Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kematian Banyak Lebah Madu Penanda Ada Pencemaran Lingkungan

Ketika lingkungan tercemar, lebah madu dapat menunjukkan sejumlah perubahan yang mudah diamati.

Rabu, 20 Agustus 2025
A A
Lebah madu. Foto PollyDot/pixabay.com.

Lebah madu. Foto PollyDot/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Namun, urbanisasi dan meningkatnya polusi telah mengganggu keseimbangan ekosistem, termasuk keberadaan penyerbuk seperti lebah. Penting bagi lebah sebagai bioindikator untuk mengukur degradasi lingkungan, perubahan iklim, serta dampak pemanasan global.

Penelitian Duque and Steffan-Dewenter yang dipublikasi di Frontiers in Ecology and the Environmental menunjukkan bahwa polutan atmosfer, termasuk emisi kendaraan bermotor, dapat mengganggu kemampuan lebah dalam mengenali senyawa organik volatil (Volatile Organic Compound/VOC) dari bunga.

VOC merupakan komponen penting dalam interaksi ekologis antara serangga dan tanaman. Melalui uji pengondisian penciuman, lebah dilatih untuk mengenali profil VOC seperti linalool, dipentena, mirsen, dan geranium. Hasilnya, lebah membutuhkan waktu lebih lama untuk mengenali VOC yang telah tercemar emisi knalpot dan juga lebih cepat melupakannya.

Baca juga: Ancaman Krisis Air, 1 dari 4 Penduduk Dunia Sulit Mengakses Air Bersih

“Polusi udara terbukti mengubah pengenalan dan daya ingat lebah terhadap VOC bunga. Akhirnya dapat mengurangi efisiensi mereka dalam mencari nektar dan serbuk sari,” jelas dia.

Hasil penelitian ini memperkuat peran lebah madu sebagai alat monitoring alami terhadap kualitas lingkungan. Sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga kualitas udara dan habitat alami serangga penyerbuk. [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Departemen Biologi IPB Universitydetektor pencemaran lingkunganlebah maduVolatile Organic Compound

Editor

Next Post
Mobil berkarat. Foto danielsfotowelt/pixabay.com.

Teknologi Zat Antikarat Dikembangkan dari Ubi Ungu hingga Tembakau

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media