Senin, 15 Desember 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Keunikan Geopark Vulkanik Purba di Sikka dan Budayanya

Gempa dan tsunami yang pernah melanda Teluk Maumere, Kabupaten Sikka pada 12 Desember 1992 silam masih menyisakan jejak geologi yang patut menjadi pembelajaran.

Rabu, 30 Oktober 2024
A A
Gunung api Egon di Sikka, NTT. Foto Bappelitbangda Sikka.

Gunung api Egon di Sikka, NTT. Foto Bappelitbangda Sikka.

Share on FacebookShare on Twitter

Anggota tim peneliti Puspar UGM, Kurnia Fahmy Ilmawan menjelaskan kekayaan warisan geologi di Sikka tersebar mulai dari bawah laut hingga di puncak gunung di delapan kecamatan. Meliputi Kecamatan Paga, Mego, Magepanda, Palue, Bola, Doreng, Waigete, dan Alok Timur.

Baca Juga: Populasi Perkotaan Capai 5 Miliar Tahun 2030, Perlu Penataan Ruang Pesisir

Kondisi ini memperlihatkan kekayaan warisan geologi perlu dikelola secara bijak untuk kepentingan konservasi, edukasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sebab kekayaan warisan geologi telah menjadi salah satu faktor yang memengaruhi budaya dan kehidupan masyarakat di Sikka.

Kemudian salah satu lokasi geosite dalam geoheritage Sikka adalah Pantai Ogor Paret, Desa Woloterang, Kecamatan Doreng. Pantai Ogor Paret. Di sana merupakan spot rocky beach yang tersusun aliran lava andesitik yang mengalami pembekuan cepat karena faktor sentuhan air laut saat pembekuannya dan terpapar patahan kompresif yang massif.

Keunikan budaya

Pemahaman atas keindahan alam dan keunikan geologi vulkanik di pantai ini membuat Kelompok Sadar Wisata mulai mengembangkan Ogor Paret menjadi sebuah atraksi wisata. Penyusunan masterplan ini diharapkan berdampak positif bagi masyarakat dan daerah sekitar area geoheritage Pantai Ogor Paret.

Baca Juga: Ikhtiar Warga Balirejo Menjaga Kelestarian Kali Gajahwong

Untuk aspek keragaman budaya (cultural diversity), asisten peneliti, Arkan Syafera menemukan kekayaan budaya Sikka merupakan hasil dari aktivitas beberapa suku di Maumere, yakni suku Sikka-Krowe, Lio, Bajo, Palue, Tana-ai, dan Muhang. Keenamnya terbagi kembali ke dalam sub-etnis. Tiap-tiap suku memiliki kekhasan tersendiri, baik dalam hal bahasa atau logat bicara, motif tenun, tarian, ritual/upacara adat, cerita rakyat dan sebagainya.

Beberapa di antaranya sudah ditampilkan dengan latar belakang geo-site, misalnya syair yang berkembang di sekitar geo-site Tebing Kubah Lava Hokor yang berbunyi “Hokor Watu Apar, guman gogo leron tolor, tubu nane rebu, kota nane korak, ponun puan helang ilin, ga ata maten gateng ata moret (Hokor kampung berbatu, malam runtuh – siang terguling, berpagar besi, bertatakan tempurung, asal mula jin dari gunung, melahap yang mati, menantang yang hidup)”.

Syair ini menceritakan orang-orang Hokor berkampung batu dan selalu menang dalam perang. Juga mewujud menjadi tarian bernama Tari Bebing sebagai simbol heroisme tentang perjuangan para leluhur yang telah memperjuangkan dan mempertahankan wilayah kekuasannya di wilayah Hokor.

Baca Juga: Bumi Rusak, Dampak Manusia Abaikan Ibadah dengan Urusan Lingkungan

Dalam pandangan Arkan, budaya tersebut membuat geosite lebih menarik untuk dikunjungi, dinikmati, dan dipelajari. Tidak hanya itu, ada produk kreatif warga sekitar seperti tenun ikat, olahan kakao, kopi, dan lainnya mampu dikembangkan sebagai geoproduk yang melengkapi geotrail yang kelak akan dirumuskan. Pemkab Sikka pun sudah menetapkan produk tenun ikatnya sebagai Indikasi Geografis.

“Saya kira penting pula dilengkapi informasi aspek geobiodiversity yang menyajikan keragaman jenis flora-fauna endemik sebagai pelengkap dari taman bumi yang ajukan pemkab Sikka ke pemerintah pusat,” papar Arkan. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: bentang alamgeopark nasionalgeopark vulkanik purbaGunung api EgonKabupaten SikkaPuspar UGMTeluk Maumere

Editor

Next Post
Rangkong Badak, salah satu satwa liar dilindungi yang dilepasliarkan di Sumatera Utara, 29 Oktober 2024. Foto KSDAE.

Rangkong Badak, Baning Cokelat dan Lutung Dilepasliarkan ke Habitatnya

Discussion about this post

TERKINI

  • FAMM Indonesia bersama Kaoem Telapak menggelar "FAMM Fest: mempertemukan Suara, Seni, dan Rasa" di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, dalam rangka peringatan 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 HAKTP) pada 10 Desember 2025.Perempuan di Garis Depan Krisis Ekologis
    In News
    Sabtu, 13 Desember 2025
  • Dampak bencana hidrometeorologi, banjir bandang di wilayah Lubuk Minturun, Koto Tengah, Kota Padang, Sumatra Barat, 27 November 2025. Foto BPBD Padang.Membaca Bencana Ekologis Sumatra
    In News
    Jumat, 12 Desember 2025
  • Perkembangan siklon tropis 93S dan 91S. Foto Dok. BMKG.Perkembangan Bibit Siklon Tropis 93S dan 91S, Waspada Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi
    In News
    Kamis, 11 Desember 2025
  • "Keberanian memanggil keberanian di manapun berada". Foto dimitrisvetsikas1969/pixabay.com.Hari HAM, Dua Warga Pembela Lingkungan Hidup di Poso dan Ketapang Dikriminalisasi
    In News
    Rabu, 10 Desember 2025
  • Ilustrasi museum menjadi salah satu destinasi wisata indoor yang aman saat cuaca ekstrem. Foto valentinsimon0/pixabay.com.Tips Liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 Aman Saat Cuaca Ekstrem
    In Traveling
    Rabu, 10 Desember 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media