Jumat, 13 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kawasan Cincin Api Indonesia Jadi Habitat Mikroalga untuk Mitigasi Perubahan Iklim

Mikroalga memiliki kemampuan alami menangkap karbon dioksida (CO₂) melalui fotosintesis dan mengonversinya menjadi biomassa.

Senin, 2 Februari 2026
A A
Phototank G-Algae, penyerap CO2 dalam ruangan. Foto Alfredo Kono/ITB.

Phototank G-Algae, penyerap CO2 dalam ruangan. Foto Alfredo Kono/ITB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Indonesia memiliki keunggulan strategis karena karakter geografisnya sebagai negara maritim sekaligus kawasan cincin api. Kondisi tersebut menyediakan habitat mikroalga dengan mekanisme adaptasi ekstrem yang jarang dimiliki negara lain.

“Berdasarkan penelitian, mikroalga dapat menjadi solusi berbasis alam untuk mitigasi perubahan iklim,” kata Dosen dan Peneliti Kelompok Keahlian Biokimia dan Rekayasa Biomolekul, FMIPA ITB, Alfredo Kono, Jumat, 30 Januari 2026.

Sebab mikroalga memiliki kemampuan alami menangkap karbon dioksida (CO₂) melalui fotosintesis dan mengonversinya menjadi biomassa, sehingga berpotensi menjadi alternatif solusi cepat di tengah urgensi krisis iklim global.

Baca juga: PLTU Cirebon-1 Batal Pensiun Dini, Bukti Komitmen Transisi Energi Rapuh dan Tidak Akuntabel

Eksplorasi mikroalga ini dilakukan di berbagai lokasi, mulai dari laut tropis hingga kawasan vulkanik di Jawa Barat, seperti Kawah Kamojang, Talaga Bodas di Garut, dan Kawah Domas Tangkuban Parahu. Dari kawasan tersebut, tim peneliti berhasil mengisolasi dan mengidentifikasi mikroalga merah Galdieria sulphuraria yang mampu hidup dalam kondisi ekstrem dengan tingkat keasaman sangat tinggi.

Salah satu keunggulan utama mikroalga adalah kecepatan pertumbuhan dan efisiensi penggunaan lahan. Mikroalga lebih cepat untuk fotosintesis optimal, sekitar 1-2 hari daripada pohon yang memerlukan waktu bertahun-tahun untuk bisa bertumbuh dan memiliki daun.

Mikroalga dapat dibudidayakan dalam sistem tertutup seperti tangki, sehingga memungkinkan implementasi di berbagai lokasi. Termasuk kawasan perkotaan dan industri, tanpa memerlukan lahan luas.

Baca juga: Penelusuran Forensik Kayu dengan Teknologi Berbasis DNA dan Near Infrared

“Salah satu yang membuat powerful adalah ukurannya yang kecil. Tapi kemampuan penangkapannya bisa jauh lebih tinggi dari tanaman yang ada di darat,” terang dia.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: FMIPA ITBKawasan Cincin Apimikroalgamitigasi perubahan iklim

Editor

Next Post
Penampakan 'awan kontainer'. Foto tangkapan layar dari TV Tempo/Youtube Tempodotco.

Istilah “Awan Kontainer”, Ada Kekeliruan Memahami Proses Pembentukan Hujan

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi ikan mati massal. Foto akbarnemati/pixabay.com.Ikan Dewa Mati Massal di Kuningan, Apa Penyebabnya?
    In Rehat
    Kamis, 12 Februari 2026
  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 serukan pelaksanaan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.KPA Kritik Peran Bank Tanah, Menghidupkan Lagi Kepemilikan Tanah Negara Masa Kolonial
    In Lingkungan
    Rabu, 11 Februari 2026
  • MMA dan PPLH LRI sepakat menguatkan peran adat dalam mengelola hutan di Aceh. Foto Dok. IPB University.Kuatkan Kembali Panglima Uteun untuk Jaga Kelestarian Hutan Aceh
    In News
    Rabu, 11 Februari 2026
  • Lokasi pertambangan dekat dengan sebuah danau (L) dan Teluk Weda (R) di Indonesia Timur pada 2023. Foto Climate Rights International.Jatam Tegaskan, Empat Perusahaan Tambang di Maluku Utara Harus Ditindak Tegas, Tak Sekadar Denda
    In Lingkungan
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis
    In Rehat
    Selasa, 10 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media