Selasa, 7 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kasus PMK Ternak di Indonesia Butuh Penanganan Segera dan Serius

Minggu, 19 Januari 2025
A A
Ilustrasi hewan ternak sakit. Foto ugm.ac.id.

Ilustrasi hewan ternak sakit. Foto ugm.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Anggota Komisi IV DPR RI, Ajbar mendesak Kementerian Pertanian (Kementan) untuk memberikan kepastian ketersediaan vaksin penyakit mulut dan kaki (PMK) bagi peternak. Mengingat terjadi lonjakan kasus PMK pada sapi di tujuh provinsi di Indonesia.

“Pastikan vaksin PMK cukup. Dan jangan ada pungutan atau biaya vaksin dari peternakan rakyat,” ujar Ajbar melalui rilis, Minggu, 19 Januari 2025.

Sebab pemberlakuan pungutan biaya vaksinasi pada peternak rakyat hanya akan memperburuk situasi.

Baca juga: Pakar UGM Desak Proyek Lahan 20 Juta Ha Ditinjau Ulang, Manfaatkan Lahan Tak Produktif

“Faktanya, jangankan dipungutin biaya, gratis saja masih banyak peternak yang enggan melaporkan ternaknya untuk divaksin,” ungkap Politisi Fraksi PAN ini.

Banyak peternak kecil yang belum menyadari pentingnya vaksinasi, sehingga peran pemerintah sangat krusial dalam memastikan kesadaran dan keterlibatan peternak. Menurut dia, perlu pendampingan terhadap peternak dalam menghadapi wabah ini. Selain itu, perlu dukungan terhadap operasional tenaga vaksinasi.

Ia berharap pemerintah mengambil langkah tegas dan strategis demi melindungi sektor peternakan nasional.

Baca juga: Banjir Kepung 11 Kecamatan di Lampung

“Kesejahteraan peternak harus menjadi prioritas utama, dan pemerintah harus memastikan segala bentuk dukungan tersedia,” imbuh dia.

Wabah PMK kini telah menjangkiti tujuh provinsi, yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Lampung. Sejak pertengahan Desember 2024, jumlah kasus PMK terus meningkat, menimbulkan kekhawatiran di kalangan peternak dan masyarakat luas.

25 ribu ternak terjangkit PMK

Berdasarkan data perkembangan dan penanganan kasus PMK 2024 Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, kasus memuncak pada periode April—Agustus 2024, menjelang perayaan Idul Adha. Mulai 28 Desember 2024 sampai 15 Januari 2025, tercatat lebih dari 25.000 hewan ternak terjangkit PMK yang tersebar di 2.736 desa.

Baca juga: Gunung Ibu 17 Kali Erupsi, Tim Gabungan Percepat Evakuasi Warga Lima Desa

“Angka ini menunjukkan PMK telah menjadi ancaman yang membutuhkan perhatian serius,” kata Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda dalam Seminar Nasional bertajuk “Roadmap dan Strategi Menuju Indonesia Bebas PMK” di ruang Auditorium Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Gadjah Mada (UGM), Jumat, 16 Januari 2025.

Kementan tengah berupaya memberantas PMK yang kini tengah kembali mewabah dan menjangkiti ternak dalam beberapa bulan terakhir. Sejak akhir 2024, lebih dari 49.000 vaksinasi telah dilaksanakan di 16 provinsi. Sebanyak 13.956 hewan ternak yang sakit juga telah diberikan pengobatan khusus dari dokter hewan.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: FKH UGMKementerian PertanianKomisi IV DPRPMKvaksinasi PMK

Editor

Next Post
Ilustrasi gaya hidup mengenakan masker di keramaian. Foto Surprising_SnapShots/pixabay.com.

Mengenal Virus HMPV, Mengapa Pencegahan Lewat Gaya Hidup Ala Pandemi Covid-19?

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Kebun eukaliptus PT Adindo Hutan Lestari di Kalimantan Utara. Foto Yayasan Auriga Nusantara.Mengapa Viskosa Harus Masuk Aturan UU Anti Deforestasi Uni Eropa?
    In Rehat
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi salah satu kucing ras jumbo. Foto Kadisha/Pixabay.com.Mengenal Kucing Ras Jumbo untuk Dipelihara di Rumah
    In Rehat
    Kamis, 25 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media