Kamis, 5 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Gunung Ibu 17 Kali Erupsi, Tim Gabungan Percepat Evakuasi Warga Lima Desa

Jumat, 17 Januari 2025
A A
Proses evakuasi warga Desa Borona, Kecamatan Tabaru, Kabupaten Halmahera Barat untuk mitigasi erupsi Gunung Ibu, 17 Januari 2025. Foto Dok. BNPB.

Proses evakuasi warga Desa Borona, Kecamatan Tabaru, Kabupaten Halmahera Barat untuk mitigasi erupsi Gunung Ibu, 17 Januari 2025. Foto Dok. BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Berdasarkan data Magma Indonesia, Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara mengalami 17 kali erupsi sepanjang Jumat, 17 Januari 2025 dari pukul 02.17 WIT hingga 23.52 WIT. Tinggi kolom abu teramati antara 500-800 meter di atas puncak.

Dalam rapat koordinasi yang digelar di Pos Komando Penanganan Darurat Erupsi Gunung Ibu di Kantor Bupati Halmahera Barat, Jumat, 17 Januari 2025, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Halmahera Barat sepakat untuk mengungsikan masyarakat yang masih berada di wilayah atau zona bahaya Gunung Ibu. Rapat dihadiri perwakilan BNPB, BPBD Maluku Utara, Bupati Halmahera Barat, Sekda Halmahera Barat, Dandim 1501/Ternate, Kapolres Halmahera Barat, Forkopimda Halmahera Barat, kepala desa dan tokoh masyarakat di wilayah zona bahaya.

Berdasarkan rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), ada enam desa dalam radius 5 sampai 6 kilometer dari puncak yang harus dievakuasi. Desa-desa ini berpotensi risiko ancaman lahar dan lava pijar.

Baca juga: Proyek Pagar Laut, Komisi II DPR Tegaskan Menteri ATR Jangan Lepas Tangan

Adapun enam desa yang dimaksud adalah desa yang berada di Kecamatan Tabaru yaitu, Desa Sangaji Nyeku, Desa Sosangaji, Desa Tuguis, Desa Togoreba Sungi, Desa Borona, dan Desa Todoke. Dari enam desa tersebut, warga Desa Sangaji Nyeku sudah terevakuasi semua oleh tim gabungan menuju beberapa titik pengungsian.

“Warga mengosongkan desa mereka untuk dibawa ke tempat pengungsian agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi,” kata Bupati Halmahera Barat, James Uang.

Pihaknya menyatakan telah berkoordinasi dengan kepala desa serta tokoh masyarakat setempat agar sementara waktu berkenan pindah ke pengungsian.

Baca juga: Status Awas, Warga Sekitar Gunung Ibu Lakukan Evakuasi Mandiri

James juga mengeluarkan imbauan tentang Pengendalian dan Pengamanan Penanggulangan Bencana Erupsi Gunung Api Ibu di wilayah Kecamatan Tabaru ditujukan kepada Camat Tabaru dan Kepala Desa di kecamatan itu.

Isi imbauan antara lain, masyarakat tidak beraktifitas di dalam zona rekomendasi bahaya Gunung Ibu. Kemudian bijak dalam memberikan izin keramaian kepada warga masyarakat. Dan ketika terjadi letusan, masyarakat diminta untuk menghindari lokasi rawan bencana dan berlindung di tempat aman.

Rapat koordinasi ini sekaligus mengaktifkan Pos Komando dengan Dandim 1501/Ternate Kolonel Arm Adietya Yuni Nurtono sebagai Komandan Posko. Adietya menyampaikan fokus utama operasi dalam beberapa hari ke depan adalah meneruskan evakuasi di lima desa tersisa.

Baca juga: Korupsi Timah, KIKA Serukan Lawan Upaya Kriminalisasi terhadap Bambang Hero

Proses evakuasi masyarakat di satu desa pada 16 Januari 2025 telah mengerahkan 260 personil TNI, Polri, Satpol PP dan tenaga kesehatan di lokasi.

“Harapannya dalam dua hari ini dapat menyelesaikan semua proses evakuasi,” kata Adietya.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati menyampaikan peran BNPB dalam hal ini adalah memberikan pendampingan bagi pemerintah daerah dan memenuhi kekurangan yang ada.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Erupsi Gunung Ibuevakuasi wargaKabupaten Halmahera Baratstatus tanggap darurat

Editor

Next Post
Banjir di Kota Lampung, Jumat, 17 Januari 2025. Foto BPBD Lampung.

Banjir Kepung 11 Kecamatan di Lampung

Discussion about this post

TERKINI

  • Kaoem Telapak desak pemerintah usut tuntas dugaan pembalakan liar dan pencucian kayu Merbau di Nabire, Papua Tengah. Foto Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pembalakan di Nabire
    In News
    Rabu, 4 November 2026
  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media