Senin, 5 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kapal Singapura Diduga Curi 100 Ribu Meter Kubik Pasir Laut di Perairan Batam

Kamis, 10 Oktober 2024
A A
Penjelasan soal penghentian operasional kapal Singapura yang menghisappasir laut Indonesia. Foto KKP.

Penjelasan soal penghentian operasional kapal Singapura yang menghisappasir laut Indonesia. Foto KKP.

Share on FacebookShare on Twitter

Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut KKP, Viktor Gustaaf Manoppo menjelaskan sampai saat ini, dalam Peraturan Pemerintah (PP) 26 Tahun 2023 tentang pengelolaan hasil sedimentasi belum ada satupun izin yang dikeluarkan pemerintah.

“Secara regulasi, KKP belum mengeluarkan satu lembar izin kepada siapapun terkait operasional pengelolaan hasil sedimentasi,” kata dia.

Baca Juga: Lonjakan Sampah Plastik Diprediksi Jadi 38,42 Persen pada 2050

Akibat praktik pencurian pasir laut oleh kapal asing itu, estimasi total potensi kerugian negara dalam satu tahun mencapai 100 ribu meter kubik pasir laut dikalikan 12 bulan. Total kerugian negara mencapai ratusan miliar per tahun.

“Ini baru sumber daya kelautan (pasir laut), belum lagi perizinan yang lainnya mungkin bisa lebih dari itu,” kata dia.

Sebelumnya, PP Nomor 26 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Sedimentasi di Laut yang merupakan salah satu landasan hukum dalam Pengendalian Kawasan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil mendapat penolakan aktivis lingkungan dan masyarakat pesisir. Lantaran melegalisasi pengerukan pasir laut untuk diekspor sehingga mengancam lingkungan di pesisir.

Sementara Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyatakan ekspor sedimentasi bisa dilakukan dalam bentuk pasir hasil sedimentasi, asalkan kebutuhan dalam negeri sudah terpenuhi. [WLC02]

Sumber: Kementerian Kelautan dan Perikanan

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: ekspor pasir lautekspor sedimentasikapal kerukkapal penghisapPP 26 Tahun 2023wilayah perairan

Editor

Next Post
Salah satu desain rumah tahan gempa. Foto dpu.kulonprogokab.go.id

Rumah Aman Gempa Bisa Meredam Kerusakan dan Memberi Waktu Evakuasi

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media