Kamis, 29 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mempercantik Sudut-sudut Kota Bandung dengan Mural Warna Warni

Karya seni mural bisa menginspirasi warga untuk lebih menghargai ruang publik, serta memperkuat identitas dan budaya suatu kawasan.

Kamis, 15 Mei 2025
A A
Instalasi mural untuk mempercantik kawasan Lembur Katumbiri, Kota Bandung, 6 Mei 2025. Foto Dok. ITB.

Instalasi mural untuk mempercantik kawasan Lembur Katumbiri, Kota Bandung, 6 Mei 2025. Foto Dok. ITB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Vandalisme pada tembok sepanjang 100 meter di Jalan Lodaya, Kota Bandung, Jawa Barat lenyap sudah. Digantikan gambar mural tentang berbagai cabang olahraga, seperti sepak bola, bulu tangkis, dan bersepeda yang penuh warna. Membuat tampilan wajah tembok setinggi tiga meter itu memukau.

Adalah Dosen FSRD ITB, John Martono yang menyulap salah satu sisi Kota Kembang itu menjadi indah. Captain John, begitu ia disapa, telah menghabiskan waktu 12 hari untuk menggambar yang kemudian diresmikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, Selasa, 29 April 2025 lalu.

Kini, mural penuh warna itu menjadi ikon baru kawasan Bandung Selatan. Melengkapi trotoar di Jalan Lodaya yang telah didesain ramah bagi pejalan kaki dan difabel. Juga menyediakan tempat parkir sepeda yang kian mendukung kenyamanan dan aksesibilitas bagi semua kalangan.

Baca juga: Bencana Hidrometeorologi Landa Pulau Jawa dan Sulawesi Menelan Korban Jiwa

Tak sekadar mempercantik wajah kota, proyek mural itu juga bagian dari upaya memperkuat identitas budaya Bandung melalui seni. Bagi Captain John, mural ini adalah bagian dari komitmennya untuk menghidupkan kembali ruang-ruang publik yang sebelumnya terabaikan.

“Mural ini bukan hanya sekadar hiasan. Melainkan juga cara untuk menampilkan semangat dan identitas kota melalui seni,” kata dia.

Captain John menekankan pentingnya menjaga karya seni di ruang publik agar tetap terjaga dan dihargai. Ia berharap mural ini bisa menginspirasi warga Kota Bandung untuk lebih menghargai ruang publik. Bukan hanya tempat berlalu-lalang, tapi sebagai bagian dari identitas dan kebudayaan kota.

Baca juga: Gunanti, Ayo Kolaborasi Shelter dan Animal Welfare untuk Hewan Terlantar

“Saya harap kita bisa menjaga bersama-sama, tidak hanya untuk mural ini, tapi juga untuk semua karya seni yang ada di kota kita. Jangan biarkan vandalisme merusak, mari kita rawat dan nikmati bersama,” pesan dia.

Lewat mural, ia juga berharap dapat memberi dampak positif tidak hanya bagi kawasan Jalan Lodaya, tetapi juga bagi citra Kota Bandung secara keseluruhan. Memperlihatkan bahwa seni tak hanya bisa menjadi alat untuk mempercantik dan menghidupkan kembali ruang publik. Melainkan juga menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya dengan cara yang positif.

‘Telur ceplok’ di Lembur Katumbiri

Upaya mempercantik wajah Kota Bandung juga dilakukan Captain John di ruang publik di kawasan wisata tematik Lembur Katumbiri, RW 12, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung dengan instalsi mural. Karya tersebut diresmikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, Selasa, 6 Mei 2025 sekaligus upaya memperkuat sektor pariwisata berbasis masyarakat, dan menghidupkan kembali ruang-ruang kota melalui sentuhan seni.

Baca juga: Pencarian Pendaki Hilang di Gunung Binaya Dilanjutkan Hingga 19 Mei 2025

Menurut Captain John, upaya menghias Lembur Katumbiri merupakan cita-cita lama yang baru terwujud setelah melewati proses panjang. Tepatnya sejak 2018, saat Captain John tengah melukis kaos di pinggir sungai.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: FSRD ITBJalan Lodaya Kota BadnungJohn Martonokawasan wisata Lembur KatumbiriKota Bandunglukisan mural

Editor

Next Post
Warga Rempang berkumpul, berpantun, berorasi dan bersalawat untuk menolak relokasi. Foto Istimewa.

Rekomendasi Pakar Sosioagraria, Kebijakan PSN Pulau Rempang Harus Dievaluasi Total

Discussion about this post

TERKINI

  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Foto Greenpeace Indonesia.Dua Tahun Rezim Prabowo, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk ‘Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah’
    In News
    Selasa, 20 Oktober 2026
  • Bencana Sumatra. Foto Walhi.Tidak Tetapkan Bencana Sumatra Sebagai Bencana Nasional, Prabowo Digugat
    In News
    Senin, 19 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media