Kamis, 9 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Irfan Syauqi Beik, Paradigma Green Zakat Menjadi Mitigasi Perubahan Iklim

Konsep ini untuk mendukung inisiatif ekonomi hijau seperti pertanian organik, energi terbarukan, serta rehabilitasi lingkungan.

Sabtu, 17 Mei 2025
A A
Dekan FEM IPB University, Irfan Syauqi Beik. Foto IPB University.

Dekan FEM IPB University, Irfan Syauqi Beik. Foto IPB University.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Keterlibatan lembaga zakat dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim menjadi sangat penting, mengingat dampak krisis iklim global yang semakin nyata. Salah satunya melalui paradigma green zakat yang mulai digaungkan sebagai solusi inovatif dalam menghadapi krisis iklim global.

Konsep ini mendorong penyaluran zakat tidak hanya untuk bantuan konsumtif. Melainkan juga untuk mendukung inisiatif ekonomi hijau seperti pertanian organik, energi terbarukan, serta rehabilitasi lingkungan.

“Jika Indonesia tidak segera menurunkan emisi karbon, tahun 2070 negara ini berisiko kehilangan hingga 30 persen produk domestik bruto (PDB). Kerugian ekonomi akibat perubahan iklim dapat memicu persoalan sosial lebih luas, mulai dari meningkatnya pengangguran, menurunkan pendapatan hingga ancaman ketahanan pangan,” ungkap Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University, Irfan Syauqi Beik dalam wawancara Radio Smart FM, 12 Mei 2025.

Baca juga: Riset BRIN, Perubahan Iklim Picu Penyebaran Penyakit TB, Stroke hingga Infeksi Menular karena Air

Menurut dia, zakat yang memiliki potensi mencapai Rp327 triliun dapat menjadi katalis pembangunan hijau melalui program-program ramah lingkungan. Ia juga menekankan pentingnya kesadaran di kalangan muzakki agar harta yang dizakatkan berasal dari sumber yang tidak merusak lingkungan.

“Zakat harus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui usaha-usaha yang halal dan ramah lingkungan,” imbuh dia.

Misalnya, dalam sektor kuliner, jangan hanya fokus pada sertifikasi halal, tetapi juga penting memperhatikan aspek minimisasi sampah plastik dan penggunaan energi bersih.

Baca juga: Rekomendasi Pakar Sosioagraria, Kebijakan PSN Pulau Rempang Harus Dievaluasi Total

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: FEM IPB Universitygreen zakatIrfan Syauqi BeikKrisis Iklim Globalperubahan iklim

Editor

Next Post
Peluncuran buku Merampas Laut, Merampas Hidup Nelayan di BRIN, 15 Mei 2025. Foto BKPUK BRIN.

BRIN Bukukan Kritik Atas Praktik Perampasan Ruang Laut dan Pesisir

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi tanaman sorgum. Foto RJA1988/Pixabay.com.Kerentanan Pangan Akibat El Nino dan Kemarau Panjang 2026: Kekeringan hingga Ancaman Hama
    In IPTEK
    Senin, 29 Juni 2026
  • Penambangan nikel. Foto djkn.kemenkeu.go.id.Walhi: Kemiskinan Indonesia Naik Akibat Ekonomi Dibangun di Atas Kerusakan Lingkungan
    In News
    Minggu, 28 Juni 2026
  • Ilustrasi forest healing. Foto Pexels/Pixabay.com.Healing Forest Tak Bisa Sembarangan, Apa Syaratnya?
    In Traveling
    Minggu, 28 Juni 2026
  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Rob mengepung rumah nelayan di pesisir utara Jawa Tengah. Foto Iven Sumardiyantoro/peneliti independen.Pembangunan Abaikan Krisis Iklim Mengancam Hak Generasi Anak-anak Pesisir
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media