Kamis, 1 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ini Inovasi Teknologi Pengelolaan Sampah dari UGM

Yogyakarta darurat sampah. Di sisi lain, kampus di Yogyakarta punya banyak temuan hasil penelitian soal pengelolaan sampah. Mengapa tak diterapkan?

Sabtu, 5 Agustus 2023
A A
Dampak diberlakukannya penutupan TPA Piyungan mulai 23 Juli hingga 5 September, sejumlah tumpukan sampah mulai terlihat di Kota Yogyakarta. Foto Forpi Kota Yogyakarta.

Dampak diberlakukannya penutupan TPA Piyungan mulai 23 Juli hingga 5 September, sejumlah tumpukan sampah mulai terlihat di Kota Yogyakarta. Foto Forpi Kota Yogyakarta.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan di Kabupaten Bantul, DIY bukan sejak 23 Juli 2023 dilakukan. Sejak dioperasionalkan pada 1996, TPA Piyungan yang menjadi jujugan tumpukan sampah dari Bantul, Yogyakarta dan Sleman sudah beberapa kali ditutup, lalu dibuka lagi. Lantaran sampah 600 ton per hari yang dibuang di sana sudah melebihi kapasitas sehingga menimbulkan bencana lingkungan bagi masyarakat di sekitarnya.

Upaya mengolah dan mengelola sampah dengan segera perlu dilakukan guna mengurangi penumpukan sampah. Universitas Gadjah Mada (UGM) telah mengembangkan strategi pengolahan sampah secara mandiri dan berwawasan lingkungan, meliputi sampah organik, sampah medis, sampah plastik, hingga sampah yang tak bisa diolah kembali. Upaya tersebut untuk mewujudkan rencana aksi SDGs poin ke-11, bahwa salah satu indikator kota berkelanjutan adalah pengelolaan sampah solid yang baik.

Pada 2011, UGM melakukan pengelolaan sampah secara mandiri dengan mengembangkan fasilitas pengolahan sampah organik menjadi kompos di Pusat Inovasi Agro Teknologi (PIAT) UGM, di Desa Kalitirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman.

Baca Juga: Ronny Rachman Noor: Satwa Liar Bukan Hewan Peliharaan

Kemudian tahun 2016 mendirikan Rumah Inovasi Daur Ulang (RinDU) yang menjadi laboratorium daur ulang sampah dan limbah dengan konsep pengolahan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Pengeloaan sampah dilakukan dengan beberapa metode, yakni metode komposting untuk pengolahan sampah organik menjadi pupuk, metode pirolisis untuk pengolahan limbah plastik menjadi bahan bakar, serta metode incinerator untuk pengolahan sampah yang sudah tidak dapat dimanfaatkan lagi.

Saat pandemi Covid-19, PIAT UGM mengurai limbah masker dan sarung tangan plastik berkolaborasi dengan sejumlah mitra. Juga membuat sistem pengelolaan limbah untuk meminimalkan dampak limbah ke lingkungan. Sistem tersebut adalah Dropbox-Used Mask (Dumask) yang bertujuan menyediakan jalur pembuangan masker dan sarung tangan bekas dari masyarakat umum secara aman dan ramah lingkungan. Dropbox diletakkan di sejumlah lokasi, kemudian petugas akan mengambil sampah medis untuk dihancurkan dengan pemanasan bersuhu tinggi (pirolisis).

Baca Juga: Gempa Dalam Guncang Laut Jawa, BMKG Ingatkan Potensi Tsunami Selatan Jawa

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Instalasi Biogas Power Plant Gampingpengelolaan sampahPusat Inovasi Agro Teknologi UGMRumah Inovasi Daur UlangTPA Piyungan

Editor

Next Post
Ilustrasi konisi bumi akibat penggunaan energi fosil. Foto sumanley/pixabay.com.

Tiga Masalah Krisis Bumi Tantangan KTT Perubahan Iklim di Dubai

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media