Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengaitkan fenomena tersebut dengan berbagai isu yang tidak memiliki dasar ilmiah. Hingga saat ini pun belum terdapat bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa konjungsi Saturnus dan Bulan dapat memengaruhi kondisi cuaca, memicu gempa bumi, maupun memberikan dampak langsung terhadap kehidupan manusia.
Cuaca dipengaruhi dinamika atmosfer seperti pemanasan Matahari, sirkulasi udara, kandungan uap air, serta fenomena iklim. Sementara gempa bumi terjadi akibat pergerakan lempeng tektonik.
“Posisi tampak Saturnus dan Bulan di langit tidak memengaruhi kedua proses tersebut,” ujar dia.
Melalui fenomena ini, ia berharap masyarakat dapat memanfaatkannya sebagai sarana untuk meningkatkan literasi astronomi dan memahami bahwa berbagai fenomena langit dapat dijelaskan melalui prinsip-prinsip sains.
Ia menilai konjungsi Saturnus dan Bulan merupakan momentum yang tepat untuk menumbuhkan rasa ingin tahu sekaligus memperkuat pemahaman publik terhadap ilmu pengetahuan. [WLC02]
Sumber: IPB University







Discussion about this post