Minggu, 4 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kelinci Bertelinga Panjang, Marmut Bertelinga Bulat

Di Indonesi, daging kelinci diperjualbelikan untuk dikonsumsi, sedangan marmut menjadi hewan peliharaan.

Senin, 18 Agustus 2025
A A
Kelinci dan marmut. Foto freepik.

Kelinci dan marmut. Foto freepik.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Banyak orang mengira kelinci dan marmut adalah hewan yang berkerabat dekat. Sama-sama hewan berbulu dan sering dijadikan peliharaan. Namun keduanya ternyata berasal dari ordo yang berbeda.

Dosen Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan IPB University, Muhamad Baihaqi menjelaskan, secara taksonomi, kelinci (Oryctolagus cuniculus) masuk ke dalam ordo Lagomorpha. Sedangkan marmut atau guinea pig (Cavia porcellus) tergolong ordo Rodentia.

Secara fisik, kelinci memiliki tubuh lebih besar dan ramping, telinga dan kaki belakang panjang, serta ekor kecil berbulu.

Baca juga: Negosiasi INC 5.2 Gagal Sepakat, Indonesia Komitmen Hentikan Polusi Plastik

Sementara marmut bertubuh lebih pendek dan gemuk, dengan kaki pendek, telinga kecil bulat, dan hampir tidak memiliki ekor.

Perbedaan anatomi paling mencolok terletak pada struktur gigi. Kelinci memiliki sepasang gigi seri tambahan di belakang gigi utama, yang tidak dimiliki marmut.

Meski keduanya herbivora dengan sistem pencernaan hindgut fermenter, kelinci lebih efisien mencerna serat. Sebab memiliki sekum lebih besar dan melakukan coprophagy (memakan kembali kotoran lunak).

Baca juga: Jatam Desak Presiden Membuka Daftar Pemain Besar Tambang Ilegal

Beda asal usul

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan IPB Universitykelincimarmut

Editor

Next Post
Ilustrasi krisis air. Foto balouriarajesh/pixabay.com.

Ancaman Krisis Air, 1 dari 4 Penduduk Dunia Sulit Mengakses Air Bersih

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media