Minggu, 4 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kelinci Bertelinga Panjang, Marmut Bertelinga Bulat

Di Indonesi, daging kelinci diperjualbelikan untuk dikonsumsi, sedangan marmut menjadi hewan peliharaan.

Senin, 18 Agustus 2025
A A
Kelinci dan marmut. Foto freepik.

Kelinci dan marmut. Foto freepik.

Share on FacebookShare on Twitter

Asal-usul keduanya juga berbeda. Kelinci berasal dari Eropa dan Afrika Utara dan hidup di dalam liang bawah tanah, sedangkan marmut berasal dari pegunungan Andes di Amerika Selatan dan tinggal di permukaan tanah.

Dari segi reproduksi, kelinci lebih produktif karena ovulasi terjadi setelah kawin (induced ovulator), dengan masa kebuntingan sekitar 28–32 hari dan jumlah anak bisa mencapai 12 ekor. Sebaliknya, marmut memiliki masa kebuntingan lebih panjang, 59–72 hari, dan hanya melahirkan 2–4 anak.

Terkait aspek konsumsi, Baihaqi menyebut bahwa daging keduanya dapat dimakan dan halal bagi Muslim. Daging kelinci tinggi protein, rendah lemak dan kolesterol, sementara daging marmut juga tinggi protein namun dengan ukuran tubuh yang lebih kecil.

Baca juga: Menyusuri Jejak Rafflesia di Kawasan Bandealit Jawa Timur

“Fatwa halal untuk daging kelinci telah dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan mayoritas ulama juga membolehkan konsumsi marmut,” ujar dia.

Di Indonesia, potensi ekonomi kelinci lebih besar karena sudah banyak dikembangkan sebagai sumber daging dan hewan hias. Sementara itu, marmut masih lebih umum dijadikan hewan peliharaan.

“Dengan meningkatnya minat terhadap kelinci hias dan konsumsi daging kelinci, peluang usaha peternakan kelinci semakin menjanjikan,” imbuh dia. [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan IPB Universitykelincimarmut

Editor

Next Post
Ilustrasi krisis air. Foto balouriarajesh/pixabay.com.

Ancaman Krisis Air, 1 dari 4 Penduduk Dunia Sulit Mengakses Air Bersih

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media