Minggu, 9 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ketebalan ‘Salju Abadi’ Jayawijaya 32 Meter Tahun 2010, Kini Tinggal 4 Meter

Monitoring gletser yang dilakukan BMKG ini menunjukan bukti nyata, bahwa pemanasan global telah terjadi.

Selasa, 3 Desember 2024
A A
Ketebalan 'salju abadi' Pegunungan Jayawijaya, Papua tinggal 4 meter pada 2024. Foto Dok. BMKG.
Penyusutan luasan 'salju abadi' Pegunungan Jayawijaya, Papua pada 2024. Foto Dok. BMKG.
Kondisi 'salju abadi' di Pegunungan Jayawijaya, Papua yang menyusut dalam monitring 2024. Foto Dok. BMKG.
Penyusutan luasan dan ketebalan 'salju abadi' di Pegunungan Jayawijaya, Papua dari 2010-2022. Foto Dok. BMKG.
Tim monitoring gletser Pegunungan Jayawijaya 2024 dari BMKG bekerja sama dengan PT Freeport. Foto Dok. BMKG.
Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melakukan monitoring gletser di Puncak Sudirman, Pengunungan Jayawijaya, Papua pada 11-15 November 2024. Hasilnya, terjadi penurunan signifikan baik luasan maupun ketebalan es ‘salju abadi’ yang ada di Puncak Sudirman.

“Tahun ini kami lakukan survei lagi. Melihat penurunan tebal es dari tahun ke tahun kian menipis. Hasilnya, terjadi penurunan luas permukaan es yang sangat signifikan. Kami berusaha mendokumentasikan kepunahan es di Papua karena kami sudah dalam tahap sulit mempertahankannya lagi,” kata Koordinator Bidang Standardisasi Instrumen Klimatologi BMKG Donaldi Sukma Permana dalam tayangan video singkat 8:58 menit berjudul “Salju yang Tak Lagi Abadi : Menyaksikan Hilangnya Keajaiban Indonesia”.

Ia menjelaskan luasan tutupan es pada tahun 2024 menyusut 0,11-0,16 kilometer persegi dari 0,23 kilometer persegi pada 2022. Kondisi ini menjadi sinyal buruk bagi Indonesia karena tidak lama lagi salju abadi di Pegunungan Jayawijaya akan punah dalam beberapa tahun mendatang.

Baca Juga: Ada Terowongan untuk Lintasan Satwa Liar di Tol Akses IKN

Adapun penyebab utama pencairan es di Pegunungan Jayawijaya adalah laju perubahan iklim yang kian tidak terkendali. Fenomena El Nino juga turut mempercepat kepunahan tutupan es.

Indonesia sendiri menjadi salah satu lokasi unik di wilayah tropis karena memiliki salju abadi. Salju abadi di Pegunungan Jayawijaya adalah sebuah keajaiban alam yang menarik banyak perhatian dari kalangan ilmuwan, peneliti, serta pecinta alam. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, dilaporkan terjadi penurunan drastis luas area salju abadi tersebut.

Sementara Staf Bidang Standardisasi Instrumen Meteorologi BMKG Najib Habibie menjelaskan hasil monitoring tahun ini menunjukan ketebalan es di Puncak Sudirman hanya tinggal empat meter saja. Data ini didapatkan setelah pada tahun 2023 sebanyak 14 stake (alat pengukur ketebalan es) sudah tersingkap.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: monitoring gletserPapuaPegunungan Jayawijayapemanasan globalPuncak Sudirman Pegunungan Jayawijayasalju abadi

Editor

Next Post
Kasuari selatan remaja yang dilepasliarkan di Hutan Tinaruma, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, 30 November 2024. Foto Dok. BBKSDA Papua/DDCJ.

Pelepasliaran Kasuari Selatan di Hutan Keramat Masyarakat Adat Papua

Discussion about this post

TERKINI

  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Menteri LH M. Jumhur Hidayat dalam Pelatihan Sertifikasi Lingkungan Hidup bagi Hakim Peradilan Umum, Militer, dan Tata Usaha Negara Seluruh Indonesia Angkatan XXIII di Bogor, 3 Agustus 2026. Foto Dok. KLH/BPLH.Menteri Jumhur: Putusan Pengadilan Harus Pulihkan Ekosistem dan Hentikan Perusakan Alam
    In News
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Ilustrasi semangka tanpa biji. Foto Congerdesign/Pixabay.comBudidaya Buah Tanpa Biji Tetap secara Alami
    In IPTEK
    Selasa, 4 Agustus 2026
  • Tongkang pengangkut batubara di perairan Sungai Mahakam. Foto Dok Wanaloka.com.Ribuan Ton Batu Bara Tumpah di Perairan Jepara, BRIN Survei Verifikasi Pencemaran
    In News
    Selasa, 4 Agustus 2026
  • Gajah Jovi dari PLG Minas, BKSDA Riau mati karena sakit, 3 Agustus 2026. Foto Dok. BKSDA Riau.Jovi, Gajah yang Berperan dalam Mitigasi Konflik di Riau Mati
    In News
    Selasa, 4 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media