Baca Juga: Penyelamatan Naskah Kuno di Daerah Rawan Bencana dengan Digitalisasi
“Merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya deformasi batuan dalam Lempeng Laut Maluku. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar-naik (oblique-thrust fault),” sebut Daryono.
Analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa Mag5,7 di Laut Maluku, dirasakan di daerah Damau, Kepulauan Talaud, Loloda Kepulauan, Halmahera Utara, Kabaruan, Kepulauan Talaud dengan skala intensitas III hingga IV Modified Mercalli Intensity (MMI). BMKG mengilustrasikan guncangan dampak gempa dengan skala intensitas IV MMI yakni, bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah.
Baca Juga: Bambang Hudayana: Kerja Antropologi untuk Memuliakan Masyarakat Adat Belum Maksimal
Ditegaskan, gempa yang terjadi tidak berpotensi tsunami. “Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut,” imbuh Daryono. [WLC01]
Sumber: Inatews BMKG
Discussion about this post