Sabtu, 5 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Keluarga Punya Riwayat Henti Jantung atau Sering Pingsan, Periksakan Jantung Anda

Henti jantung ternyata juga berhubungan dengan faktor keturunan. Jika keluarga anda punya riwayat henti jantung atau sering pingsan, maka segera periksakan jantung anda.

Selasa, 1 Februari 2022
A A
Ilustrasi irama jantung. Foto PublicDomainPictures/pixabay.com.

Ilustrasi irama jantung. Foto PublicDomainPictures/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Anak sulung politisi Nurul Arifin, Maura Magnalia Madyaratri ditemukan meninggal dunia dalam usia 27 tahun pada 25 Januari 2022 pagi. Dia seperti tertidur di meja makan dan tubuhnya terasa dingin. Dia juga punya kebiasaan begadang dan baru tidur siang hari. Dan menjelang kepergiannya, Maura disebut mengalami stres karena mempersiapkan wisudanya di Australia dan tubuhnya drop. Diagnosa dokter menyebut Maura mengalami henti jantung. Apakah henti jantung itu?

Menurut dokter spesialis jantung Rumah Sakit (RS) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Habibie Arifianto, henti jantung juga biasa disebut juga cardiac arrest atau sudden cardiac death. Penyebabnya bisa karena faktor genetik atau keturunan dan kasus terbanyak karena gangguan aktivitas listrik jantung. Ini bisa mengakibatkan gangguan irama fatal yang membuat seseorang pingsan hingga berujung kepada kematian.

“Saat terjadi gangguan irama jantung yang fatal hanya butuh beberapa detik hingga pasien akan bergejala, biasanya pingsan, kejang dan pasien akan kolaps,” jelas Habibie sebagaimana dilansir dari laman uns.ac.id, Kamis, 27 Januari 2022.

Baca Juga: Begini Cara Memilih Makanan yang Aman Ala Pakar Gizi

Henti jantung berakibat fatal, karena saat terjadi henti jantung otomatis fungsi jantung sebagai pemompa darah ke seluruh tubuh akan terhenti. Pasokan oksigen terhenti, nutrisi yang menuju ke otak, organ tubuh lainnya, hingga ke otot jantung juga akan berhenti.

Kebiasaan Maura begadang dan kondisi tubuh yang drop, menurut Habibie bisa memicu perangsangan aktivitas sistem saraf simpatis. Sistem saraf ini bertanggung jawab terhadap peningkatan aktivitas kelistrikan jantung dan akan berujung pada gangguan irama jantung yang sifatnya fatal.

Penanganan korban henti jantung

Apabila menyaksikan korban mengalami henti jantung mendadak, kita bisa meminta bantuan tim medis atau menggunakan alat Automatic Electrical Defibrillator (AED) yang sudah banyak tersedia di tempat umum, seperti bandara dan pusat perbelanjaan. Sembari menunggu bantuan datang, kita bisa memberikan bantuan hidup dasar dengan pijat jantung luar atau resusitasi jantung.

“Cara ini memungkinkan korban dapat mengembalikan sirkulasi darah hingga sadar kembali,” kata Habibie.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: AEDbegadanggangguan irama jantunghenti jantungpijat jantungRumah Sakit Universitas Sebelas Maretserangan jantungUNS

Editor

Next Post
Presiden Joko Widodo. Foto presidenri.go.id.

Hadapi Omicron: PPKM Dievaluasi dan Pintu Masuk Internasional Bali Dibuka Lagi

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
  • Pantomimer Wanggi Hoed melakukan aksi pertunjukan untuk memprotes ekspor monyet ekor panjang pada Hari Primata Interasional di Titik Nol Kota Yogyakarta, 2 september 2026. Foto Dok. Forum United For Primates .Petisi untuk Pemerintah Indonesia: Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang untuk Penelitian!
    In News
    Rabu, 2 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media