Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Istilah “Awan Kontainer”, Ada Kekeliruan Memahami Proses Pembentukan Hujan

Tidak ada istilah atau konsep dalam meteorologi yang menyebutkan keberadaan “awan kontainer” seperti yang dimaksud.

Senin, 2 Februari 2026
A A
Penampakan 'awan kontainer'. Foto tangkapan layar dari TV Tempo/Youtube Tempodotco.

Penampakan 'awan kontainer'. Foto tangkapan layar dari TV Tempo/Youtube Tempodotco.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca juga: PLTU Cirebon-1 Batal Pensiun Dini, Bukti Komitmen Transisi Energi Rapuh dan Tidak Akuntabel

Awan secara alami selalu bergerak dan berubah bentuk mengikuti dinamika atmosfer. Anggapan bahwa ada awan yang tampak kaku atau tidak bergerak kemungkinan besar muncul dari pengamatan visual yang sangat terbatas dalam rentang waktu singkat.

“Ketika awan tidak bergerak atau tidak berubah bentuk, biasanya hanya berdasarkan pengamatan mata telanjang sesaat. Padahal secara fisik awan terus mengalami perubahan,” ujar dia.

Ia juga menanggapi klaim yang mengaitkan fenomena tersebut dengan jejak pesawat di langit. Menurut Sonni, garis-garis lurus yang sering terlihat sebenarnya merupakan jejak kondensasi pesawat atau contrail.

Baca juga: Penelusuran Forensik Kayu dengan Teknologi Berbasis DNA dan Near Infrared

“Itu adalah uap air hasil pembakaran bahan bakar pesawat. Ketika berada di lapisan udara yang dingin, uap air tersebut mendingin dan mengondensasi, sehingga tampak sebagai garis lurus di langit,” jelas dia.

Jejak tersebut tidak bersifat permanen. Jika diamati dengan cermat, dalam beberapa menit bentuknya akan menyebar dan berubah menjadi tidak teratur. Ini menunjukkan ada kekeliruan pengamatan yang bisa memicu kesimpulan yang salah.

Sonni mengingatkan masyarakat agar lebih kritis dalam menyikapi informasi cuaca yang viral di media sosial. Serta tidak mudah mengaitkan fenomena atmosfer dengan istilah atau klaim yang tidak memiliki dasar ilmiah. [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Awan KontainerDepartemen Geofisika dan Meteorologi IPB UniversityProses Pembentukan Hujan

Editor

Next Post
Suasana Keraton Yogyakarta yang ada di dalam kawasan Jeron Beteng, Kota Yogyakarta. Foto Pito Agustin/Wanaloka.com.

Jeron Beteng Jadi Percontohan Kawasan Rendah Emisi Kota Yogyakarta

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media