • Suasana salah satu tempat pembuangan sampah sementara di Kota Yogyakarta. Foto Dok. Forpi Kota YogyakartaKritik Walhi Yogyakarta, PSEL Menyeret Daerah Tergantung pada Pasokan Sampah
    In Lingkungan
    Sabtu, 9 Mei 2026
  • Official trailer film Pesta Babi. Foto Indonesia Baru/YouTube.SIEJ: Larangan Nobar Pesta Babi Sensor Pengungkapan Peminggiran Hak Masyarakat Adat
    In News
    Sabtu, 9 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media