Minggu, 7 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Keunikan Geopark Vulkanik Purba di Sikka dan Budayanya

Gempa dan tsunami yang pernah melanda Teluk Maumere, Kabupaten Sikka pada 12 Desember 1992 silam masih menyisakan jejak geologi yang patut menjadi pembelajaran.

Rabu, 30 Oktober 2024
A A
Gunung api Egon di Sikka, NTT. Foto Bappelitbangda Sikka.

Gunung api Egon di Sikka, NTT. Foto Bappelitbangda Sikka.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Keunikan geologi di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki nilai luar biasa dari sisi bentukan, geometri, dan sejarah bentang alam vulkanik kuarter maupun bentang alam vulkanik tersier.

Semisal Taman Wisata Alam Laut Teluk (TWAL) Maumere. Termasuk juga Gunung Api Egon yang banyak menarik minat wisatawan minat khusus untuk mendakinya demi melihat fenomena kegunungapian berupa kawahnya yang aktif.

“Sudah sepatutnya para pihak aktif terlibat mendorong proses inspiring Geopark Nasional untuk Kabupaten Sikka sampai di tingkat global,” kata Dosen Departemen Teknik Geologi Fakultas Teknik UGM sekaligus ketua tim Ahli Pusat Studi Pariwisata (Puspar) UGM, Agus Hendratno dalam Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) tahap awal dari studi Penyusunan Master Plan Geopark Sikka di Kantor Bupati Sikka, Jum’at, 25 Oktober 2024.

Baca Juga: Indonesia Ekspor Petai ke Jepang dari Perhutanan Sosial

Pemerintah Kabupaten Sikka tengah mengupayakan secara serius rekognisi keragaman potensi geopark.

Namun pengembangan geopark ini harus berdasarkan tiga pilar dasar geokonservasi, yaitu konservasi, edukasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dari pemetaan identifikasi geoheritage terdapat dua matra geologi yang menguatkan keunikan Geopark Vulkanik Purba di Sikka, yaitu matra laut dan matra daratan.

Gempa dan tsunami yang pernah melanda Teluk Maumere, Kabupaten Sikka pada 12 Desember 1992 silam masih menyisakan jejak geologi yang patut menjadi pembelajaran. Bisa dilihat di Desa Koja Doi yang berupa gugusan pulau-pulau vulkanik purba di Teluk Maumere. Di sana terdapat bangunan runtuhan gempa atau empasan tsunami dan penurunan muka tanah akibat likuifaksi (peluluhan). Lokasinya tidak jauh dari episentrum gempa tektonik 7,8 magnitudo yang berada di Pulau Babi (pulau vulkanik purba).

Baca Juga: Subejo, Pencapaian Swasembada Pangan Butuh Kebijakan Tepat

“Rekahan yang berada di dasar perairan dangkal area perairan Pulau Babi masih tampak kasat mata terlihat di atas perahu saat melintas berwisata bahari ke Kepulauan Pangabatang. Rekahan (terpatahkan) di dasar perairan laut dangkal Pulau Babi menjadi salah satu spot diving bagi wisatawan asing maupun wisatawan nusantara,” terang dia.

Asisten I Pemerintahan dan Kesra Sikka, Fitrinita Kristiani menyambut baik gagasan Bapperida mendorong potensi geopark Sikka menjadi salah satu modal mengenalkan Maumere di tingkat global. Kajian ini diharapkan mampu mengangkat potensi lokal.

“Kami punya keyakinan beragam potensi kebumiaan, baik yang ada di bawah laut ataupun daratan sarat dengan nilai edukasi. Kami pun yakin dengan keunikan budaya dari suku-suku bangsa di Sikka ini akan menguatkan produk geoheritage yang kini tersebar di 19 sites,” tutur dia.

Baca Juga: Upaya Restorasi Lahan Gambut dengan Teknologi Paludikultur

Anggota tim Puspar UGM, Destha Titi Raharjana menambahkan keragaman dan keunikan bebatuan sebagai geodiversity dan dukungan potensi cultural-diversity untuk menguatkan story-telling dalam gagasan model pengembangan geopark ini. Untuk itu, pemkab melalui Dinas Pariwisata perlu menghasilkan guidebook tentang toponim, legenda untuk sites potensial yang memiliki geoheritage.

“Buku saku ini kelak dijadikan referensi melengkapi pengetahuan pemandu wisata di Sikka,” imbuh dia.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: bentang alamgeopark nasionalgeopark vulkanik purbaGunung api EgonKabupaten SikkaPuspar UGMTeluk Maumere

Editor

Next Post
Rangkong Badak, salah satu satwa liar dilindungi yang dilepasliarkan di Sumatera Utara, 29 Oktober 2024. Foto KSDAE.

Rangkong Badak, Baning Cokelat dan Lutung Dilepasliarkan ke Habitatnya

Discussion about this post

TERKINI

  • Pakar Pencemaran dan Toksikologi IPB University, Prof. Etty Riani. Foto Dok. Harita.Etty Riani, Sampah Muara Angke Ancam Ekosistem Mangrove
    In Sosok
    Sabtu, 6 Juni 2026
  • Tanggul laut raksasa di pantai utara Jakarta. Foto SDA PU.Menteri Jumhur: Giant Sea Wall Bukan Solusi Tunggal Rob Pantura, Penanaman Air Solusi Tanah Amblas
    In Lingkungan
    Sabtu, 6 Juni 2026
  • Beberapa pulau-pulau kecil di Raja Ampat, Papua Barat Daya tampak gundul akibat penambangan nikel. Foto Dok. AMAN.Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pembangunan Ekstraktif di Papua Sumbang 70 Persen Deforestasi Nasional
    In Lingkungan
    Jumat, 5 Juni 2026
  • Rakor kesiapsiagaan menghadapi kemaru 2026 di Jawa Barat. Foto Dok. BMKG.Antisipasi Kekeringan 2026, TNI AD Pilih Lakukan Pengeboran Sumur
    In News
    Jumat, 5 Juni 2026
  • Ilustrasi bandara antariksa. Foto www.gov.u.LBH Papua Kecam Rencana Pengukuran Lokasi Bandar Antariksa di Biak Numfor
    In News
    Kamis, 4 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media