Sabtu, 10 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kelinci Sumatera, Satwa Langka Ini Ditemukan di Solok

Kelinci sumatera, satwa langka endemik di kawasan Bukit Barisan yang berada di Pulau Sumatera, tergolong satwa yang terancam punah.

Rabu, 15 Juni 2022
A A
Kelinci sumatera yang ditemukan di Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat. Foto ksdae.menlhk.go.id

Kelinci sumatera yang ditemukan di Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat. Foto ksdae.menlhk.go.id

Share on FacebookShare on Twitter

Ardi Andono mengungkapkan kelinci sumatera termasuk satwa langka yang populasinya terus menyusut di habitatnya yang statusnya tergolong terancam punah seperti harimau sumatera.

“Dan ini adalah penemuan yang langka terjadi di hutan Sumatera Barat,” kata Ardi Andono.

Sulit Ditemukan

Merujuk daftar tumbuhan dan satwa yang dilindungi dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MENLHK/ SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi, kelinci sumatera berada di urutan nomor 72.

Kelinci sumatera termasuk satwa yang sulit ditemukan. Melansir mongabay.co.id, satwa langka ini pertama kali terdokumentasi pada 1972 oleh M. Borner di Taman Nasional Gunung Leuser.

Tahun 1978, J. Seidensticker mengaku melihat kelinci sumatera di sekitar Gunung Kerinci, namun tidak terdokumentasi.

Baca Juga: Mengenal Makanan Khas Blitar Lewat Film “Legenda Kuliner Patria”

Di 1998, Fauna & Flora International merekam individu dalam foto kamera jebak di Taman Nasional Kerinci Seblat. Sejak 1998, dilaporkan penampakan kelinci sumatera di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.

Tahun 2007, Wildlife Conservation Society–Indonesia Program berhasil mendokumentasikan kelinci sumatera dengan memasang camera trap di kawasan Pulau Beringin.

Baca Juga: Subvarian Baru Omicron Masuk ke Indonesia, Pariwisata Tunggu Kebijakan

Setahun kemudian, tahun 2008, seorang ilmuwan dari WWF sukses mendokumentasikan seekor kelinci sumatera. Tahun 2009, satu ekor kelinci sumatera satu terlihat di sepanjang jalan yang membelah Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.

Baca Juga: Pemerintah Klaim Rehabilitasi 600 Ribu Ha Lahan Mangrove atasi Perubahan Iklim

Jennifer McCarthy dari Massachusetts University dalam penelitiannya berjudul: Using Camera Trap Photos and Direct Sightings to Identify Possible Refugia for The Vulnerable Sumatran Striped Rabbit Nesolagus netscheri (2012), menceritakan saat ia dan timnya melakukan penelitian di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan medio 2008-2011 yang dilengkapi dengan tujuh kamera digital inframerah, memperoleh 10 foto kelinci sumatera. [WLC01]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BKSDA Sumatera BaratBukit Barisankelinci sumateraProvinsi Sumatera Baratsatwa langkasatwa yang dilindungi

Editor

Next Post
Visual dari udara, kondisi pantai Boulevard di Kepulauan Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, pasca-abrasi yang terjadi, Rabu, 15 Juni 2022. Foto Dok BNPB

Abrasi Pantai Boulevard di Kepulauan Amurang, 15 Rumah dan Penginapan Amblas

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media