Jumat, 24 April 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Jani Purnawanty, Raih Penghargaan Pulitzer Center Lewat Edukasi Isu Hutan

Edukasi soal perdagangan karbon, masyarakat adat, dan pelestarian hutan adalah isu lingkungan yang penting dipahami banyak orang.

Rabu, 4 Januari 2023
A A
Dosen Fakultas Hukum Unair, Jani Purnawant, SH.SS. LLM. Foto dok. pribadi

Dosen Fakultas Hukum Unair, Jani Purnawant, SH.SS. LLM. Foto dok. pribadi

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Lewat topik “Carbon Trading dan Pelestarian Hutan” dan “Masyarakat Adat dan Pelestarian Hutan”, Dosen Fakultas Hukum Universitas Airlangga (Unair) Jani Purnawanty berhasil meraih penghargaan Grant Southeast Asia Journalist-Scientist Hub Impact Seed Funding (ISF) 2022 dari Pulitzer Center.

Impact Seed Funding (ISF) merupakan program perdana yang diselenggarakan Pulitzer Center. Program tersebut bertujuan untuk melakukan diseminasi atas karya-karya jurnalisme Rainforest Investigations Network dan Rainforest Journalism Fund melalui sinergi antara jurnalis dan akademisi.

Jani mengusulkan proyek bertajuk Education on Community Involvement in Forest Issues using the Massive Open Online Course (MOOC). Proyek tersebut diwujudkan melalui pembuatan MOOC bertema populer, yaitu “Carbon Trading dan Pelestarian Hutan” dan “Masyarakat Adat dan Pelestarian Hutan”.

Baca Juga: Sudah 205 Kali Gempa Susulan di Jayapura Papua Terjadi

Jani menjelaskan, kebetulan Unair melalui Direktorat Inovasi dan Pengembangan Pendidikan (DIPP) telah lama mengembangkan MOOC, baik MOOC berbasis mata kuliah yang ditawarkan prodi maupun MOOC berbasis tema populer yang ditujukan untuk masyarakat luas yang berminat mempelajari suatu isu secara mandiri.

Alasan Jani merancang skema MOOC untuk edukasi isu hutan karena isu lingkungan seperti konservasi hutan, perdagangan karbon, dan masyarakat adat yang tinggal di kawasan hutan merupakan isu penting untuk dipahami banyak orang.

“Pendidikan publik yang lebih luas dapat dilakukan secara efektif melalui skema MOOC yang memang dirancang untuk memperkaya dan melengkapi bahan belajar mandiri bagi masyarakat,” terang Jani.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: carbon tradingedukasi isu hutanMasyarakat AdatMOOCpelestarian hutanPulitzer CenterUnair

Editor

Next Post
Ilustrasi air terjun di kawasan karst. Foto LN_Photoart/pixabay.com

Kerja Sama KLHK dengan Geografi UGM: Perlu Sinergi Tata Kelola Sumber Daya Lahan dan Air

Discussion about this post

TERKINI

  • Petani pasir lahan pantai di Kulon Progo tengah menyirami lahan cabenya. Foto Dok. Soetana Monang Hasibuan/Wanaloka.com.20 Tahun PPLP Kulon Progo, Menanam adalah Melawan Apa?
    In Sosok
    Minggu, 19 April 2026
  • Ilustrasi TPA open dumping. Foto khoinguyenfoto/pixabay.com.Praktik TPA Open Dumping Ditutup Akhir Juli 2026
    In News
    Sabtu, 18 April 2026
  • Ketebalan 'salju abadi' Pegunungan Jayawijaya, Papua tinggal 4 meter pada 2024. Foto Dok. BMKG.Salju Abadi Puncak Jaya akan Hilang, Kurangi Pemakaian Bahan Bakar Fosil
    In IPTEK
    Sabtu, 18 April 2026
  • Hari Hemofilia Sedunia. Foto satheeshsankaran/pixabay.com.Hemofilia, Penyakit Bangsawan Britania Raya yang Ditemukan Saat Anak Usai Sunat di Indonesia
    In Rehat
    Jumat, 17 April 2026
  • Komisi III DPR RI menggelar RDPU dengan petani Pino Raya. Foto Istimewa.Petani Pino Raya Ditembak dan Jadi Tersangka, DPR Janjikan Rapat Dengar Pendapat
    In News
    Jumat, 17 April 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media