Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Keindahan Langit Indonesia Jadi Peluang Pengembangan Astrowisata

Tak banyak yang tahu, keindahan langit menyimpan banyak potensi untuk astrowisata. Apa sajakah itu?

Rabu, 25 Oktober 2023
A A
Wisatawan Gunung Bromo melihat detik-detik sinar matahari merekah di langit pagi hari. Foto wanaloka.com.

Wisatawan Gunung Bromo melihat detik-detik sinar matahari merekah di langit pagi hari. Foto wanaloka.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Tantangan ke depannya adalah apabila astronomi menjadi populer dan terjadi over tourism di berbagai daerah yang berdampak pada lingkungannya.

Baca Juga: Teknologi Masaro Ubah Kebiasaan Buang Sampah Menjadi Jual Sampah

“Astrowisata nantinya dapat menjadi wisata ekslusif dengan pembatasan jumlah pengunjung,” kata Chatief.

Tak hanya itu, peran astrowisata juga dapat semakin dikembangkan dalam sisi pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Penelitian menjadi penting untuk pembuatan regulasi dengan menyusun naskah akademik. Dalam pendidikan misalnya terdapat Prodi Studi Astronomi, maupun mata kuliah yang dapat diambil mahasiswa jurusan lain, seperti Manajemen Institusi Astronomi dan Astronomi Lingkungan.

Dengan melihat potensi dan tantangan tersebut, terdapat berbagai hal penting yang perlu diperhatikan dalam pengembangan astrowisata. Seperti menyadarkan potensi yang dimiliki daerah tersebut kepada masyarakat, regulasi, dan perencanaan yang baik.

Baca Juga: Strategi Pengelolaan Sampah agar Tak Berakhir di Pembuangan Akhir

Membangun persepsi yang sama dengan masyarakat bahwa daerahnya berpotensi itu tidak bisa cepat, tapi bisa dilakukan secara bertahap.

“Masyarakat dapat diajak apabila ada manfaat untuk mereka dan kami perlu memahami apa yang mereka butuhkan,” kata Hendro.

Beberapa cara yang bisa dilakukan adalah bekerja sama dengan masyarakat, seperti membangun homestay, bukan hotel. Harapannya, strategi pengembangan astrowisata berjalan baik, tidak menimbulkan polusi cahaya, dan bermanfaat untuk masyarakat.

Baca Juga: Ini Pemicu Gempa Dangkal Guncang Nias Selatan

Astrowisata juga memberikan dampak positif, karena kepariwisataan dinilai paling efektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berbagai fasilitas pendukung wisata bisa berasal dari masyarakat itu sendiri, seperti penginapan, restoran, dan lain-lain. Perlu banyak kerja keras untuk memberikan pengetahuan terkait kepada masyarakat.

“Jadi pengembangan astrowisata memerlukan dana yang tidak sedikit,” imbuh Alumni Astronomi ITB sekaligus Founder Imahnoong, Hendro Setyanto. [WLC02]

Sumber: ITB

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Astronomi ITBastrowisataGalaksi Bima Saktikeindahan langitNusa Tenggara TimurPulau Sabu

Editor

Next Post
Pantai Glagah, saah satu pantai selatan DIY. Foto wanaloka.com.

Selatan Jawa Jadi Lokasi Uji Sistem Peringatan Dini Tsunami IOWave23

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media