Minggu, 5 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kelinci Bertelinga Panjang, Marmut Bertelinga Bulat

Di Indonesi, daging kelinci diperjualbelikan untuk dikonsumsi, sedangan marmut menjadi hewan peliharaan.

Senin, 18 Agustus 2025
A A
Kelinci dan marmut. Foto freepik.

Kelinci dan marmut. Foto freepik.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Banyak orang mengira kelinci dan marmut adalah hewan yang berkerabat dekat. Sama-sama hewan berbulu dan sering dijadikan peliharaan. Namun keduanya ternyata berasal dari ordo yang berbeda.

Dosen Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan IPB University, Muhamad Baihaqi menjelaskan, secara taksonomi, kelinci (Oryctolagus cuniculus) masuk ke dalam ordo Lagomorpha. Sedangkan marmut atau guinea pig (Cavia porcellus) tergolong ordo Rodentia.

Secara fisik, kelinci memiliki tubuh lebih besar dan ramping, telinga dan kaki belakang panjang, serta ekor kecil berbulu.

Baca juga: Negosiasi INC 5.2 Gagal Sepakat, Indonesia Komitmen Hentikan Polusi Plastik

Sementara marmut bertubuh lebih pendek dan gemuk, dengan kaki pendek, telinga kecil bulat, dan hampir tidak memiliki ekor.

Perbedaan anatomi paling mencolok terletak pada struktur gigi. Kelinci memiliki sepasang gigi seri tambahan di belakang gigi utama, yang tidak dimiliki marmut.

Meski keduanya herbivora dengan sistem pencernaan hindgut fermenter, kelinci lebih efisien mencerna serat. Sebab memiliki sekum lebih besar dan melakukan coprophagy (memakan kembali kotoran lunak).

Baca juga: Jatam Desak Presiden Membuka Daftar Pemain Besar Tambang Ilegal

Beda asal usul

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan IPB Universitykelincimarmut

Editor

Next Post
Ilustrasi krisis air. Foto balouriarajesh/pixabay.com.

Ancaman Krisis Air, 1 dari 4 Penduduk Dunia Sulit Mengakses Air Bersih

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Ilustrsi kunang-kunang. Foto Franciscojaviercorador/Pixabay.com.Kunang-Kunang Kian Langka, Tanda Kualitas Lingkungan Menurun
    In IPTEK
    Minggu, 21 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media