Jumat, 29 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kelinci Bertelinga Panjang, Marmut Bertelinga Bulat

Di Indonesi, daging kelinci diperjualbelikan untuk dikonsumsi, sedangan marmut menjadi hewan peliharaan.

Senin, 18 Agustus 2025
A A
Kelinci dan marmut. Foto freepik.

Kelinci dan marmut. Foto freepik.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Banyak orang mengira kelinci dan marmut adalah hewan yang berkerabat dekat. Sama-sama hewan berbulu dan sering dijadikan peliharaan. Namun keduanya ternyata berasal dari ordo yang berbeda.

Dosen Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan IPB University, Muhamad Baihaqi menjelaskan, secara taksonomi, kelinci (Oryctolagus cuniculus) masuk ke dalam ordo Lagomorpha. Sedangkan marmut atau guinea pig (Cavia porcellus) tergolong ordo Rodentia.

Secara fisik, kelinci memiliki tubuh lebih besar dan ramping, telinga dan kaki belakang panjang, serta ekor kecil berbulu.

Baca juga: Negosiasi INC 5.2 Gagal Sepakat, Indonesia Komitmen Hentikan Polusi Plastik

Sementara marmut bertubuh lebih pendek dan gemuk, dengan kaki pendek, telinga kecil bulat, dan hampir tidak memiliki ekor.

Perbedaan anatomi paling mencolok terletak pada struktur gigi. Kelinci memiliki sepasang gigi seri tambahan di belakang gigi utama, yang tidak dimiliki marmut.

Meski keduanya herbivora dengan sistem pencernaan hindgut fermenter, kelinci lebih efisien mencerna serat. Sebab memiliki sekum lebih besar dan melakukan coprophagy (memakan kembali kotoran lunak).

Baca juga: Jatam Desak Presiden Membuka Daftar Pemain Besar Tambang Ilegal

Beda asal usul

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan IPB Universitykelincimarmut

Editor

Next Post
Ilustrasi krisis air. Foto balouriarajesh/pixabay.com.

Ancaman Krisis Air, 1 dari 4 Penduduk Dunia Sulit Mengakses Air Bersih

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media