Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Jatam Menduga Badan Industri Mineral untuk Memfasilitasi Pengusaha Tambang Rakus

Ketika sumber daya strategis dikuasai oleh segelintir elite yang memiliki kedekatan istimewa dengan penguasa, rakyat kehilangan kendali atas masa depan ruang hidupnya.

Rabu, 27 Agustus 2025
A A
Presiden Prabowo Subianto bersalaman dengan Kepala Badan Industri Mineral Brian Yuliarto usai pelantikan di Istana Negara Jakarta, 25 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.

Presiden Prabowo Subianto bersalaman dengan Kepala Badan Industri Mineral Brian Yuliarto usai pelantikan di Istana Negara Jakarta, 25 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.

Share on FacebookShare on Twitter

Hal lain yang perlu diwaspadai adalah konsentrasi kekuasaan dalam satu lembaga,seperti Badan Industri Mineral, cenderung membuka ruang bagi praktik korupsi, konflik kepentingan, dan pengabaian terhadap prinsip transparansi. Jika pengelolaan mineral strategis diserahkan kepada segelintir elit yang memiliki kedekatan dengan kekuasaan, maka demokrasi ekonomi menjadi ilusi. Menurut Jatam, Rezim Prabowo-Gibran telah menunjukkan bahwa kepentingan oligarki lebih diutamakan daripada keselamatan rakyat dan keberlanjutan ekologi.

Jatam menyebut, salah satu figur sentral dalam oligarki tambang mineral strategis adalah adik kandung Presiden Prabowo Subianto sekaligus pemilik Arsari Group, Hashim Djojohadikusumo. Melalui perusahaan tambangnya, PT Arsari Tambang, Hashim menguasai konsesi timah yang luas di Bangka Belitung, termasuk melalui anak usaha seperti AEGA Prima yang memiliki izin operasi produksi hingga puluhan tahun ke depan.

Investasi besar-besaran dalam peleburan dan pemurnian timah, seperti pembangunan pabrik PT Solder Tin Andalan Indonesia senilai Rp 400 miliar. Kondisi itu menunjukkan betapa masifnya ekspansi bisnis tambang yang dilakukan keluarga inti kekuasaan.

Baca juga: Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat

Kedekatan antara pengusaha tambang dan kekuasaan politik menciptakan struktur oligarki yang mengaburkan batas antara kepentingan negara dan kepentingan pribadi. Jika figur seperti Hashim memiliki akses langsung ke kebijakan strategis dan lembaga negara, maka pengambilan keputusan tidak lagi didasarkan pada kepentingan publik, melainkan pada akumulasi kapital dan kontrol atas sumber daya. Dalam konteks ini, Badan Industri Mineral berpotensi menjadi alat legitimasi bagi ekspansi bisnis tambang yang dilakukan oleh oligarki.

Kritik terhadap oligarki tambang bukanlah sekadar persoalan etika, melainkan soal keberlangsungan demokrasi dan keadilan ekologis. Ketika sumber daya strategis dikuasai oleh segelintir elite yang memiliki kedekatan istimewa dengan penguasa, rakyat kehilangan kendali atas masa depan ruang hidupnya. Rezim Prabowo dinilai tidak hanya gagal menjaga jarak dari kepentingan bisnis keluarga, tetapi juga aktif memfasilitasi ekspansi tersebut melalui kebijakan dan lembaga negara.

“Ini bukan sekadar konflik kepentingan, ini adalah bentuk kerakusan yang terlembagakan,” tegas Jamil.

Baca juga: Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?

Keberadaan Badan Industri Mineral dinilai Jatam, bukanlah jawaban atas kebutuhan rakyat. Sebaliknya, justru manifestasi dari negara yang telah disetir habis-habisan oleh oligarki tambang. Di tangan rezim yang berkelindan dengan kepentingan bisnis keluarga dan kroni, lembaga ini akan menjadi alat legalisasi perampokan sumber daya, memperdalam luka ekologis, dan memperkuat dominasi politik-ekonomi oligarki.

Pembentukan badan baru diduga untuk memfasilitasi para pengusaha tambang rakus ini menunjukkan negara telah berubah menjadi fasilitator kerakusan, bukan pelindung keselamatan rakyat dan ekologi.

Sumpah setia UUD 1945

Sejumlah Kepala dan Wakil dilantik Presiden Prabowo Subianto dari empat badan yang dibentuk di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 25 Agustus 2025. Meliputi Kepala dan Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa, Kepala Badan Industri Mineral, Kepala Badan Narkotika Nasional, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme.

Baca juga: Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan

Brian Yuliarto diangkat berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 77/P Tahun 2025 tentang Pengangkatan Kepala Badan Industri Mineral.

Mereka dilantik dengan mengucap sumpah jabatan menurut agama Islam yang dipandu langsung oleh Prabowo.

“Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya, demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara,” ujar Prabowo saat mendiktekan penggalan sumpah jabatan kepada pejabat yang dilantik. [WLC02]

Sumber: Jatam, BPMI Setpres

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Badan Industri MineralJatamlogam tanah jarangpengusaha tambang

Editor

Next Post
Ilustrasi prediksi perubahan iklim dengan AI. Foto geralt/pixabay.com.

Perubahan Iklim Sulit Diprediksi, BMKG Gunakan Kecerdasan Buatan

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media