Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ini Rekomendasi Pasca Letusan Gunung Ili Lewotolok Setinggi 2 Km

Sabtu, 17 September 2022
A A
Abu vulkanis dari letusan gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Provinsi NTT, yang mencapai ketinggian 2 Km mpdl pada Jumat, 16 September 2022. Foto Magma Indonesia.

Abu vulkanis dari letusan gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Provinsi NTT, yang mencapai ketinggian 2 Km mpdl pada Jumat, 16 September 2022. Foto Magma Indonesia.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Durasi letusan gunung api Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur, hampir satu menit. Letusan gunung api yang berada pada tingkat aktivitas  Level III atau Siaga, itu memuntahkan abu vulkanis dengan ketinggian mencapai 2 kilometer lebih.

Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan 7 rekomendasi sehubungan dengan letusan gunung api Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata.

Erupsi gunung Ili Lewotolok terjadi pada Jumat, 16 September 2022, pukul 11.51 WITA. Letusan ini tercatat menjadi letusan gunung api Ili Lewotolok yang ke-38 di tahun ini.

Berdasarkan pengamatan PVMBG-Badan Geologi, letusan gunung api Ili Lewotolok melontarkan abu vulkanis dengan ketinggian kolom sekitar 1.500 meter dari atas puncak atau sekitar 2.923 meter dari permukaan laut.

Baca Juga: Migrasi Listrik 450 VA ke 900 VA Masih Wacana, Fokus Pendataan Subsidi

Tampak kepulan abu membumbung ke udara. Abu letusan gunung api Ili Lewotolok tersebut mengarah ke mengarah barat daya.

“Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 33 mm dan durasi 43 detik,” demikian penjelasan Yeremias Kristianto Pugel di laman magma.esdm.go.id.

Sebelumnya di hari yang sama, pada pukul 05.37 WITA, gunung Ili Lewotolok juga mengalami erupsi. Hanya saja, letusan gunung Ili Lewotolok yang pertama di hari Jumat kemarin, tidak teramati lantaran tertutup awan.

Hal yang sama terjadi pada Kamis malam, 15 September 2022. Letusan gunung api Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata pada pukul 21.09 WITA, tidak teramati.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: erupsi gunung Ili Lewotolokletusan gunung apiletusan gunung Ili Lewotolokletusan gunung Ili Lewotolok di Kabupaten LembataProvinsi Nusa Tenggara TimurPVMBG Badan Geologi

Editor

Next Post
Kawasan ekosistem Leuser dan Taman Nasional Gunung Leuser. Foto Google Earth.

Menteri Siti Nurbaya: Tidak Perlu Perdebatan Pemanfaatan Ekonomi di Kawasan Ekosistem Leuser

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media