Sabtu, 5 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ini Rekomendasi Pasca Letusan Gunung Ili Lewotolok Setinggi 2 Km

Sabtu, 17 September 2022
A A
Abu vulkanis dari letusan gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Provinsi NTT, yang mencapai ketinggian 2 Km mpdl pada Jumat, 16 September 2022. Foto Magma Indonesia.

Abu vulkanis dari letusan gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Provinsi NTT, yang mencapai ketinggian 2 Km mpdl pada Jumat, 16 September 2022. Foto Magma Indonesia.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Durasi letusan gunung api Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur, hampir satu menit. Letusan gunung api yang berada pada tingkat aktivitas  Level III atau Siaga, itu memuntahkan abu vulkanis dengan ketinggian mencapai 2 kilometer lebih.

Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan 7 rekomendasi sehubungan dengan letusan gunung api Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata.

Erupsi gunung Ili Lewotolok terjadi pada Jumat, 16 September 2022, pukul 11.51 WITA. Letusan ini tercatat menjadi letusan gunung api Ili Lewotolok yang ke-38 di tahun ini.

Berdasarkan pengamatan PVMBG-Badan Geologi, letusan gunung api Ili Lewotolok melontarkan abu vulkanis dengan ketinggian kolom sekitar 1.500 meter dari atas puncak atau sekitar 2.923 meter dari permukaan laut.

Baca Juga: Migrasi Listrik 450 VA ke 900 VA Masih Wacana, Fokus Pendataan Subsidi

Tampak kepulan abu membumbung ke udara. Abu letusan gunung api Ili Lewotolok tersebut mengarah ke mengarah barat daya.

“Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 33 mm dan durasi 43 detik,” demikian penjelasan Yeremias Kristianto Pugel di laman magma.esdm.go.id.

Sebelumnya di hari yang sama, pada pukul 05.37 WITA, gunung Ili Lewotolok juga mengalami erupsi. Hanya saja, letusan gunung Ili Lewotolok yang pertama di hari Jumat kemarin, tidak teramati lantaran tertutup awan.

Hal yang sama terjadi pada Kamis malam, 15 September 2022. Letusan gunung api Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata pada pukul 21.09 WITA, tidak teramati.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: erupsi gunung Ili Lewotolokletusan gunung apiletusan gunung Ili Lewotolokletusan gunung Ili Lewotolok di Kabupaten LembataProvinsi Nusa Tenggara TimurPVMBG Badan Geologi

Editor

Next Post
Kawasan ekosistem Leuser dan Taman Nasional Gunung Leuser. Foto Google Earth.

Menteri Siti Nurbaya: Tidak Perlu Perdebatan Pemanfaatan Ekonomi di Kawasan Ekosistem Leuser

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
  • Pantomimer Wanggi Hoed melakukan aksi pertunjukan untuk memprotes ekspor monyet ekor panjang pada Hari Primata Interasional di Titik Nol Kota Yogyakarta, 2 september 2026. Foto Dok. Forum United For Primates .Petisi untuk Pemerintah Indonesia: Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang untuk Penelitian!
    In News
    Rabu, 2 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media