Sedangkan di Kota Tiakur dirasakan dengan skala intensitas II MMI yakni, getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Daryono menyebutkan, hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa. Ditegaskannya, gempa tidak berpotensi tsunami.
Baca Juga: Masalah Besar Lingkungan Sungai Indonesia, Tercemar Mikroplastik Akibat Sampah Plastik
Sementara gempa dangkal magnitudo 5,2 yang terjadi di wilayah Enggano pada pukul 11.33 WIB, akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah lempeng Eurasia.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan sesar naik (thrust fault),” sebut Daryono.
BMKG menyebutkan, episenter gempa terletak pada koordinat 7,02 derajat Lintang Selatan, 102,78 derajat Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 194 kilometerr Tenggara Enggano, Provinsi Bengkulu, pada kedalaman 14 kilometer.
Guncangan gempa dirasakan di daerah Pulau Enggano dengan skala intensitas II MMI. Daryono menyatakan, gempa di tenggara Pulau Enggano ini tidak berpotensi tsunami. [WLC01]
Sumber: Inatews BMKG
Discussion about this post