Kamis, 9 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Irfan Syauqi Beik, Paradigma Green Zakat Menjadi Mitigasi Perubahan Iklim

Konsep ini untuk mendukung inisiatif ekonomi hijau seperti pertanian organik, energi terbarukan, serta rehabilitasi lingkungan.

Sabtu, 17 Mei 2025
A A
Dekan FEM IPB University, Irfan Syauqi Beik. Foto IPB University.

Dekan FEM IPB University, Irfan Syauqi Beik. Foto IPB University.

Share on FacebookShare on Twitter

Ia mengapresiasi inisiatif kolaboratif seperti Green Zakat Framework yang melibatkan berbagai institusi, termasuk perbankan syariah seperti Bank Syariah Indonesia (BSI), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), hingga lembaga internasional seperti United Nations Development Programme (UNDP). Kolaborasi ini bertujuan memberikan panduan implementasi zakat dalam konteks keberlanjutan lingkungan.

“Kolaborasi yang melibatkan pemerintah, swasta, akademisi, masyarakat, dan media dinilai menjadi kunci untuk menyukseskan transformasi zakat menjadi instrumen pembangunan berkelanjutan,” ucap Irfan.

Framework ini mencakup definisi, peran stakeholder, hingga rekomendasi kebijakan agar zakat tidak hanya mengurangi kemiskinan. Namun bisa menjadi instrumen yang mendukung perlindungan lingkungan (hifzhul bi’ah), yang kini menjadi maqasid syariah (tujuan syariat) keenam.

Baca juga: Mempercantik Sudut-sudut Kota Bandung dengan Mural Warna Warni

Irfan menggarisbawahi pentingnya peran lembaga zakat sebagai first buyer atau pembeli pertama dari produk ramah lingkungan yang dihasilkan mustahik. Hal ini menjadi bagian dari strategi pemberdayaan akar rumput yang komprehensif, dari hulu hingga hilir.

Ia juga mendorong seluruh lembaga zakat dan institusi syariah untuk mengadopsi framework ini dan menjadikannya gerakan bersama.

“Kesadaran green culture harus dibangun. Bukan hanya sebagai konsep, tetapi juga budaya yang dijalankan bersama. Green zakat adalah bagian dari transformasi zakat menuju instrumen perubahan sosial dan lingkungan,” papar dia. [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: FEM IPB Universitygreen zakatIrfan Syauqi BeikKrisis Iklim Globalperubahan iklim

Editor

Next Post
Peluncuran buku Merampas Laut, Merampas Hidup Nelayan di BRIN, 15 Mei 2025. Foto BKPUK BRIN.

BRIN Bukukan Kritik Atas Praktik Perampasan Ruang Laut dan Pesisir

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi tanaman sorgum. Foto RJA1988/Pixabay.com.Kerentanan Pangan Akibat El Nino dan Kemarau Panjang 2026: Kekeringan hingga Ancaman Hama
    In IPTEK
    Senin, 29 Juni 2026
  • Penambangan nikel. Foto djkn.kemenkeu.go.id.Walhi: Kemiskinan Indonesia Naik Akibat Ekonomi Dibangun di Atas Kerusakan Lingkungan
    In News
    Minggu, 28 Juni 2026
  • Ilustrasi forest healing. Foto Pexels/Pixabay.com.Healing Forest Tak Bisa Sembarangan, Apa Syaratnya?
    In Traveling
    Minggu, 28 Juni 2026
  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Rob mengepung rumah nelayan di pesisir utara Jawa Tengah. Foto Iven Sumardiyantoro/peneliti independen.Pembangunan Abaikan Krisis Iklim Mengancam Hak Generasi Anak-anak Pesisir
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media