Kamis, 14 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kisah 12 Perempuan Penguak Potensi Sumber Daya Laut Dibukukan

Minggu, 3 September 2023
A A
Para geolog saat berlayar di atas kapal laut. Foto esdm.go.id.

Para geolog saat berlayar di atas kapal laut. Foto esdm.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Anggapan bahwa dunia energi dan sumber daya mineral (ESDM) adalah identik dengan ‘dunia laki-laki’, perlahan mulai luntur. Sebanyak 12 perempuan yang bekerja di dalamnya telah mengikis kesan ‘maskulin’ di bidang itu. Mereka yang berkarir dan berkarya di sektor geologi telah mampu melakukan penjelajahan lautan untuk menguak potensi sumber daya laut Indonesia. Kisah mereka ditulis dalam buku yang berjudul “Kisah 12 Perempuan Arung Samudera”.

Mereka mengarungi samudera untuk mengulang kisah keberanian para pejuang perempuan masa kemerdekaan dahulu. Bedanya, mereka berjuang untuk mengungkap kekayaan bumi pertiwi yang tersimpan di dasar laut di bawah bendera Balai Besar Survei dan Pemetaan Geologi Kelautan (BBSPGL) Badan Geologi Kementerian ESDM. Mereka berkontribusi dalam penelitian, penyelidikan, dan pengembangan geologi kelautan.

Umumnya, sumber daya manusia sebagai pelaku utama dalam pelaksanaan kegiatan BBSPGL meliputi pegawai tingkat terampil dan tingkat ahli yang didominasi kaum laki-laki. Bukan berarti kaum perempuan tidak mampu melaksanakan tugas lapangan di perairan Nusantara. Perempuan pun dapat saling bekerja sama bahu membahu dengan kaum Adam mengarungi samudra dalam ayunan gelombang. Dalam rangka menuju cita-cita Indonesia tercinta ini, perempuan BBSPGL melangkah bersama untuk memberikan sumbangsihnya sesuai bidang yang digeluti dan membawa kenangan serta pengalaman yang tidak mudah diulang kembali.

Baca Juga: Black Rock Kawasan Geopark Belitung Jadi Destinasi Wisata Golf

Dua belas perempuan tersebut adalah Mimin Karmini (Geologi), Kresna Tri Dewi (Biologi), Imelda Rosalia Silalahi (Geologi), Ai Yuningsih (Fisika), Evie H. Sudjono (Oseanografi), Rina Zuraida (Geologi), Nineu Yayu Geurhaneu (Oseanografi), Alm. Mira Yosi (Oseanografi), Luli Gustiantini (Geologi), Yani Permanawati (Lingkungan), Siti Marina (Geologi), dan Yulinar Firdaus (Geofisika). Mereka menjalani karier di bidang geologi kelautan menerjang batas di tengah gelombang, arungi perairan barat hingga timur Indonesia.

Bagi Ai Yuningsih, bekerja sama dengan rekan kerja mayoritas laki-laki merupakan tantangan tersendiri. Namun tenyata bisa lebih menyenangkan karena ketegasan dan keterusterangan kaum lelaki lebih membuat nyaman.

“Perbedaan gaya laki-laki dan perempuan justru akan dapat saling mengisi sehingga terjalin kerja sama yang lebih baik,” ujar Ai.

Baca Juga: Akademisi Bahas Penyusunan Standar Kajian Lingkungan di IKN

Diungkapkan perempuan tangguh yang sudah berkarier di P3GL sejak tahun 1993, meski kadang ada yang pernah memandang sebelah mata karena meragukan kemampuan mereka, tapi perlahan hilang seiring waktu setelah mereka tahu kinerjanya. Sebab potensi perempuan tidak kalah dengan laki-laki, sepanjang percaya diri dapat melakukannya.

Sementara Imelda Rosalia Silalahi mengungkapkan cita-citanya bukan bekerja di sektor maskulin itu. Melainkan ingin menjadi dosen yang mengajar pertanian. Namun takdir menuntunnya menjadi seorang geologis yang akhirnya berlabuh di BBSPGL.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BBSPGLESDMKisah 12 Perempuan Arung SamuderaPerempuan Arung Samuderapotensi sumber daya laut Indonesia

Editor

Next Post
Elang jawa dan anaknya yang di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat. Foto Sopian Mukti/ksdae. menlhk.go.id.

Tahniah, Elang Jawa Satwa yang Terancam Punah Berbiak di TNGGP

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi kualitas udara di kota besar yang memburuk. Foto Yamu_Jay/Pixabay.com.Walhi: Pantauan Kualitas Udara Lima Kota Besar Indonesia Memburuk
    In News
    Rabu, 13 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Bergadder/Pixabay.com.Mengenal Hantavirus, Penyakit Zoonosis dengan Rantai Penularan Utama dari Tikus
    In Rehat
    Rabu, 13 Mei 2026
  • Mengapati dan mendokumentasikan letusan Gunung Sakurajima di Jepang pada 2013 dari jauh. Foto Dok. Mirzam Abdurrachman.Erupsi Dukono, Pentingnya Pemahaman Risiko dan Peringatan Dini yang Mudah Dipahami
    In Rehat
    Selasa, 12 Mei 2026
  • Salah satu jenis anggrek Merapi. Foto Dok. TNG Merapi.Anggrek Merapi, Beraroma Wangi dan Mampu Bertahan Saat Erupsi
    In Rehat
    Selasa, 12 Mei 2026
  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media