Senin, 10 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kawasan Cincin Api Indonesia Jadi Habitat Mikroalga untuk Mitigasi Perubahan Iklim

Mikroalga memiliki kemampuan alami menangkap karbon dioksida (CO₂) melalui fotosintesis dan mengonversinya menjadi biomassa.

Senin, 2 Februari 2026
A A
Phototank G-Algae, penyerap CO2 dalam ruangan. Foto Alfredo Kono/ITB.

Phototank G-Algae, penyerap CO2 dalam ruangan. Foto Alfredo Kono/ITB.

Share on FacebookShare on Twitter

Selain untuk penyerapan karbon, Alfredo menekankan pentingnya pendekatan ekonomi sirkular sehingga CO₂ yang ditangkap dapat diubah menjadi biomassa bernilai ekonomi tinggi. Produk turunan mikroalga mencakup lipid untuk biofuel, pigmen untuk industri kosmetik, serta karbohidrat unik yang berpotensi dikembangkan di bidang farmasi dan kesehatan.

Sebagai bentuk hilirisasi riset, tim ITB juga mengembangkan konsep phototank atau “pohon cair” yang memanfaatkan mikroalga sebagai sistem pembersih udara dalam ruangan, yang estetik menyerupai furnitur dan memperindah interior.

Baca juga: Tinjauan Lingkungan Hidup 2026, Tak Ada yang Aman dari Ancaman Kerusakan Lingkungan

Basis data ilmiah untuk kebijakan iklim nasional

Alfredo menekankan pentingnya data kuantitatif untuk memastikan kapasitas mikroalga dalam menyerap CO₂ dapat dijadikan rujukan kebijakan berbasis sains.

“Kami sedang menghitung seberapa banyak mikroalga ini menangkap CO2 dengan peralatan yang sudah ada. Suatu saat kami berharap ini bisa menjadi standar,” jelas dia.

Proses pendataan yang bekerja sama dengan UGM itu diharapkan dapat mendukung pemerintah dalam perumusan kebijakan iklim, termasuk skema pajak karbon.

Ia optimistis Indonesia dapat memitigasi perubahan iklim melalui teknologi dalam negeri. Kekayaan biodiversitas lokal dinilai telah menyediakan solusi yang relevan. Dalam pengembangan mikroalga sebagai solusi iklim, diperlukan kolaborasi sains dasar, rekayasa, industri, dan kebijakan agar riset dapat bertransformasi menjadi inovasi yang berdampak luas bagi masyarakat. [WLC02]

Sumber: ITB

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: FMIPA ITBKawasan Cincin Apimikroalgamitigasi perubahan iklim

Editor

Next Post
Penampakan 'awan kontainer'. Foto tangkapan layar dari TV Tempo/Youtube Tempodotco.

Istilah “Awan Kontainer”, Ada Kekeliruan Memahami Proses Pembentukan Hujan

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Menteri LH M. Jumhur Hidayat dalam Pelatihan Sertifikasi Lingkungan Hidup bagi Hakim Peradilan Umum, Militer, dan Tata Usaha Negara Seluruh Indonesia Angkatan XXIII di Bogor, 3 Agustus 2026. Foto Dok. KLH/BPLH.Menteri Jumhur: Putusan Pengadilan Harus Pulihkan Ekosistem dan Hentikan Perusakan Alam
    In News
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Ilustrasi semangka tanpa biji. Foto Congerdesign/Pixabay.comBudidaya Buah Tanpa Biji Tetap secara Alami
    In IPTEK
    Selasa, 4 Agustus 2026
  • Tongkang pengangkut batubara di perairan Sungai Mahakam. Foto Dok Wanaloka.com.Ribuan Ton Batu Bara Tumpah di Perairan Jepara, BRIN Survei Verifikasi Pencemaran
    In News
    Selasa, 4 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media