Rabu, 12 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kaoem Telapak Luncurkan Platform Pemantauan Kehutanan

Jumat, 21 Maret 2025
A A
Peserta lokakarya nasional sekaligus peluncuran aplikasi GTID dari Kaoem Telapak, Jakarta, 20 Maret 2025. Foto Dok. Kaoem Telapak.

Peserta lokakarya nasional sekaligus peluncuran aplikasi GTID dari Kaoem Telapak, Jakarta, 20 Maret 2025. Foto Dok. Kaoem Telapak.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kaoem Telapak meluncurkan aplikasi pemantauan bernama Ground-truthed.id (GTID). Ini adalah aplikasi pemantauan kehutanan berbasis web dan Android. Aplikasi ini ditujukan untuk mengumpulkan dan menjadikan data hasil pemantauan kehutanan dan lingkungan, seperti yang didapat dari kelompok masyarakat sipil, masyarakat adat dan komunitas lokal di Indonesia, untuk mendukung transparansi, akuntabilitas dan keadilan bagi hutan Indonesia.

Dengan mensinergikan penggunaan aplikasi GTID dengan kegiatan advokasi lingkungan, GTID diharapkan dapat memperkuat upaya-upaya advokasi yang dilakukan oleh para pihak dalam melawan pembalakan liar, penggundulan hutan, perampasan lahan dan ketidakadilan lingkungan.

“Kaoem Telapak memiliki jaringan pemantauan yang cukup luas untuk menyuarakan kerusakan hutan dan lingkungan yang terjadi di tingkat tapak,” kata Senior Campaigner Kaoem Telapak, Denny Bhatara dalam Lokakarya Nasional bertemakan “Traceability dalam Implementasi EUDR (European Union Deforestation-free Regulation di Indonesia)” yang disiarkan dalam rilis yang diterima Wanaloka.com, Kamis, 20 Maret 2025.

Aplikasi ini sebagai alat pelengkap untuk monitoring kehutanan, aplikasi ini menekankan pada konteks dokumentasi berbasis geo lokasi. Selain menyampaikan kondisi tingkat tapak, pemakaian aplikasi ini untuk mendorong akuntabilitas.

“Kami berharap aplikasi ini dapat dikolaborasikan sebagai wadah bagi pemantau untuk menunjukkan bagaimana Indonesia bekerja di lapangan serta memberikan gambaran nyata tentang kondisi di tanah kita,” imbuh Presiden Kaoem Telapak, Mardi Minangsari yang terbuka berkolaborasi untuk memperkaya dan mengoptimalkan penggunaan platform ini.

Hadapi regulasi EUDR

Sementara lokakarya nasional ini bertujuan, antara lain untuk meningkatkan kesiapan Indonesia terhadap regulasi EUDR dan mengidentifikasi peran masing-masing pihak. Termasuk pemerintah, industri, masyarakat adat, dan organisasi non-pemerintah, dalam memastikan ketertelusuran komoditas yang bebas deforestasi.

Dalam lokakarya ini, Kaoem Telapak mengundang berbagai pemangku kepentingan termasuk instansi pemerintah, perwakilan sektor swasta, organisasi masyarakat sipil, dan komunitas petani. Lokakarya dibuka oleh sambutan Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Arif Havas Oegroseno.

Berbagai pihak di Indonesia, termasuk pemerintah, sektor industri, dan organisasi masyarakat sipil, menghadapi tantangan dalam memastikan kesiapan Indonesia terhadap aturan deforestasi dan degradasi guna memenuhi tuntutan internasional, salah satunya adalah Regulasi Bebas Deforestasi Uni Eropa (EUDR).

Regulasi ini bertujuan memperbaiki tata kelola komoditas kehutanan yang berkelanjutan. Indonesia, yang memiliki lima komoditas terdampak peraturan EUDR antara lain kayu, sawit, kakao, kopi, dan karet, telah mulai mengambil langkah-langkah strategis dalam mempersiapkan pemenuhan persyaratan regulasi tersebut. Havas menekankan perlunya EUDR dibahas secara komprehensif.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: aplikasi GTIDEUDRKaoem Telapakpemantauan kehutanan

Editor

Next Post
XR Bunga Terung menyerukan konservasi Sungai Mahakam untuk keberlanjutan kehidupan makhluk hidup dalam peringatan Hari Air Sedunia, 22 Maret 2025. Foto Dok. XR Bunga Terung.

Hari Air Sedunia 2025, Sungai Mahakam Kehilangan Tuah Akibat Kepentingan Ekstraksi

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Menteri LH M. Jumhur Hidayat dalam Pelatihan Sertifikasi Lingkungan Hidup bagi Hakim Peradilan Umum, Militer, dan Tata Usaha Negara Seluruh Indonesia Angkatan XXIII di Bogor, 3 Agustus 2026. Foto Dok. KLH/BPLH.Menteri Jumhur: Putusan Pengadilan Harus Pulihkan Ekosistem dan Hentikan Perusakan Alam
    In News
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Ilustrasi semangka tanpa biji. Foto Congerdesign/Pixabay.comBudidaya Buah Tanpa Biji Tetap secara Alami
    In IPTEK
    Selasa, 4 Agustus 2026
  • Tongkang pengangkut batubara di perairan Sungai Mahakam. Foto Dok Wanaloka.com.Ribuan Ton Batu Bara Tumpah di Perairan Jepara, BRIN Survei Verifikasi Pencemaran
    In News
    Selasa, 4 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media