Senin, 9 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kenali Karakteristik Ikan Buntal agar Tak Keracunan

Ikan buntal mengandung racun tetrodotoxin (TTX) yang merupakan salah satu racun paling berbahaya.

Jumat, 3 Januari 2025
A A
Ikan buntal. Foto perikanan.probolinggokab.go.id.

Ikan buntal. Foto perikanan.probolinggokab.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Satu keluarga di Bima, Nusa Tenggara Barat mengalami keracunan usai mengonsumsi ikan buntal. Akibatnya, 1 orang tewas dan 3 orang mendapatkan perawatan intensif. Peristiwa tersebut menambah deretan jumlah kasus keracunan ikan buntal di Indonesia. Padahal di sisi lain, ikan ini cukup mengandung gizi.

“Kasus keracunan ikan buntal merupakan salah satu kasus keracunan hasil perikanan yang berbahaya. Dalam kondisi yang parah, keracunan ikan ini dapat menyebabkan kematian pada korbannya. Perlu pengolahan yang tepat untuk menghindari risiko keracunan ikan ini,” papar Dosen Pengolahan Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (FPK Unair) Eka Saputra.

Lantas bagaimana cara mengonsumsi ikan buntal tanpa keracunan?

Baca juga: Proyek 20 Juta Hektare Hutan untuk Pangan dan Energi, Walhi Ingatkan Kiamat Ekologis

Ikan buntal mengandung racun tetrodotoxin (TTX) yang merupakan salah satu racun paling berbahaya. Racun ini terletak pada organ hati, ovarium, usus, dan kulit ikan buntal. Namun, dalam beberapa kasus, daging ikan buntal juga dapat mengandung tetrodotoxin apabila pengolahannya tidak benar.

Gejala awal keracunan yang muncul biasanya ditandai dengan mati rasa pada bibir selama 20 menit hingga 3 jam setelah makan. Dilanjutkan dengan mual, muntah, serta dapat terjadi kelumpuhan otot. Efek kelumpuhan otot dapat menyebabkan kesulitan bernafas hingga penurunan tekanan darah yang dapat berakibat fatal.

Diolah oleh ahlinya

Dalam mengolah ikan buntal diperlukan keahlian khusus agar ikan dapat dikonsumsi secara aman. Sebab karakteristik racun tetrodotoxin tidak dapat dihancurkan oleh panas atau proses memasak biasa. Perlu keterampilan serta sertifikasi khusus agar dapat mengolah ikan buntal seperti di Jepang.

Baca juga: Dua Kapal Antar Eksplorasi ke TN Taka Bonerate, Atol Terbesar Ketiga Dunia

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: FPK Unairikan buntalkeracunan ikan buntalracun tetrodotoxin

Editor

Next Post
Ilustrasi penumpang pesawat mengenakan masker. Foto Dok. Kemkes.

Waspada Wabah Virus HMPV Merebak di Cina, Berisiko Bagi Anak-anak dan Lansia

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi warga Sagea - Kiya di Halmahera Tengah menolak pertambangan. Foto Dok. Jatam.Dugaan Kriminalisasi Warga Sagea – Kiya, Jatam: Pasal 162 UU Minerba Melanggengkan Praktik SLAPP
    In Lingkungan
    Jumat, 6 Maret 2026
  • Ilustrasi anak gajah da induknya. Foto cocoparisienne/pixabay.com.Kematian Anak Gajah di Tesso Nilo, Pakar Ingatkan Bahaya Pasang Jerat Bagi Satwa Liar
    In Rehat
    Jumat, 6 Maret 2026
  • Ilustrasi serbuan tawon pada kereta api yang lewat. Foto skyvictor79/pixabay.com.Serbuan Tawon di Tol Cipularang, Alarm Penurunan Kualitas Lingkungan
    In Lingkungan
    Kamis, 5 Maret 2026
  • Ilustrasi suasana saat hujan turun. Foto Horacio30/pixabay.com.Potensi Hujan Lebat Saat Libur Lebaran Idulfitri 2026
    In News
    Kamis, 5 Maret 2026
  • Gerhana bulan total, 3 Maret 2026 pukul 18.57 WIB. Foto Observatorium Bosscha.Edukasi Cerita Rakyat dan Sains di Balik Gerhana Bulan Total
    In Rehat
    Rabu, 4 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media