Senin, 16 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kenali Karakteristik Ikan Buntal agar Tak Keracunan

Ikan buntal mengandung racun tetrodotoxin (TTX) yang merupakan salah satu racun paling berbahaya.

Jumat, 3 Januari 2025
A A
Ikan buntal. Foto perikanan.probolinggokab.go.id.

Ikan buntal. Foto perikanan.probolinggokab.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Satu keluarga di Bima, Nusa Tenggara Barat mengalami keracunan usai mengonsumsi ikan buntal. Akibatnya, 1 orang tewas dan 3 orang mendapatkan perawatan intensif. Peristiwa tersebut menambah deretan jumlah kasus keracunan ikan buntal di Indonesia. Padahal di sisi lain, ikan ini cukup mengandung gizi.

“Kasus keracunan ikan buntal merupakan salah satu kasus keracunan hasil perikanan yang berbahaya. Dalam kondisi yang parah, keracunan ikan ini dapat menyebabkan kematian pada korbannya. Perlu pengolahan yang tepat untuk menghindari risiko keracunan ikan ini,” papar Dosen Pengolahan Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (FPK Unair) Eka Saputra.

Lantas bagaimana cara mengonsumsi ikan buntal tanpa keracunan?

Baca juga: Proyek 20 Juta Hektare Hutan untuk Pangan dan Energi, Walhi Ingatkan Kiamat Ekologis

Ikan buntal mengandung racun tetrodotoxin (TTX) yang merupakan salah satu racun paling berbahaya. Racun ini terletak pada organ hati, ovarium, usus, dan kulit ikan buntal. Namun, dalam beberapa kasus, daging ikan buntal juga dapat mengandung tetrodotoxin apabila pengolahannya tidak benar.

Gejala awal keracunan yang muncul biasanya ditandai dengan mati rasa pada bibir selama 20 menit hingga 3 jam setelah makan. Dilanjutkan dengan mual, muntah, serta dapat terjadi kelumpuhan otot. Efek kelumpuhan otot dapat menyebabkan kesulitan bernafas hingga penurunan tekanan darah yang dapat berakibat fatal.

Diolah oleh ahlinya

Dalam mengolah ikan buntal diperlukan keahlian khusus agar ikan dapat dikonsumsi secara aman. Sebab karakteristik racun tetrodotoxin tidak dapat dihancurkan oleh panas atau proses memasak biasa. Perlu keterampilan serta sertifikasi khusus agar dapat mengolah ikan buntal seperti di Jepang.

Baca juga: Dua Kapal Antar Eksplorasi ke TN Taka Bonerate, Atol Terbesar Ketiga Dunia

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: FPK Unairikan buntalkeracunan ikan buntalracun tetrodotoxin

Editor

Next Post
Ilustrasi penumpang pesawat mengenakan masker. Foto Dok. Kemkes.

Waspada Wabah Virus HMPV Merebak di Cina, Berisiko Bagi Anak-anak dan Lansia

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi ikan mati massal. Foto akbarnemati/pixabay.com.Ikan Dewa Mati Massal di Kuningan, Apa Penyebabnya?
    In Rehat
    Kamis, 12 Februari 2026
  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 serukan pelaksanaan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.KPA Kritik Peran Bank Tanah, Menghidupkan Lagi Kepemilikan Tanah Negara Masa Kolonial
    In Lingkungan
    Rabu, 11 Februari 2026
  • MMA dan PPLH LRI sepakat menguatkan peran adat dalam mengelola hutan di Aceh. Foto Dok. IPB University.Kuatkan Kembali Panglima Uteun untuk Jaga Kelestarian Hutan Aceh
    In News
    Rabu, 11 Februari 2026
  • Lokasi pertambangan dekat dengan sebuah danau (L) dan Teluk Weda (R) di Indonesia Timur pada 2023. Foto Climate Rights International.Jatam Tegaskan, Empat Perusahaan Tambang di Maluku Utara Harus Ditindak Tegas, Tak Sekadar Denda
    In Lingkungan
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis
    In Rehat
    Selasa, 10 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media