Senin, 24 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kelinci Sumatera, Satwa Langka Ini Ditemukan di Solok

Kelinci sumatera, satwa langka endemik di kawasan Bukit Barisan yang berada di Pulau Sumatera, tergolong satwa yang terancam punah.

Rabu, 15 Juni 2022
A A
Kelinci sumatera yang ditemukan di Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat. Foto ksdae.menlhk.go.id

Kelinci sumatera yang ditemukan di Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat. Foto ksdae.menlhk.go.id

Share on FacebookShare on Twitter

Ardi Andono mengungkapkan kelinci sumatera termasuk satwa langka yang populasinya terus menyusut di habitatnya yang statusnya tergolong terancam punah seperti harimau sumatera.

“Dan ini adalah penemuan yang langka terjadi di hutan Sumatera Barat,” kata Ardi Andono.

Sulit Ditemukan

Merujuk daftar tumbuhan dan satwa yang dilindungi dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MENLHK/ SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi, kelinci sumatera berada di urutan nomor 72.

Kelinci sumatera termasuk satwa yang sulit ditemukan. Melansir mongabay.co.id, satwa langka ini pertama kali terdokumentasi pada 1972 oleh M. Borner di Taman Nasional Gunung Leuser.

Tahun 1978, J. Seidensticker mengaku melihat kelinci sumatera di sekitar Gunung Kerinci, namun tidak terdokumentasi.

Baca Juga: Mengenal Makanan Khas Blitar Lewat Film “Legenda Kuliner Patria”

Di 1998, Fauna & Flora International merekam individu dalam foto kamera jebak di Taman Nasional Kerinci Seblat. Sejak 1998, dilaporkan penampakan kelinci sumatera di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.

Tahun 2007, Wildlife Conservation Society–Indonesia Program berhasil mendokumentasikan kelinci sumatera dengan memasang camera trap di kawasan Pulau Beringin.

Baca Juga: Subvarian Baru Omicron Masuk ke Indonesia, Pariwisata Tunggu Kebijakan

Setahun kemudian, tahun 2008, seorang ilmuwan dari WWF sukses mendokumentasikan seekor kelinci sumatera. Tahun 2009, satu ekor kelinci sumatera satu terlihat di sepanjang jalan yang membelah Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.

Baca Juga: Pemerintah Klaim Rehabilitasi 600 Ribu Ha Lahan Mangrove atasi Perubahan Iklim

Jennifer McCarthy dari Massachusetts University dalam penelitiannya berjudul: Using Camera Trap Photos and Direct Sightings to Identify Possible Refugia for The Vulnerable Sumatran Striped Rabbit Nesolagus netscheri (2012), menceritakan saat ia dan timnya melakukan penelitian di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan medio 2008-2011 yang dilengkapi dengan tujuh kamera digital inframerah, memperoleh 10 foto kelinci sumatera. [WLC01]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BKSDA Sumatera BaratBukit Barisankelinci sumateraProvinsi Sumatera Baratsatwa langkasatwa yang dilindungi

Editor

Next Post
Visual dari udara, kondisi pantai Boulevard di Kepulauan Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, pasca-abrasi yang terjadi, Rabu, 15 Juni 2022. Foto Dok BNPB

Abrasi Pantai Boulevard di Kepulauan Amurang, 15 Rumah dan Penginapan Amblas

Discussion about this post

TERKINI

  • Titik-titik api karhutla di Pulau Kalimantan. Foto Istimewa.Hukuman Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan: Cabut Izin dan Pulihkan Lingkungan!
    In News
    Minggu, 23 Agustus 2026
  • Pembangunan On The Rock di kawasan Pantai Watubolong di KBAK Gunungsewu di Kabupaten Gunungkidul, 8 Agustus 2026. (Foto Instimewa)Akses Dibatasi, Negara Harus Investigasi Perizinan Ekspansi Industri Wisata di Pantai Watubolong
    In News
    Minggu, 23 Agustus 2026
  • Visual pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, 20 Agustus 2026. (BNPB)Karhutla Ancaman Serius: Utamakan Penjagaan Sebelum Api Datang, Bukan Pencegahan
    In Bencana
    Sabtu, 22 Agustus 2026
  • Pekan Rakyat Lingkungan Hidup dan KNLH 2026, di Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Jumat, 21 Agustus 2026. (Tim Media PRLH 2026)Pulihkan Indonesia untuk Keadilan Ekologis: Hentikan Sumber-sumber Kerusakan!
    In News
    Jumat, 21 Agustus 2026
  • Diskusi dan pemutaran film Film dokumenter “Jejak Kolonial di Hutan Jawaˮ dalam Festival Udin 2026, 15 Agustus 2026. (Dok. Festival Udin 2026)Co-firing Biomassa dari Proyek Bioenergi Kayu di Jawa Korbankan Ekosistem Hutan dan Masyarakat
    In Lingkungan
    Selasa, 18 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media