Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ini Cara Mahasiswa Unair Sulap Sampah Plastik Jadi Material Bangunan

Sampah yang dihasilkan bisa punya nilai ekonomis, asalkan kreatif mengolahnya. Jadi solusi mengurangi tumpukan sampah juga bukan?

Minggu, 6 Agustus 2023
A A
Mahasiswa Unair mengolah sampah plastik pesisir Banyuwangi menjadi paving block. Foto unair.ac.id.

Mahasiswa Unair mengolah sampah plastik pesisir Banyuwangi menjadi paving block. Foto unair.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga: Gempa Dalam Guncang Laut Jawa, BMKG Ingatkan Potensi Tsunami Selatan Jawa

Pembuatan ecobricks diawali dengan pemiliahan sampah plastik dan botol plastik. Kemudian sampah-sampah itu dicuci dan dipotong kecil-kecil.

Potongan sampah plastik dimasukkan ke dalam botol plastik hingga padat. Botol yang sudah berisi sampah disusun dan ditata sesuai selera dengan menggunakan lem. Ada yang disusun menjadi kursi kecil. Kemudian bagian atasnya ditambah alas untuk tempat duduk. Ecobricks juga bisa digunakan menjadi pengganti bata merah sehingga punya nilai jual.

“Tidak hanya berdampak bagi lingkungan, ecobricks juga dapat meningkatkan income pendapatan warga setempat,” imbuh Safira.

Baca Juga: Mohammad Pramono: Solusi Sampah TPA Piyungan Diolah Jadi Bahan Bakar PLTU

Sisa Dapur Jadi Pupuk Cair
Mahasiswa KKN BBK Periode 2 Unair di Desa Macanputih, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi memilih Program Education on Managing Organic Waste into Organic Liquid Fertilizer yang berfokus pada bidang lingkungan. Bentuk kegiatannya adalah mengolah sampah organik menjadi pupuk cair.

“Pupuk tersebut lebih praktis penggunaannya, hanya perlu disemprot ke tanaman,” jelas anggota KKN Siti Nur Aisyah.

Inovasi tersebut dipilih karena desa tersebut belum memiliki tempat pembuangan dan pengelolaan sampah. Masyarakat memilih untuk memusnahkan sampah dengan cara dibakar sehingga menyebabkan polusi udara.

Baca Juga: Peta Jalan Energi Baru Terbarukan ASEAN

Bahan yang disiapkan adalah gula 10 gram, EM4 10 ml, air 1 liter, sampah organik hingga 250 gram. Cara pembuatannya diawali dengan mencacah sampah rumah tangga menjadi kecil-kecil. Kemudian membuat larutan pengurai dengan mencampurkan gula, air dan EM4. lalu masukkan cacahan sampah rumah tangga tersebut ke dalam bak kompos. Campurkan dengan 1,5 liter larutan pengurai dan simpan di tempat teduh.

Tunggulah hingga larutan tersebut terfermentasi selama dua minggu. Tahap akhir adalah menyaring fermentasi larutan tersebut dan pupuk cair siap digunakan.

Baca Juga: Analisis BMKG Gempa 5,1 Magnitudo Laut Banda

Siti berharap lewat pendekatan tersebut, masyarakat akan mengubah pengelolaan sampah organik yang lebih ramah lingkungan dan bermanfaat. Pupuk cair tersebut dapat digunakan sebagai produk penyubur tanaman dan tanah di wilayah tersebut.

“Harapannya dapat menginspirasi orang lain agar dapat memanfaatkan sampah organik menjadi produk yang memiliki nilai guna,” harapnya. [WLC02]

Sumber: Unair

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: ecobricksKKN BBK Unairmahasiswa Unairpaving blockpupuk cairsampah plastik

Editor

Next Post
Guru Besar Bidang Ilmu Kimia dan Pengelolaan Tanah Fakultas Pertanian UGM Prof. Benito Heru Purwanto. Foto researchgate.net.

Benito Heru: Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Lewat Pertanian Organik

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media