Senin, 28 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kisah 12 Perempuan Penguak Potensi Sumber Daya Laut Dibukukan

Minggu, 3 September 2023
A A
Para geolog saat berlayar di atas kapal laut. Foto esdm.go.id.

Para geolog saat berlayar di atas kapal laut. Foto esdm.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Anggapan bahwa dunia energi dan sumber daya mineral (ESDM) adalah identik dengan ‘dunia laki-laki’, perlahan mulai luntur. Sebanyak 12 perempuan yang bekerja di dalamnya telah mengikis kesan ‘maskulin’ di bidang itu. Mereka yang berkarir dan berkarya di sektor geologi telah mampu melakukan penjelajahan lautan untuk menguak potensi sumber daya laut Indonesia. Kisah mereka ditulis dalam buku yang berjudul “Kisah 12 Perempuan Arung Samudera”.

Mereka mengarungi samudera untuk mengulang kisah keberanian para pejuang perempuan masa kemerdekaan dahulu. Bedanya, mereka berjuang untuk mengungkap kekayaan bumi pertiwi yang tersimpan di dasar laut di bawah bendera Balai Besar Survei dan Pemetaan Geologi Kelautan (BBSPGL) Badan Geologi Kementerian ESDM. Mereka berkontribusi dalam penelitian, penyelidikan, dan pengembangan geologi kelautan.

Umumnya, sumber daya manusia sebagai pelaku utama dalam pelaksanaan kegiatan BBSPGL meliputi pegawai tingkat terampil dan tingkat ahli yang didominasi kaum laki-laki. Bukan berarti kaum perempuan tidak mampu melaksanakan tugas lapangan di perairan Nusantara. Perempuan pun dapat saling bekerja sama bahu membahu dengan kaum Adam mengarungi samudra dalam ayunan gelombang. Dalam rangka menuju cita-cita Indonesia tercinta ini, perempuan BBSPGL melangkah bersama untuk memberikan sumbangsihnya sesuai bidang yang digeluti dan membawa kenangan serta pengalaman yang tidak mudah diulang kembali.

Baca Juga: Black Rock Kawasan Geopark Belitung Jadi Destinasi Wisata Golf

Dua belas perempuan tersebut adalah Mimin Karmini (Geologi), Kresna Tri Dewi (Biologi), Imelda Rosalia Silalahi (Geologi), Ai Yuningsih (Fisika), Evie H. Sudjono (Oseanografi), Rina Zuraida (Geologi), Nineu Yayu Geurhaneu (Oseanografi), Alm. Mira Yosi (Oseanografi), Luli Gustiantini (Geologi), Yani Permanawati (Lingkungan), Siti Marina (Geologi), dan Yulinar Firdaus (Geofisika). Mereka menjalani karier di bidang geologi kelautan menerjang batas di tengah gelombang, arungi perairan barat hingga timur Indonesia.

Bagi Ai Yuningsih, bekerja sama dengan rekan kerja mayoritas laki-laki merupakan tantangan tersendiri. Namun tenyata bisa lebih menyenangkan karena ketegasan dan keterusterangan kaum lelaki lebih membuat nyaman.

“Perbedaan gaya laki-laki dan perempuan justru akan dapat saling mengisi sehingga terjalin kerja sama yang lebih baik,” ujar Ai.

Baca Juga: Akademisi Bahas Penyusunan Standar Kajian Lingkungan di IKN

Diungkapkan perempuan tangguh yang sudah berkarier di P3GL sejak tahun 1993, meski kadang ada yang pernah memandang sebelah mata karena meragukan kemampuan mereka, tapi perlahan hilang seiring waktu setelah mereka tahu kinerjanya. Sebab potensi perempuan tidak kalah dengan laki-laki, sepanjang percaya diri dapat melakukannya.

Sementara Imelda Rosalia Silalahi mengungkapkan cita-citanya bukan bekerja di sektor maskulin itu. Melainkan ingin menjadi dosen yang mengajar pertanian. Namun takdir menuntunnya menjadi seorang geologis yang akhirnya berlabuh di BBSPGL.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BBSPGLESDMKisah 12 Perempuan Arung SamuderaPerempuan Arung Samuderapotensi sumber daya laut Indonesia

Editor

Next Post
Elang jawa dan anaknya yang di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat. Foto Sopian Mukti/ksdae. menlhk.go.id.

Tahniah, Elang Jawa Satwa yang Terancam Punah Berbiak di TNGGP

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media