Senin, 29 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kisah 12 Perempuan Penguak Potensi Sumber Daya Laut Dibukukan

Minggu, 3 September 2023
A A
Para geolog saat berlayar di atas kapal laut. Foto esdm.go.id.

Para geolog saat berlayar di atas kapal laut. Foto esdm.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Anggapan bahwa dunia energi dan sumber daya mineral (ESDM) adalah identik dengan ‘dunia laki-laki’, perlahan mulai luntur. Sebanyak 12 perempuan yang bekerja di dalamnya telah mengikis kesan ‘maskulin’ di bidang itu. Mereka yang berkarir dan berkarya di sektor geologi telah mampu melakukan penjelajahan lautan untuk menguak potensi sumber daya laut Indonesia. Kisah mereka ditulis dalam buku yang berjudul “Kisah 12 Perempuan Arung Samudera”.

Mereka mengarungi samudera untuk mengulang kisah keberanian para pejuang perempuan masa kemerdekaan dahulu. Bedanya, mereka berjuang untuk mengungkap kekayaan bumi pertiwi yang tersimpan di dasar laut di bawah bendera Balai Besar Survei dan Pemetaan Geologi Kelautan (BBSPGL) Badan Geologi Kementerian ESDM. Mereka berkontribusi dalam penelitian, penyelidikan, dan pengembangan geologi kelautan.

Umumnya, sumber daya manusia sebagai pelaku utama dalam pelaksanaan kegiatan BBSPGL meliputi pegawai tingkat terampil dan tingkat ahli yang didominasi kaum laki-laki. Bukan berarti kaum perempuan tidak mampu melaksanakan tugas lapangan di perairan Nusantara. Perempuan pun dapat saling bekerja sama bahu membahu dengan kaum Adam mengarungi samudra dalam ayunan gelombang. Dalam rangka menuju cita-cita Indonesia tercinta ini, perempuan BBSPGL melangkah bersama untuk memberikan sumbangsihnya sesuai bidang yang digeluti dan membawa kenangan serta pengalaman yang tidak mudah diulang kembali.

Baca Juga: Black Rock Kawasan Geopark Belitung Jadi Destinasi Wisata Golf

Dua belas perempuan tersebut adalah Mimin Karmini (Geologi), Kresna Tri Dewi (Biologi), Imelda Rosalia Silalahi (Geologi), Ai Yuningsih (Fisika), Evie H. Sudjono (Oseanografi), Rina Zuraida (Geologi), Nineu Yayu Geurhaneu (Oseanografi), Alm. Mira Yosi (Oseanografi), Luli Gustiantini (Geologi), Yani Permanawati (Lingkungan), Siti Marina (Geologi), dan Yulinar Firdaus (Geofisika). Mereka menjalani karier di bidang geologi kelautan menerjang batas di tengah gelombang, arungi perairan barat hingga timur Indonesia.

Bagi Ai Yuningsih, bekerja sama dengan rekan kerja mayoritas laki-laki merupakan tantangan tersendiri. Namun tenyata bisa lebih menyenangkan karena ketegasan dan keterusterangan kaum lelaki lebih membuat nyaman.

“Perbedaan gaya laki-laki dan perempuan justru akan dapat saling mengisi sehingga terjalin kerja sama yang lebih baik,” ujar Ai.

Baca Juga: Akademisi Bahas Penyusunan Standar Kajian Lingkungan di IKN

Diungkapkan perempuan tangguh yang sudah berkarier di P3GL sejak tahun 1993, meski kadang ada yang pernah memandang sebelah mata karena meragukan kemampuan mereka, tapi perlahan hilang seiring waktu setelah mereka tahu kinerjanya. Sebab potensi perempuan tidak kalah dengan laki-laki, sepanjang percaya diri dapat melakukannya.

Sementara Imelda Rosalia Silalahi mengungkapkan cita-citanya bukan bekerja di sektor maskulin itu. Melainkan ingin menjadi dosen yang mengajar pertanian. Namun takdir menuntunnya menjadi seorang geologis yang akhirnya berlabuh di BBSPGL.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BBSPGLESDMKisah 12 Perempuan Arung SamuderaPerempuan Arung Samuderapotensi sumber daya laut Indonesia

Editor

Next Post
Elang jawa dan anaknya yang di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat. Foto Sopian Mukti/ksdae. menlhk.go.id.

Tahniah, Elang Jawa Satwa yang Terancam Punah Berbiak di TNGGP

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media